You are here:

Sifat Aluminium – Pengertian, Sifat Hingga Kelebihannya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
sifat-aluminium

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya banyak benda yang berasal dari sebuah material logam berupa aluminium. Jenis material ini umumnya banyak dipakai dan dimanfaatkan, karena memiliki sifat aluminium yang sangat menguntungkan penggunanya. Tahukah Anda, apabila aluminium termasuk kedalam unsur yang jumlahnya sangat melimpah di dunia. 

Unsur ini menempati urutan ketiga setelah oksigen, ikatan logam dan silikon yang paling banyak ada pada kerak bumi. Bahkan jumlahnya sendiri sekitar 8% lebih pada kerak bumi. Tak heran, apabila material ini banyak dipergunakan dalam berbagai dunia industri yang ada di dunia. Lantas seperti apakah keuntungan dan sifat aluminium? Simak pembahasan seputar aluminium, berikut ini.

Apa Itu Aluminium?

Aluminium adalah salah satu jenis unsur kimia. Yang mana memiliki sebuah lambang Al dan bernomor atom 13. Material bahan ini merupakan jenis unsur yang jumlah sangat banyak ditemukan di kerak bumi, umumnya dalam bentuk senyawa berupa aluminium oksida.

Pada umumnya, aluminium adalah sebuah unsur yang berasal dari mineral bauksit. Namun, lebih sering ditemukan bahwa material ini dikombinasikan dengan oksigen. Oleh sebab itu, unsur ini juga disebut sebagai oksida. Pertama kali dilakukan ekstraksi atau percampuran ini terjadi pada tahun 1825, yang dilakukan oleh Hans Oersted.

Adapun beberapa ahli yang memberikan pernyataan mengenai definisi dari aluminium. Terdapat dua ahli yang memberikan ungkapan berbeda, yang pertama ada Daryanto. Pada tahun 2009, beliau mengatakan bahwa aluminium adalah sejenis logam yang sangat keras namun tidak begitu kuat. 

Beliau juga mengatakan bahwa, teksturnya sangat kenyal dan memiliki berat jenis beban yang sangat rendah. Umumnya berat jenis aluminium sekitar 2,6 dengan warnanya yang kebiru-biruan. Sedangkan menurut Sumanto, beliau hanya menerangkan tentang berat aluminium yang sangat ringan. 

Banyak berbagai jenis perusahaan industri yang menggunakan aluminium untuk menunjang produktivitas industrinya. Material ini sudah dapat dimanfaatkan mulai dari unsur bahkan bijinya yang telah diolah atau dicampur dengan logam lain. Sering digunakan dalam berbagai dunia industri, sifat aluminium memberikan banyak keuntungan dan kelebihannya. 

Secara umum sifat aluminium adalah memiliki berat beban yang sangat ringan, berwarna putih perak, lentur dan lunak. Sesuai dengan sifatnya, bahan ini banyak digunakan untuk berbagai produk seperti kaleng, peralatan wajan, bingkai jendela dan bahkan bagian pesawat. 

Hal tersebut dilakukan karena kepadatan material yang rendah, tidak beracun dan tahan terhadap korosi bahkan memiliki konduktivitas terhadap termal yang tinggi. Selain itu, sifat aluminium lainnya adalah jenis bahan yang sangat mudah untuk dibentuk sesuai dengan kebutuhan. 

Meskipun sifat aluminium menawarkan berbagai keunggulan, nyatanya bahan ini juga memiliki sebuah kelemahan. Sebagai contoh, bahan ini tidak cocok untuk digunakan dalam konstruksi pembangunan. Yang mana biasanya membutuhkan sebuah kekuatan yang sangat tinggi. 

Sifat-Sifat Aluminium

Material ini banyak digunakan dan dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Kebanyakan dalam penggunaannya digunakan untuk sebuah kabel yang memiliki tegangan tinggi. Selain itu, sifatnya yang kuat juga banyak digunakan untuk bingkai jendela atau untuk badan pesawat terbang. 

