You are here:

Wheel Loader – Pengertian, Jenis, Bagian

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
wheel loader

Pengertian Wheel Loader

Wheel Loader adalah salah satu alat berat yang mirip dengan Buldozer. Perbedaan paling mencolok dari keduanya adalah pada bagian roda, Wheel Loader menggunakan roda karet sedangkan Dozer Shovel menggunakan roda rantai. Dengan demikian kemampuan dan pemanfaatan dari keduanya juga mempunyai perbedaan. Wheel Loader biasa digunakan untuk memindahkan bahan material ke dalam truk atau ke tempat lain. Saat loader difungsikan untuk menggali, bucket akan diarahkan lalu didorong ke material, jika bucket telah penuh maka traktor akan mengangkat bucket berisi material ke atas lalu mundur perlahan untuk selanjutnya dipindahkan.

Wheel Loader sangat cocok dan efisien untuk digunakan pada daerah kerja yang rata, kering dan kokoh karena menggunakan roda karet sehingga memiliki mobilitas yang tinggi. Wheel Loader juga bergerak dengan roda yang dapat digerakkan dengan leluasa ke arah tertentu seperti mobil sehingga membuat ruang gerak menjadi fleksibel yang tidak mampu dilakukan oleh Dozer Shovel.

Jenis-Jenis Loader

Ada dua jenis Loader yang banyak digunakan untuk pekerjaan proyek, yaitu jenis Wheel Loader dan Dozer Shovel yang memiliki beberapa perbedaan terutama di bagian fungsi dan mobilitas. Wheel loader pada umumnya digunakan untuk proyek di medan yang area permukaannya keras, rata dan kokoh karena jenis loader ini memiliki tingkat mobilitas yang baik. 

Dozer Shovel menggabungkan kemampuan stabilitas dan kemampuan Wheel Loader. Namun Dozer Shovel memiliki mobilitas yang lambat dan gerakan yang sangat terbatas. Disamping kekurangan itu, Dozer Shovel memiliki kemampuan untuk bergerak di berbagai medan yang tidak dapat dilalui oleh Wheel Loader.

Fungsi Wheel Loader

Fungsi umum dari Wheel Loader adalah untuk memindahkan material ke dalam truk pengangkut. Pada daerah yang datar truk pengangkut dapat diposisikan di dekat loader sehingga tugas loader untuk memindah material akan lebih mudah. Metode pemuatan pada alat loader baik dozel shovel ataupun wheel loader dikenal 4 macam yaitu:

  • I – Shape /cross loading
  • V – Shape loading
  • Pass loading
  • load and carry

Selain itu adapun fungsi lainnya yakni:

  1. Pembersihan lapangan atau land clearing.
  2. Penggusuran tanah.
  3. Meratakan tanah dan mengisi galian tanah.
  4. Melakukan stripping (mengeruk permukaan tanah yang kurang bagus).
  5. Meratakan bagian permukaan bidang rata atau finishing.

Cara Kerja

Cara kerja Wheel Loader pada dasarnya sama seperti alat berat lainnya, dimana mesin penggerak utama menggunakan sistem penggerak hidrolik. Hal ini dikarenakan tenaga hidrolik dapat mengeluarkan output tenaga yang cukup besar, sehingga cocok untuk melakukan pekerjaan berat seperti mengeruk tanah atau memindahkan material.

Wheel loader dapat melakukan beberapa gerakan dasar yakni bucket akan mengeruk dan mengangkat material untuk dipindahkan ke truk pengangkut. Gerakan pada bucket pada dasarnya adalah menurunkan bucket di permukaan tanah, lalu mendorong ke arah depan, kemudian mengangkat bucket, setelah itu membawa dan menuang muatan. Ada beberapa jenis cara untuk memindahkan ke alat berak, diantaranya :

1. V – Loading

Yaitu cara pemindahan muatan dengan lintasan berbentuk “V”.

2. L – Loading

Adalah truk diposisikan di sebelah belakang loader, kemudian loader memindahkan material dengan lintasan garis tegak lurus.

3. Cross Loading

Merupakan cara pemindahan muatan dengan sistem truk pengangkut juga ikut aktif bergerak.

Pengaplikasian

Pengaplikasian loader terutama dalam bidang konstruksi adalah untuk menggali pondasi, terowongan, dan basement dengan ketentuan harus ada ruang yang cukup untuk loader dapat bekerja dengan aman dan fleksibel. Selain itu alat ini juga dapat difungsikan untuk memindahkan material yang tidak digunakan, misalnya pada proyek pembuatan terowongan, dan pada daerah pertambangan. 

