Deprecated: Berkas Tema tanpa header.php tidak digunakan lagi sejak versi 3.0.0 dan tidak tersedia penggantinya. Harap sertakan templat header.php dalam tema Anda. in /home/wiracoid/public_html/wp-includes/functions.php on line 5653
Risk Assessment - Definisi, Tahap Penilaian dan Contohnya

Risk Assessment – Definisi, Tahap Penilaian dan Contohnya

Share

risk assessment

Pada suatu proyek kerja tentu di dalamnya membutuhkan organisasi yang tertata dan rapi. Organisasi yang ada diharap mampu meningkatkan kinerja dan memperkecil adanya suatu risiko. Terdapat sebuah metode penilaian risiko yang mampu mengatasi atau memperkecil adanya risiko. Risk assessment inilah yang sering dipergunakan untuk melakukan penilaian statis. 

Dalam risk assessment melalui berbagai proses identifikasi, menilai, mengontrol dan bahkan meminimalisir adanya risiko yang mungkin akan terjadi. Metode ini dapat membantu manajer ataupun pimpinan perusahaan ketika akan mengambil sebuah keputusan. Selain itu, dapat mengembangkan atau menciptakan strategi dalam mengelola risiko. Lantas seperti apa tahapan dalam risk assessment? Simak pembahasannya berikut ini. 

Apa Itu Risk Assessment?

Risk assessment atau yang lebih akrab disebut dengan penilaian risiko, merupakan sebuah metode yang banyak digunakan pada berbagai organisasi atau sebuah pekerjaan. Banyak yang mengartikan bahwa, risk assessment adalah suatu metode yang secara sistematis digunakan untuk menentukan dan meminimalisir risiko yang akan terjadi pada sebuah organisasi. 

Sistem metode ini merupakan sebuah kunci, yang mana dapat Anda gunakan dalam perencanaan pemulihan sebuah bencana. Pada dasarnya, dalam melakukan sebuah penilaian risiko terdapat beberapa tahap. Mulai dari proses menganalisis dan menafsirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk atau risiko yang akan terjadi. 

Risiko sering dianggap sebagai bentuk atau akibat dan dampak negatif dari adanya suatu kegiatan. Umumnya identik dengan sesuatu yang menimbulkan kerugian. Dengan berbagai bidang usaha yang berbeda tentunya kemungkinan risiko yang dihadapi juga berbeda-beda. Sebagai contoh, pada proyek konstruksi tentu memiliki karakteristik dan kondisi yang berbeda. 

Sumber-sumber penyebab risiko tentunya juga berbeda. Umumnya terbagi menjadi 4 hal, antara lain :

  1. Risiko Operasional, merupakan sebuah risiko yang disebabkan oleh para manusianya, alam atau bahkan teknologi.
  2. Risiko Eksternal, adalah risiko yang umumnya atau biasanya hadir dan berasal dari lingkungan luar perusahaan atau proyek.
  3. Risiko Internal, sebuah risiko yang tentunya berasal dari dalam diri perusahaan itu sendiri.
  4. Risiko Keuangan, yakni sebuah risiko yang telah disebabkan oleh faktor keuangan. Umumnya seperti adanya perubahan harga, mata uang dan bahkan tingkatan suku bunga.

Tahapan Identifikasi Risk Assessment

Dalam penilaian risiko nantinya akan dapat membantu untuk mengidentifikasi berbagai unsur dalam organisasi. Dengan adanya penilaian risiko ini diharapkan nantinya mampu mengetahui atau bahkan mengendalikan sistem operasional dengan baik. Selain iu, diharapkan mampu meminimalisir terjadinya risiko. Berikut tahapan-tahapan dalam hal identifikasi, diantaranya :

1. Menggali, Mengenali dan Menggambarkan Sebuah Risiko

Biasanya daftar risiko yang ada hadir melalui berbagai peristiwa-peristiwa yang pernah dilalui atau mungkin akan terjadi. Hal ini digunakan untuk menciptakan, mencegah, menurunkan dan memperlambat adanya risiko. Berbagai risiko atau hal-hal yang mengancam suatu usaha atau proyek, nantinya akan dimasukkan dalam laporan. 

