You are here:

Time Schedule – Pengertian, Manfaat, Jenis

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
time schedule

Umumnya pada pekerjaan proyek, akan membutuhkan sebuah penjadwalan atau time schedule. Yang mana penjadwalan tersebut berisi tahapan perencanaan hingga sebuah proyek tersebut selesai. Secara singkat, project time schedule  adalah  suatu teknik guna menentukan waktu pelaksanaan kerja. Pada suatu proyek kerja memerlukan penjadwalan. Mari simak penjelasan time schedule mulai dari definisi, manfaat hingga macam-macamnya. 

Apa itu Time Schedule

Time schedule (jadwal pelaksana) adalah suatu alat pengendali prestasi pelaksanaan proyek secara menyeluruh agar dalam pelaksanaan atau pengerjaan suatu proyek dapat berjalan dengan lancar dan tertata. Di sini menerangkan kapan waktu selesainya pekerjaan, waktu yang dibutuhkan pekerjaan atau durasi kerja dan perkiraan waktu selesainya pekerjaan.

Baik untuk pekerjaan pembangunan rumah, gedung, kantor, jalan raya, jembatan dan konstruksi bangunan sipil lainnya sangat membutuhkan penjadwalan yang sesuai. Secara umum, jadwal ini dituangkan dalam bentuk bar chart dan network planning

Bentuk bar chart sangat sering digunakan dalam penyajian data jadwal pelaksanaan. Diharapkan dengan menggunakan bentuk ini dapat memudahkan saat penyajian dalam bentuk selanjutnya.

Jadwal pelaksanaan dapat dibuat dalam bentuk harian, mingguan bahkan bulanan. Hal tersebut tergantung pada lamanya waktu rencana pelaksanaan dalam sebuah suatu pekerjaan proyek. Sebagai contoh untuk pekerjaan dengan durasi 2 mingguan sampai 1 bulanan akan cocok bila dibuat dengan jadwal pelaksanaan harian.

Jika pekerjaannya memiliki durasi waktu selama 2 bulan hingga 1 tahun, bisa dibuat dengan jadwal pelaksanaan mingguan. Dan terhadap pekerjaan yang durasinya lebih lama sangat cocok untuk dibuat dalam jadwal pelaksanaan bulanan.

Semuanya dapat dibuat bervariasi tergantung dari kebutuhan kelengkapan data yang akan ditinjau dan dipantau progresnya yang akan dicapai.

Project schedule biasanya dibuat oleh manajer proyek untuk membuat dan mengatur tugas para pekerja proyek serta memberitahukan kepada organisasi bagaimana para pekerja proyek tersebut akan dijalankan. 

Pada umumnya, jadwal ini berbentuk seperti kalender yang dihubungkan, sebelum membuat jadwal pastikan telah membuat WBS terlebih dahulu, jika tak ada maka jadwal akan terkesan tidak tertata atau mengada-ada.

Manfaat Time Schedule

Pada prinsipnya jadwal pelaksanaan tidak terlalu rumit, berisi item-item pekerjaan yang telah direncanakan dalam perhitungan volume dan dilengkapi dengan rencana bulan penyelesaian. Time schedule proyek sangat membantu dalam menentukan hubungan antara berbagai kegiatan dalam rencana proyek secara menyeluruh.

Adapun manfaat time schedule adalah sebagai berikut :

  1.  Pedoman waktu dalam pengadaan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam proyek
  2. Waktu mendatangkan material ke lokasi pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi pekerjaan
  3. Pedoman saat pengadaan alat-alat pekerjaan lapangan yang sesuai
  4. Sebagai alat yang digunakan untuk mengendalikan waktu pelaksanaan proyek
  5. Sebagai acuan dasar tercapainya waktu pelaksanaan yang telah ditentukan
  6. Mengontrol penentuan batas waktu denda akibat terjadinya keterlambatan pekerjaan
  7. Gambaran untuk memperkirakan nilai investasi yang akan digunakan
  8. Sebagai gambaran saat akan memulai dan mengakhiri suatu proyek konstruksi secara menyeluruh
  9. Acuan dalam mengamati laju progres suatu konstruksi untuk meminimalisir kendala apa yang mungkin atau akan terjadi

Tujuan Time Schedule

Selain itu, maksud dan tujuan dalam pembuatan jadwal pelaksanaan untuk suatu proyek konstruksi diantaranya :

  1. Dapat mengetahui kapan dimulainya suatu item pekerjaan, lama pekerjaan dan rencana selesainya
  2. Sebagai pedoman untuk mempersiapkan sumber daya manusia sesuai dengan waktunya
  3. Pedoman untuk penyediaan alat-alat kerja yang sesuai dengan waktunya
  4. Sebagai sumber data untuk memantau kecepatan dan keterlambatan progres dari suatu item
  5. Pekerjaan dapat dilakukan koreksi langsung di lapangan untuk mempercepat pekerjaan tersebut
  6. Pedoman dalam mempersiapkan material pekerjaan yang mana sesuai dengan waktunya

Jenis Time Schedule

Dalam proyek konstruksi terdapat beberapa jenis model instrument penjadwalan yang dapat digunakan untuk proyek yang berskala kecil sampai besar baik yang bersifat resmi maupun tidak resmi. Ada beberapa contoh jadwal pelaksanaan dalam proyek konstruksi yang bisa menggunakan hoist crane, diantaranya :

1. Jadwal Waktu Tertentu

Dalam contoh time schedule yang pertama adalah jadwal waktu tertentu. Jadwal waktu tertentu ini dimaksudkan seperti schedule harian, mingguan, bulanan bahkan ada schedule tahunan. 