Tak hanya itu, juga banyak digunakan pada perabotan di rumah mulai dari panci bahkan botol-botol susu. Sifat aluminium juga mampu digunakan untuk melapisi lampu mobil. Lantas seperti apa sifat-sifatnya hingga banyak digunakan pada berbagai industri? Inilah beberapa sifat aluminium, diantaranya :

1. Kekuatan Aluminium

Secara umum, berbagai paduan logam mempunyai suatu kekuatan pada tarikan antara 70 mega pascal bahkan sampai 700 mega pascal. Tenaga kekuatan yang ada sangatlah besar. Selain itu, aluminium memiliki sifat yang sedikit unik dan berbeda dari unsur lainnya. Ketika berada pada suhu rendah aluminium cenderung menjadi lebih kuat.

2. Elastis dan Ringan 

Tentunya sudah sangat sering Anda menemukan berbagai bahan atau produk yang terbuat dari aluminium. Hal tersebut dikarenakan sifatnya yang mudah untuk dibentuk ketika ditarik-tarik. Selain itu, material ini memiliki berat yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan baja. Umumnya, hanya sepertiga dari berat jenis pada baja. Oleh sebab itu, aluminium mampu mengurangi konsumsi bahan bakar.

3. Dapat Didaur Ulang

Bila Anda memiliki benda atau barang yang terbuat dari aluminium, umumnya dapat didaur ulang dengan mudah. Aluminium ini merupakan benda yang 100% sangat mudah untuk didaur ulang bahkan ketika sudah didaur ulang tidak akan mengurangi kualitasnya. Dengan begitu, aluminium masih dapat digunakan dengan baik meskipun telah melalui berbagai proses pengolahan ulang. 

4. Tahan Korosi dan Percikan

Secara alami sebuah aluminium telah mampu menghasilkan lapisan oksida sendiri, yang mana berguna untuk pelindungnya. Dengan begitu, mampu membuatnya melindungi dan konservasi materialnya sendiri. Oleh sebab itu, adanya suatu lapisan oksida sesuai dengan sifat aluminium yang tahan terhadap korosi.

Tak hanya tahan terhadap korosi unsur ini juga sangat tahan percikan. Berbeda dengan baja yang sangat sering digunakan dalam berbagai industri produksi. Aluminium sendiri yang bersifat kaku maka tidak akan memicu suatu hal. Yang mana dapat menjadikan unsur ini sebagai pilihan yang jauh lebih aman.

5. Tidak Berbau dan Kedap

Umumnya, bahan aluminium sangat cocok digunakan pada berbagai industri bahkan untuk pembungkus makanan sekalipun. Mampu melepaskan sebuah racun atau rasa, unsur ini sangat ideal dan pas untuk dipakai pada makanan atau farmasi. Dapat dijadikan sebagai penghalang seperti cahaya, oksigen, bakteri dan kelembaban. 

6. Konduktif dan Reflektif

Berdasarkan dengan sifat aluminium yang konduktif, hal ini disebabkan oleh unsur yang ada didalamnya mampu menjadikan sebuah aluminium menjadi penghantar yang baik. Terkenal dua kali lebih baik sebagai konduktor panas dan listrik. Selain itu, juga cocok untuk dijadikan sebagai saluran transmisi listrik.

Sedangkan sesuai dengan sifatnya yang reflektif, unsur ini mampu menjadi reflektor panas dan cahaya. Tak heran apabila aluminium banyak diaplikasikan pada berbagai teknologi tata surya atau bahkan menjadi selimut penyelamat. Selain itu, juga mampu menyerap cahaya matahari sehingga dapat meningkatkan efisiensi sebuah energi.

