You are here:

Teknologi Konstruksi – Jenis, Perkembangan, Fungsi Lengkap

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Teknologi konstruksi terus berkembang pesat seiring dengan gencarnya pembangunan gedung bertingkat dan kemajuan infrastruktur. Berbagai terobosan terbaru menggunakan perangkat lunak berteknologi digital semakin banyak dimanfaatkan untuk mengoperasikan peralatan berat agar semakin efisien. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Teknologi Konstruksi

Teknologi Konstruksi adalah suatu teknologi yang memiliki kegunaan disesuaikan dengan tujuan dipergunakannya, terutama pada bidang sarana dan prasarana. Berbentuk ilmu terapan atau ilmu praktik yang digabungkan dengan ilmu-ilmu lain untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari. 

Salah satu bentuk hasil akhir dari teknologi konstruksi adalah tempat tinggal atau hunian. Saat ini muncul gedung-gedung bertingkat, hotel mewah yang tinggi menjulang, atau villa di tengah gunung yang berdiri megah. 

Fungsi Teknologi Konstruksi

Selain penting dalam menunjang sarana dan prasarana, teknologi ini memberikan dukungan terhadap semua pekerjaan dan hal lainnya yang berhubungan dengan kegiatan manusia. Harapannya dengan penerapan teknologi ini mampu memberikan kemudahan terhadap bentuk–bentuk konstruksi berupa jalan, rel kereta api dan jembatan. 

Suatu negara biasanya akan mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik termasuk di bidang jasa konstruksi.

Salah satu prinsip dasar teknologi bidang konstruksi harus menerapkan Building Information Modeling (BIM) atau teknologi konstruksi yang berbasis industri 4.0. 

Pemanfaatan teknologi harus memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur, sehingga bukan sekedar ikut-ikutan atau mengikuti tren sesaat, dan mampu menghasilkan produk yang lebih cepat, mudah, dan murah.

Dengan demikian, fungsi utama teknologi bidang konstruksi sebagai berikut.

  1. Mempermudah proses pembangunan gedung, apartemen, rumah dengan teknologi yang lebih baik.
  2. Mendukung dan mempermudah pekerjaan dan kegiatan manusia, seperti dalam pembuatan gedung, kantor, lapangan, dan toko.
  3. Mempermudah transportasi dan komunikasi, seperti dalam pembangunan infrastruktur jalan, rel kereta, dan jembatan.

Jenis-Jenis Teknologi Konstruksi

Pekerjaan untuk proyek konstruksi dengan teknologi dapat dibagi menjadi 4 jenis antara lain sebagai berikut:

1. Proyek Konstruksi Bangunan untuk Pemukiman atau Perumahan (Residential Construction)

Proyek–proyek pembangunan tempat tinggal seperti perumahan, hotel, apartemen atau vila merupakan proyek konstruksi yang melibatkan teknologi. Kegiatan pembangunan ini dilakukan melalui dua cara yaitu secara massal dan pribadi.

Di dalam pengerjaannya, proyek–proyek bangunan untuk perumahan memerlukan sebuah perencanaan wilayah yang cukup matang karena akan berhubungan dengan penyediaan fasilitas dan jaringan infrastruktur berupa air bersih, listrik, telepon, jalan dan sarana–sarana lainnya.

2. Proyek Konstruksi Bangunan Untuk Gedung (Building Construction)

Konstruksi bangunan gedung menjadi jenis pekerjaan atau proyek yang saat ini banyak dikerjakan karena tipe proyek seperti ini fokus menekankan pertimbangan konstruksi, pertimbangan–pertimbangan terhadap teknologi yang bersifat praktis dan pertimbangan terhadap peraturan bangunan setempat.

3. Proyek konstruksi terhadap teknik sipil (heavy engineering construction)

Pemilik proyek konstruksi yang berhubungan dengan teknik sipil ini biasanya dari kelompok pemerintah, baik itu pemerintah di tingkat nasional (pusat) atau pemerintah di tingkat kabupaten/kota/daerah.

Pertimbangan khusus dalam pengerjaan proyek ini adalah elemen–elemen desain, keuangan dan pertimbangan hukum meskipun proyek ini memiliki kecenderungan sifat tidak mengambil keuntungan banyak/nonprofit yang memfokus kepada pelayanan/layanan masyarakat umum (public services).

Bentuk proyek–proyek untuk konstruksi terhadap bidang teknik sipil adalah serangkaian proses pemberian tambahan kepada infrastruktur pada lingkungan yang berbangun atau dikenal dengan istilah built of environment.

Penerapan dalam kehidupan mengenai proyek konstruksi teknik sipil dapat dilihat melalui proyek jalan raya, proyek pembangkit listrik, proyek jalan kereta api, proyek bendungan dan proyek pertambangan.

4. Proyek konstruksi untuk bangunan industri (industrial construction)

Proyek jenis ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, harus memerlukan keahlian khusus yang berhubungan dengan perencanaan terutama terkait dengan desain dan konstruksinya.

Walaupun sifatnya relatif kecil terhadap industri konstruktif namun memiliki komponen yang penting dalam hal pengembangan terhadap bangunan industri. Pemilik proyek, umumnya berasal dari sebuah perusahaan atau industri yang besar seperti perusahaan minyak, perusahaan kimia dan perusahaan farmasi.

Contoh Teknologi Konstruksi

Beberapa contoh penerapan teknologi bidang konstruksi antara lain:

  1. Konstruksi jalan
  2. Konstruksi jalan layang
  3. Konstruksi jembatan
  4. Konstruksi bangunan perkantoran
  5. Konstruksi bangunan perumahan
  6. Konstruksi bangunan gedung
  7. Konstruksi teknik sipil misalnya proyek pembangkit listrik

Demikian pembahasan mengenai teknologi konstruksi yang sangat penting dalam menunjang aktivitas manusia agar pekerjaan dalam bidang konstruksi mampu berkembang dengan cepat dan efisien.

Artikel Terkait