You are here:

Apa itu Reciprocating? Berikut Definisi, Cara Kerja, dan Contohnya

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Mungkin Anda sering mendengar kata reciprocating pada jenis pompa, mesin, kompresor, maupun gergaji. Sejatinya, reciprocating adalah salah satu jenis gerak atau prinsip kerja suatu mesin. Namun, gerak yang seperti apa?

Artikel berikut ini akan membahas tentang definisi dari reciprocating, cara kerjanya, dan juga contoh alat-alat yang menggunakan prinsip kerja reciprocating.

Definisi Reciprocating

Pada hakikatnya, gerak resiprokasi atau reciprocating adalah gerakan bolak-balik linear yang bisa berbentuk gerakan naik-turun atau maju-mundur secara berulang-ulang. Adapun pengaplikasinya pada alat atau mesin biasanya akan membutuhkan komponen yang saling terhubung misalnya penggerak seperti piston.

Gerak reciprocating dapat Anda temukan dalam mekanisme kerja alat-alat seperti kompresor, pompa, dan gergaji. Berikut ini adalah penjabaran masing-masing alat tersebut.

Kompresor Reciprocating

Reciprocating compressor yang sering disebut juga dengan kompresor piston adalah kompresor yang mengkompres udara dengan menggunakan sistem piston yang bergerak secara maju-mundur di dalam silinder. 

Tabung silinder tersebut memiliki dua buah port yaitu port inlet (suction) dan port outlet (discharge) yang bekerja secara berhubungan. Ketika piston berada di atas atau di dekat port inlet, maka port outlet akan bergerak turun sehingga udara dari port inlet akan masuk ke dalam silinder. Selanjutnya, udara yang berada di dalam tabung silinder akan terpompa dan terkompres keluar melalui port outlet ketika piston bergerak naik ke atas. 

Kompresor reciprocating memiliki empat jenis konfigurasi, yaitu horizontal, vertikal, horizontal balanced-opposed, dan tandem. Masing-masing konfigurasi ini dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan volume udara. Berdasarkan sistem kerjanya, kompresor reciprocating terdiri dari dua jenis, antara lain:

1. Sistem Kerja Tunggal

Jenis sistem kerja tunggal kompresor reciprocating adalah jenis yang sering ditemukan di pasaran. Penggunaannya banyak digunakan pada bidang pekerjaan yang membutuhkan tekanan udara yang kecil seperti bengkel, pemeliharaan dan perbaikan industri. 

2. Sistem Kerja Ganda

Kompresor dengan sistem kerja ganda umumnya memiliki port inlet dan outlet pada kedua sisi tabung silinder. Cara kerjanya mirip dengan sistem kerja tunggal. Hanya saja jenis ganda biasa digunakan pada industri-industri besar seperti kereta api dan industri yang menggunakan tekanan hingga 150 BAR. 

Kelebihan dari kompresor reciprocating adalah harganya yang terjangkau dan perawatan yang mudah dilakukan. Selain itu dapat digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan tekanan yang tinggi. Di sisi lain, kekurangan dari kompresor reciprocating adalah suara bising dan suhu udara yang dihasilkan tinggi. Udara yang dihasilkan juga memiliki kandungan minyak yang cenderung tinggi.

Pompa Reciprocating

Selain kompresor, ada pula jenis pompa yang menggunakan prinsip kerja reciprocating. Pompa reciprocating adalah pompa yang menggerakkan fluida dengan menggunakan tekanan yang dihasilkan oleh mekanisme penggerak pompa yang bekerja secara maju-mundur di dalam silinder. 

Secara umum, pompa ini tersusun dari beberapa komponen antara lain:

  • Piston/plunger/diafragma, yaitu komponen penggerak yang mengatur pergerakan masuk keluarnya fluida.
  • Ring atau seal, yaitu komponen yang mampu mencegah kebocoran fluida.
  • Silinder, komponen yang menampung kerjanya piston dan fluida.
  • Katup masuk atau inlet/suction valve, yaitu komponen yang berfungsi untuk mengatur masuknya fluida saat proses penghisapan.
  • Katup keluar atau outlet/discharge valve, komponen yang mencegah fluida agar tidak kembali ke dalam ruang kerja pompa. 

Pergerakan fluida diatur oleh katup masuk dan katup keluar. Bisa dikatakan volume fluida yang masuk dan keluar akan sama. Umumnya kapasitas pompa reciprocating adalah 10 atm dan kecepatan putar sekitar 250-500 rpm. Dimensi tersebut cukup tergolong besar dan berat, sehingga pompa ini sering digunakan pada industri seperti lumpur, minyak, bahan kimia, dan juga uap.

Salah satu contoh pompa reciprocating adalah metering pump, yaitu pompa yang mampu 

menghasilkan volume fluida yang diinginkan sesuai kebutuhan. Adapun jenis pompa ini mampu dibedakan berdasarkan penggeraknya antara lain:

1. Pompa Piston

Seperti namanya, pompa ini menggunakan piston sebagai penggerak untuk menghisap dan mengeluarkan fluida. Piston atau torak ini akan bergerak maju-mundur di dalam silinder. Fluida yang masuk akan ditekan oleh piston sehingga mampu naik dan menuju ke titik alur keluar. 

2. Pompa Plunger

Cara kerja pompa ini mirip dengan pompa piston. Yang membedakan adalah bentuk dari pompa ini yang lebih panjang serta paking yang menempel pada silinder. Penggerak dari pompa ini adalah plunger atau silinder baja yang panjang.

3. Pompa Diafragma

Pompa reciprocating jenis ini adalah pompa yang didesain memiliki diafragma yang bekerja mirip seperti paru-paru manusia. Diafragma atau membran ini terbuat dari karet yang terhubung dengan baut pada komponen lain.

Fluida akan terhisap masuk ketika diafragma mengempis dan sebaliknya fluida akan keluar ketika diafragma mengembang karena adanya perbedaan tekanan pada dua komponen katup tersebut. 

Gergaji Reciprocating

Gerak reciprocating juga dapat Anda temukan pada mekanisme gergaji reciprocating. Jenis gergaji ini menggunakan gerakan maju-mundur pada mata pisau untuk memotong berbagai macam material dan kegunaan mulai dari logam, kayu, bahan komposit, hingga papan gipsum.

Mekanisme gergaji ini biasanya menggunakan engkol yang terhubung dengan roda untuk menggerakkan batang yang terhubung dengan mata pisau gergaji. Umumnya gergaji reciprocating saat ini hadir dengan fitur kecepatan yang bisa diatur. 


Itulah penjabaran mengenai reciprocating serta penggunaannya pada berbagai macam alat. Reciprocating adalah prinsip kerja yang sederhana, namun memiliki manfaat yang berguna bagi kehidupan manusia.

 
 

Artikel Terkait