2. Bar Chart

Merupakan sekumpulan daftar kegiatan yang disusun dalam kolom arah vertikal dan horizontal untuk menunjukkan skala waktu. Ketika mulai dan berakhirnya sebuah kegiatan dapat terlihat secara jelas sedangkan untuk durasi kegiatan digambarkan dengan diagram batang. Lebih lengkap mengenai Bar Chart dapat di lihat disini.

3. Curve-S

Sebuah jadwal pelaksanaan yang mana ditampilkan dalam bentuk tabel dan bagan yang menyerupai huruf S. Model penjadwalan satu ini berguna untuk memberikan informasi berupa bobot pekerjaan dengan index 0% hingga 100% berdasarkan waktu proyek. Umumnya berguna untuk memonitoring kemajuan pekerjaan dalam pelaksanaan konstruksi, guna memberikan manfaat dalam bukti laporan atas proses administrasi pembayaran kepada pihak terkait.

4. Gantt Chart

Jadwal pelaksanaan selanjutnya adalah gantt chart. Model penjadwalan yang memproyeksikan item pekerjaan terhadap waktu pelaksanaan yang berbentuk diagram batang. Berguna menyampaikan informasi urutan pekerjaan yang akan dikerjakan dan informasi mengenai kemajuan proyek berdasarkan jadwal rencana yang telah dibuat. 

5. EVM atau EVA

Tak hanya itu, contoh time schedule lainnya adalah Earned Value Management (EVM) atau Earned Value Analysis (EVA). Dalam model ini merupakan instrumen pengukuran kinerja terhadap waktu dan biaya suatu proyek. Model ini menganalisa tingkat penyimpangan waktu dan biaya proyek serta dapat digunakan untuk estimasi total waktu dan biaya secara keseluruhan.

6. Network Planning

Apabila Anda ingin menggunakan jadwal pelaksanaan dalam bentuk diagram network, maka contoh time schedule kali ini dapat digunakan sebagai contoh yakni Network Planning. Model ini digunakan dalam penyelenggaraan proyek yang mana produknya adalah informasi mengenai kegiatan yang ada didalamnya dan model instrumen pengukuran jadwal proyek dengan menggunakan logika jaringan.

7. Resources Scheduled Distribution

Untuk contoh time schedule yang terakhir yakni resources scheduled distribution. Model penjadwalan satu ini merupakan penjabaran dari penjadwalan yang telah dibuat sebelumnya, dimana dalam jadwal ini fokus pada sumber daya yang akan digunakan selama proses. Berfungsi memberikan informasi mengenai target alokasi sumber daya berdasarkan item yang akan direncanakan pada durasi pelaksanaan suatu proyek kerja. Sehingga dapat mencegah terjadinya suatu keterlambatan dan sumber daya di lapangan secara keseluruhan.

Cara Membuat Time Schedule

Dalam menentukan atau membuat sebuah jadwal pelaksanaan harus memperhatikan beberapa faktor, yakni :

  1. Kondisi Atau Keadaan Lapangan

Faktor pertama kali yang harus diperhatikan adalah memantau kondisi lapangan, mempelajari medan yang akan dibangun untuk konstruksi. Dengan melakukan penelitian di lapangan akan didapatkan data secara akurat.

  1. Metode Pelaksanaan / Pengerjaan

Melakukan pengamatan pekerjaan dan gambar secara lengkap, yang mana sesuai dengan persyaratan mutu kerja yang diperlukan dan peralatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan suatu proyek.

  1. Sumber Daya Manusia

Faktor ini sangat berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan, yakni SDM. Dalam sumber daya manusia memiliki kemampuan yang pastinya sangat dibutuhkan dalam suatu pekerjaan proyek.

  1. Perkiraan Iklim dan Cuaca

Untuk faktor cuaca sendiri juga memberikan pengaruh jalannya pelaksanaan. Misalnya, pada tahap pengecoran akan berjalan kurang baik jika adanya hujan.

  1. Jenis Pekerjaan dan Spesifikasi Teknis

Pada masalah teknis banyak hal yang wajib untuk diperhatikan. Mulai dari apakah akses masuk perlu dibuatkan ataukah sudah ada, apakah lokasi proyek di tengah hutan dan harus mempertimbangkan alam terlebih dahulu seperti penebasan pohon dan pemindahan tanah.

  1. Batasan Wilayah Kerja

Batas wilayah yang dimaksud disini adalah daerah dimana pekerjaan konstruksi memiliki batas-batas yang jelas di suatu daerah dan memiliki izin secara hukum.

  1. Peraturan dari Pemerintah Daerah

Memperhatikan peraturan yang telah dibuat oleh Pemda setempat. Dikarenakan dalam suatu proyek berhubungan atau berkaitan dengan budaya atau adat dan izin lahan. Hal tersebut yang menjadi dasar dalam melakukan dan melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi.

Itulah sekilas mengenai time schedule mulai dari pengertiannya, jenis-jenisnya beserta fungsinya dan yang terakhir manfaat dan tujuan dari adanya jadwal pelaksanaan. Ternyata ketika akan melakukan suatu pekerjaan proyek ada hal-hal yang harus diperhatikan dan disiapkan terlebih dahulu. Semoga pembahasan mengenai time schedule proyek dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda. 

Get in touch with us !!
We will not send you spam. Our team will be in touch within 24 to 48 hours Mon-Fri (but often much quicker)
Thanks. We will be in touch.
powered by Jetpack CRM

Artikel Terkait