Diperlukan sebuah identifikasi pada setiap komponen-komponennya. Yang mana nantinya mampu membuat proses kinerjanya berjalan dengan baik. Identifikasi yang dilakukan harus mencakup berbagai informasi risiko yang berasal dari komponen atau alat yang berada diluar kendali suatu organisasi.

2. Menganalisis Sebuah Risiko

Tahapan selanjutnya adalah memahami berbagai sifat dan karakteristik dari suatu risiko. Selain itu, juga dapat menentukan tingkatan dari sebuah risiko yang akan datang. Dalam menganalisis berbagai risiko yang akan hadir, biasanya melibatkan berbagai hal. Mulai dari pertimbangan dari risiko, konsekuensi yang akan ditimbulkan dan tingkat keamanannya. 

3. Memberikan Tafsiran dan Evaluasi Terhadap Risiko

Terakhir adalah evaluasi risiko. Dalam hal ini berguna untuk membantu berbagai pihak ketika akan menciptakan atau mengambil suatu keputusan. Hal tersebut dilakukan berdasarkan apa yang ada di analisis risiko. Dengan begitu Anda akan tahu mana kemungkinan risiko yang akan muncul dan memerlukan perhatian khusus diawal. 

Standar Dalam Risk Assessment

Risk assessment ini sangatlah penting dan berperan bagus dalam suatu organisasi. Penilaian yang dilakukan umumnya harus sesuai dengan Standar Audit (SA) 315. Dalam aturan tersebut para pemimpin, dituntut untuk berbagai prosedur penilaian yang sesuai dengan dasar risk assessment. SA 315 telah mengatur berbagai hal yang berhubungan dengan prosedur, antara lain :

  1. Melakukan permintaan keterangan dari berbagai pihak, mulai dari manajemen maupun bagian-bagian lain. Dengan begitu, akan didapatkan data atau informasi di lapangan yang sesuai. 
  2. Melakukan semua hal dalam penilaian risiko yang sesuai dengan prosedur analitis, yang mana sudah diatur dalam SA. 
  3. Untuk yang terakhir, lakukanlah pengamatan dan inspeksi terhadap gejala risiko yang nantinya muncul.

Tak hanya Standar Audit 315, yang memberikan aturan mengenai penilaian risiko. Selanjutnya ada aturan SA 330. Dalamnya berisi tentang tuntutan untuk melakukan perancangan dan melaksanakan prosedur penilaian. Hal tersebut didasarkan pada berbagai risiko kesalahan yang sudah ada. 

Hal – Hal yang Menjadi Penyebab Risk Assessment

Dalam penilaian risiko tentunya tidak dilakukan secara sembarangan, harus ada beberapa hal yang diperhatikan dan dilakukan sesuai dengan standar audit yang sudah ada sebelumnya. Namun, masih saja banyak orang atau pelaku usaha yang tidak menerapkan aturan penilaian. Terdapat sifat atau hal-hal yang memungkinkan terjadinya suatu pelanggaran dalam penilaian risiko, yakni : 

1. Tidak Melakukan Sebuah Penilaian Risiko 

Para pelaku usaha atau manajemen pada skala yang kecil maupun menengah, tidak peduli dengan adanya risk assessment ini. Terkesan menyepelekan berbagai hal penting dalam pencegahan adanya suatu risiko. 

Umumnya, risiko ini ada dua komponen yakni risiko bawaan dan pengendalian. Apabila para pelaku usaha atau pihak pentingnya tidak melakukan penilaian risiko dari kedua komponen itu. Maka mereka tidaklah memiliki suatu dasar dalam mencegah risiko. 

2. Adanya Pihak Ketiga

Bantuan oleh pihak ketiga dalam hal ini, umumnya mampu membantu dalam penilaian. Itupun apabila pihaknya melakukan sesuai dengan standar yang sudah ada. Selain itu, meskipun sudah dibantu oleh pihak lain namun harus tetap dilakukan pengecekan ulang. Dengan begitu dapat dipertimbangkan apakah pihak ketiga mampu memberikan kemajuan yang responsif.