Reaksi Sifat Aluminium

Sebuah aluminium umumnya sering digunakan dan dimanfaatkan pada berbagai jenis produk. Biasanya dalam pengaplikasiannya sering dicampurkan atau disatukan dengan berbagai macam senyawa lainnya. Seperti apakah reaksi yang ditimbulkan dari adanya pertemuan dengan senyawa lain? Inilah beberapa reaksi sifat aluminium dengan senyawa atau unsur lain, antara lain :

1. Aluminium Dengan Udara Bebas

Sesuai dengan sifat aluminium, bahwa ia tidak dapat bereaksi dengan udara kering. Melainkan dengan udara yang lebih lembab akan membentuk sebuah lapisan oksida pada permukaannya. Lapisan inilah yang mampu mencegah sebuah aluminium dari adanya reaksi oksidasi lanjutan. 

Selain itu, juga dapat mencegah adanya reaksi dengan asam. Sifat aluminium juga dapat membuatnya tidak mudah untuk ditembus air, sehingga mencegah adanya korosi. Yang mana berbeda dengan besi, bila ada lapisan oksida akan menyebabkan lubang sehingga terjadinya korosi besi. 

2. Aluminium Dengan Nitrogen

Selanjutnya ada nitrogen, yang mana unsur atau senyawa ini sering disandingkan dengan aluminium. Ketika sebuah aluminium mampu atau dapat bereaksi dengan nitrogen, maka mampu menghasilkan aluminium nitrida. 

3. Aluminium Dengan Air

Sifat aluminium yang unik adalah saat dalam keadaan murni, maka ia tidak dapat bereaksi dengan air. Namun, campurannya mampu menciptakan sebuah reaksi berupa korosi. Sebagai contoh, amalgam aluminium yang dapat digunakan sebagai reduktor. Dikarenakan campuran tersebut mampu bereaksi dengan air.

4. Aluminium Dengan Asam Basa

Sifatnya yang mudah larut pada sebuah larutan asam dan basa yang kuat. Sebagai contoh pada sodium hidroksida dan asam klorida. Tak hanya itu, sebuah aluminium juga mampu bereaksi dengan asam sulfat. Yang mana mampu menghasilkan berbagai reaksi yang berbeda-beda.

5. Aluminium Dengan Oksida Logam

Pada umumnya, aluminium mampu mereduksi sebuah oksida logam menjadi jenis logam yang dapat menghasilkan suatu energi panas. Bila dilakukan sebuah percobaan maka akan menghasilkan suhu sekitar 3000 C. Dengan suhu yang dihasilkan sangat tinggi sehingga dapat menyebabkan sebuah besi menjadi leleh dan mampu mengelas logam. Proses oksidasi yang sering dilakukan adalah proses termit. 

Kegunaan Aluminium Dalam Kehidupan

Sesuai dengan sifat aluminium yang memberikan banyak keuntungan, tak heran apabila banyak industri yang menggunakan unsur ini. Bahkan pada semua industri di Indonesia sebagian besar telah banyak menggunakan aluminium untuk bahan bakunya. Terkenal menjadi logam yang multifungsi, sehingga banyak industri yang menggunakannya.

Seperti apa kegunaan aluminium dalam kehidupan sehari-hari? Inilah beberapa fungsi dan kegunaannya, di antara lain :

1. Sebagai Pelindung Kabel Telepon

Sesuai dengan sifat aluminium, bahwa ia adalah suatu unsur yang memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai perubahan suhu dan cuaca. Sehingga sangat cocok digunakan menjadi bahan pelindung kabel telepon, baik yang dipasang di dalam tanah maupun di udara. Unsur ini juga tahan terhadap tekanan listrik sehingga dapat melindungi jaringan telepon ketika ada gangguan petir. 

2. Memproduksi Komponen Listrik

Unsur ini menjadi bahan yang pas dan sesuai untuk membuat berbagai komponen listrik. Aluminium inilah salah satu material yang sangat mudah ditemukan pada berbagai peralatan listrik maupun elektronik. Selain itu, unsur ini juga dapat digunakan untuk reflektor cahaya hingga menjadi sebuah pelindung lampu. 

