You are here:

Smelter – Definisi, Fungsi, Jenis Logam dan Cara Kerja Smelter Lengkap

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
smelter

Smelter adalah salah satu bagian dari rangkaian proses produksi yang biasanya ada pada pertambangan mineral logam. Perusahaan pertambangan memberikan sebuah keharusan untuk membangun fasilitas ini sebagai bagian dari produksinya. 

Mengapa smelter ada di bagian produksi sebuah pertambangan? Apa sebenarnya definisi smelter itu sendiri? Mari kita simak penjelasannya di artikel berikut.

Apa itu Smelter?

Smelter adalah berasal dari kata serapan Bahasa Inggris yaitu ‘smelting’ yang memiliki arti peleburan. Dalam konteks industri tambang mineral logam, fungsi smelter adalah bersifat sangat penting untuk meningkatkan kadar kandungan logam guna menaikkan nilai jual dari komoditas ini.

Ketika pertama kali ditambang dari sumber alaminya, mineral yang mengandung logam ini masih menjadi satu dengan material bawaan seperti tanah dan kotoran. Untuk mendapatkan komoditas yang diinginkan, maka mineral yang masih bercampur dengan material bawaan itu harus dipisahkan dan dimurnikan pada proses smelter.

Secara singkat, smelter adalah fasilitas yang mengelola hasil pertambangan logam yang berguna untuk meningkatkan kadar logam agar memenuhi standar bahan baku untuk diekspor. Di dalamnya, logam akan diolah melalui proses pembersihan dari material pengotor dan proses pemurnian. 

Karena fungsi smelter adalah sangat menguntungkan industri pertambangan inilah, pemerintah mewajibkan setiap perusahaan besar dan kecil yang bergerak pada industri ini untuk membangun fasilitas smelter. 

Di tahun 2021 ini, target pemerintah untuk pembangunan smelter adalah sebanyak 32 smelter baru untuk beroperasi, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif bulan November lalu.

Bahkan pada tahun 2024, target pembangunan smelter adalah sebanyak 53 proyek. Tak tanggung-tanggung, investasi negara pada pembangunan proyek smelter mencapai sebesar US$19,9 miliar. Sebagai informasi, pemerintah tidak membuka akses untuk mengekspor mineral logam yang mentah semenjak tanggal 12 Januari 2014. 

Dengan adanya smelter, mineral logam dapat diolah dan dimurnikan untuk meningkatkan kadar logam dan nilainya sehingga lebih menguntungkan untuk menjadi komoditas ekspor. Bertambahnya fasilitas smelter pada beberapa industri pertambangan logam diharapkan bisa mendorong hilirisasi mineral logam dalam negeri.

Cara Kerja Smelter

Dalam mengolah mineral logam pada umumnya, cara kerja fasilitas smelter adalah dengan melakukan proses reduksi bijih. Hasil reduksi dari bijih ini nantinya akan didapatkan logam unsur yang dapat dimanfaatkan beberapa jenis zat, seperti logam aktif, hidrogen, dan lainnya.

Untuk mereduksi tersebut, zat pereduksi yang dibutuhkan akan bergantung pada tingkat keaktifan masing-masing logam. Jika logam itu tingkat aktifnya tinggi, maka semakin sukar untuk direduksi. Sebaliknya, semakin rendah keaktifan logam tersebut, semakin mudah pula untuk direduksi. 

Contoh logam dengan keaktifan tinggi adalah magnesium dan alumunium. Di tingkat kereaktifan menengah, ada logam seperti besi, nikel dan timah. Sedangkan untuk logam yang dengan tingkat kereaktifan rendah adalah tembaga dan emas.

Fungsi dan Manfaat Smelter

Keberadaan fasilitas smelter di dunia perindustrian pertambangan logam sangat diperlukan. Semenjak tahun 2012, pemerintah memang sudah mewajibkan semua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan untuk memiliki fasilitas smelter. Bahkan total investasi untuk proyek smelter ditaksir mencapai US$20 miliar. 

Pengharusan pembangunan fasilitas smelter bertujuan agar komoditas yang diekspor bukan lagi bahan mentah. Dengan melalui proses smelter, nilai logam tambang semakin tambah meningkat dan tentu akan menambah keuntungan negara.

Jika dapat dirangkum, manfaat fasilitas smelter adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan nilai jual dari mineral logam
  2. Menarik perhatian investor lokal maupun internasional untuk berinvestasi lebih
  3. Memberikan kesempatan masyarakat untuk bekerja dengan adanya lapangan pekerjaan baru
  4. Mendorong perkembangan hilirisasi mineral di Indonesia
  5. Meningkatkan keterampilan sumber daya manusia

Jenis Mineral Logam yang Melalui Proses Smelter

Komoditas logam tambang yang melalui proses ini cukup beragam. Letak industri pertambangan ini juga tersebar di seluruh jagad Indonesia. Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam yang bisa dikelola lebih menjadi komoditas ekspor. Berikut adalah beberapa jenis logam tambang:

  • Nikel
  • Tembaga
  • Emas
  • Perak
  • Bauksit
  • Mangan
  • Timbal
  • Besi

Di tahun 2020, berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, jumlah smelter yang terealisasi sebanyak 19 smelter. Sembilan belas smelter tersebut terdiri dari 13 smelter Nikel, 2 smelter Bauksit, 2 smelter Tembaga, 1 smelter Besi, dan 1 smelter Mangan. 

Sebagai informasi tambahan, pada tahun ini Kementerian ESDM memproyeksikan akan membangun 4 fasilitas tambahan sehingga jumlah totalnya ada 23. Pemerintah menggenjot pembangunan smelter guna mengejar target investasi mineral dan batubara hingga mencapai US$5,98 miliar.

Itulah informasi mengenai definisi smelter, cara kerja, fungsi, manfaat, dan jenis mineral logam yang biasa diolah dengan smelter.

Smelter adalah fasilitas yang penting bagi kelangsungan industri pertambangan logam di masa kini. Tidak hanya menambah lapangan pekerjaan pada industri pertambangan, tetapi juga dengan adanya smelter pendapatan negara melalui ekspor logam pun bertambah.

Artikel Terkait