3. Korelasi Dengan Auditor Tidak Baik

Melakukan substantif tanpa adanya keterkaitan dengan penilaian risiko, maka berakibat dengan tidak tercapainya sebuah sasaran. Dalam hal ini, pihak bersangkutan dapat menggunakan prosedur dari perusahaan lain yang sejenis. Pendekatan seperti ini mampu menghadirkan korelasi yang tidak efisien. Dikarenakan menyelesaikan suatu masalah tanpa mempertimbangkan risiko lainnya dan tanggapan klien. 

4. Tidak Berhasil Memberikan Respon Secara Signifikan

Risiko signifikan merupakan risiko yang didasarkan dalam pertimbangan professional. Seringkali dihubungkan dengan transaksi yang tidak rutin dan membutuhkan perhatian khusus dari pihak manajemen. 

Strategi Menanggulangi Risk Assessment

Setelah melakukan berbagai identifikasi pada sebuah pencegahan risiko, perusahaan juga harus melakukan strategi untuk menanggulangi risiko. Hal itu dilakukan untuk memindahkan berbagai dampak yang mungkin dapat mempengaruhi operasional secara keseluruhan. Terdapat beberapa strategi yang dapat Anda terapkan, yakni :

1. Berusaha Semaksimal Mungkin Menghindari Risiko

Menghindari adanya sebuah risiko, tentu menjadi tujuan utama dari berbagai perusahaan proyek konstruksi atau perusahaan lainnya. Strategi ini sangat penting, agar dapat diketahui bahwa perusahaannya berpotensi tidak ada risiko. Terkadang, Anda perlu untuk merelakan keuntungan lainnya agar tidak terjadi sebuah risiko besar. 

2. Mengurangi Potensi Risiko

Mencegah risiko sudah termasuk dalam hal mengurangi sebuah kerugian. Sebagai contoh, dalam konstruksi digunakan peralatan yang memiliki kualitas tinggi. Meskipun harus mengeluarkan budget lebih tetapi akan jauh lebih aman. Sehingga dapat mengurangi atau menghindari adanya kecelakaan kerja. 

3. Perkiraan Risiko dan Mentransfernya

Berguna untuk mempermudah dan membantu dalam memperkirakan berbagai kemungkinan risiko yang akan tiba. Entah itu risiko dari internal maupun eksternal, yang nantinya berdampak pada finansial suatu proyek. Dalam merentas risiko terbagi menjadi 2, yakni terencana dan tidak terencana.

Lain halnya dengan mentransfer risiko. Dalam hal ini bermakna memindahkan seluruh atau sebagian kemungkinan risiko kepada orang atau pihak lainnya. Dilakukan dengan melalui proses negosiasi terlebih dahulu. Agar tidak ada yang merasa dirugikan dalam hal ini. 

4. Memiliki Sebuah Asuransi

Mempunyai asuransi menjadi strategi yang bagus dan sering dipakai dalam menanggulangi risiko. Dengan adanya asuransi, ia bersedia untuk menanggung kerugian yang akan muncul di suatu hari. Pastinya terdapat sebuah kontrak, yang wajib untuk disetujui oleh kedua belah pihak. 

Itulah pembahasan lengkap seputar risk assessment. Mulai dari definisinya, tahapan identifikasi, faktor penyebab kesalahan pada penilaian risiko dan strategi yang wajib dilakukan. Dengan adanya penilaian risiko atau risk assessment ini sangatlah membantu berbagai pihak atau pelaku usaha. Dapat membantu mencegah atau melakukan antisipasi terhadap risiko yang suatu saat muncul. 

Artikel Terkait


Deprecated: Berkas Tema tanpa footer.php tidak digunakan lagi sejak versi 3.0.0 dan tidak tersedia penggantinya. Harap sertakan templat footer.php dalam tema Anda. in /home/wiracoid/public_html/wp-includes/functions.php on line 5653