3. Menjadi Bahan Konstruksi Bangunan

Dahulu kala, kebanyakan orang menggunakan kayu sebagai sebuah material yang dijadikan penyangga pada konstruksi. Namun, semakin berkembangnya zaman aluminium mulai mengambil alih peranan kayu tersebut. Penggunaan aluminium untuk bahan bangunan mulai digunakan pada sekitar tahun 1920 hingga saat ini. 

Dikarenakan harganya yang lebih murah dan pemasangannya yang mudah, membuat material ini menjadi bahan yang ramah lingkungan. Selain itu, ia juga mampu digunakan untuk menahan struktur kaca besar dan panel surya. Yang mana hal tersebut dapat menghindarkan manfaat ergonomis pada suatu bangunan.

4. Memproduksi Komponen Otomotif

Selain digunakan untuk hal-hal yang telah disebutkan di atas, sebuah aluminium juga dapat dimanfaatkan untuk membuat beberapa komponen otomotif atau kendaraan bermotor. Dikarenakan sifatnya yang ringan dan mudah dibentuk, membuat proses manufaktur menjadi lebih mudah dikerjakan. Tak heran, apabila banyak produsen otomotif di dunia bahkan di Indonesia yang menggunakan aluminium sebagai bahan bakunya. 

5. Sebagai Bahan Campuran

Sesuai dengan sifatnya, aluminium mampu digunakan sebagai bahan campuran dari cat atau bahan sebuah kosmetik. Unsur ini bila diekstraksi dalam komponen yang lebih kecil, maka dapat dimanfaatkan menjadi campuran dalam cat. Cat jenis ini umumnya digunakan sebagai pelapis yang telah dibuat dengan campuran resin. Dengan campuran aluminium mampu membuat cat menjadi lebih tahan lama.

Tak hanya itu, unsur ini sedikit banyak juga dijadikan campuran pada kosmetik. Sebagai contoh pada sebuah deodorant, lipstik, riasan mata dan masih banyak lainnya. Ada yang mengatakan bahwa penggunaan unsur ini dapat menyebabkan sebuah kanker. Namun, hingga saat ini belum ada fakta yang membuktikannya. Seperti yang diketahui bahwa penggunaan aluminium dalam campuran kosmetik masih pada batas wajar.

6. Bahan Baku Pembuat Aluminium Foil

Aluminium foil atau lembaran kertas aluminium, umumnya banyak digunakan dan dijumpai pada makanan. Banyak dimanfaatkan untuk pembungkus yang menjaga dan melindungi sebuah makanan agar terhindar dari berbagai bakteri. Selain itu, juga dapat digunakan untuk membersihkan berbagai noda pada sebuah perhiasan perak, mengisi ulang baterai bahkan mampu menghilangkan karat logam.

Kelebihan Aluminium

Setelah membahas berbagai sifat dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Kini akan dibahas lebih lanjut seputar kelebihan yang diberikan oleh aluminium. Terkenal sebagai penghantar listrik dan panas yang baik, meskipun kemampuannya masih tidak sebanding dengan tembaga. Unsur ini juga memiliki warna yang jauh lebih stabil dibandingkan unsur lainnya. 

Tak heran, apabila unsur ini cenderung tidak mudah berkarat. Selain itu, tidak memerlukan sebuah pengecatan. Yang mana dikarenakan tampilannya sudah jauh lebih menarik dan bagus. Aluminium memiliki sebuah serbuk yang umumnya digunakan pada campuran cat atau lebih dikenal dengan nama varnish. Terkenal tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia, sehingga sering dipakai untuk pembuatan perabotan rumah tangga. 

Itulah pembahasan lengkap seputar sifat aluminium. Mulai dari definisi, sifat, reaksi terhadap senyawa lain, kegunaan dan kelebihannya. Dengan adanya alumunium ini tentunya dapat mempermudah dan memperlancar kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dikarenakan sifat aluminium yang sangat bagus dan mempunyai daya tahan tinggi, tak heran apabila unsur ini banyak digunakan pada berbagai industri.

Artikel Terkait