Kelebihan Dan Kekurangan

Awalnya pemuatan atau pemindahan material ke dalam truk dilakukan oleh excavator, namun karena kapasitas bucket loader yang makin besar maka loader menjadi sering digunakan. Sehingga material yang dapat diangkut dapat lebih banyak dalam satu waktu

Kelebihan

Loader memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan manuver yang lebih fleksibel dibanding dengan excavator sehingga tingkat kerusakan area proyek lebih kecil karena loader menggunakan ban karet.

Kekurangan

Salah satu kekurangan nya adalah pada saat menempatkan muatan ke dalam truk, terkadang muatan menjadi kurang merata bahkan muatan pada kondisi tertentu menjadi miring,sehingga efisiensi dan efektivitas traktor ini bergantung pada operator.

Bagian Wheel Loader

  1. Bucket

Bucket adalah bagian untuk menggali dan memuat material.

  • Tilt Lever

Berfungsi sebagai lengan untuk menggerakkan bucket menampung dan membuang material.

  • Lift Cylinder

Berfungsi menggerakkan bucket menggusur material.

  • Lift Arm

Berfungsi sebagai tumpuan dari bucket.

  • Head lamp

Berfungsi sebagai penerangan saat bekerja dalam kondisi gelap.

  • Turn signal lamp

Berfungsi sebagai pemberi sinyal pada unit.

Komponen Utama

1. Cab

Adalah tempat dimana operator mengendalikan loader.

2. Lift Arm

Berfungsi sebagai penggerak bucket.

3. Bucket

Bucket adalah sebuah sekop yang berfungsi sebagai alat penampung material yang akan dikeruk atau dipindahkan.

Maintenance

Maintenance adalah perawatan atau service yang dilakukan agar kondisi dan performa dari suatu alat atau mesin tetap terjaga sehingga umur alat dapat mencapai umur yang maksimal untuk digunakan.

Tujuan maintenance adalah:

  1. Agar alat selalu dalam kondisi siaga
  2. Memiliki kemampuan mekanis yang baik
  3. Agar biaya perbaikan menjadi hemat

Klasifikasi Maintenance

Maintenance dibagi dua yaitu Preventive Maintenance dan Corrective Maintenance. Preventive dilakukan untuk mencegah atau meminimalisir kerusakan pada unit. Berbeda dengan Preventive Maintenance, tujuan Corrective Maintenance adalah melakukan service setelah komponen mengalami kerusakan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

1. Preventive Maintenance

Jenis preventive maintenance merupakan perawatan atau service pada alat yang tujuan dilakukannya adalah untuk mencegah kerusakan. Preventive maintenance terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Periodic Maintenance

Adalah service yang dilakukan saat setelah mesin beroperasi pada jangka waktu tertentu. Ada dua jenis periodic maintenance ini, berikut penjelasannya :

  • Periodic Inspection

Inspeksi adalah pemeriksaan harian (10 jam penggunaan) dan mingguan (50 jam penggunaan) sebelum unit beroperasi.

  • Periodic Service

Adalah usaha pencegahan timbulnya kerusakan pada alat atau komponen yang dilakukan secara terjadwal dengan jangka waktu pelaksanaan yang sudah ditentukan.

  • Schedule Overhaul

Adalah perawatan yang dilakukan pada jeda waktu tertentu disesuaikan dengan standar perawatan tiap komponen.

  • Conditioned Based Maintenance

Adalah perawatan yang dilakukan berdasar kondisi unit yang dapat diketahui melalui beberapa program yakni Program Analisa Pelumas, Pemeriksaan Mesin, Pemeliharaan Undercarriage atau Pemeriksaan Harian namun juga dapat dilakukan dengan mengikuti program yang dikeluarkan pabrik.

2. Corrective Maintenance

Adalah perawatan untuk mengembalikan kondisi mesin dengan melakukan perbaikan atau penyetelan pada komponen. Corrective Maintenance dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Breakdown Maintenance

Adalah perawatan yang dilaksanakan setelah mesin tidak bisa digunakan.

  • Repair and Adjustment

Adalah perawatan untuk memperbaiki alat atau mesin yang kerusakannya belum parah atau masih bisa digunakan.

Artikel Terkait