You are here:

Rangka Baja Ringan – Harga, Ukuran, Cara Pemasangan

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Rangka baja ringan adalah salah satu material yang sering digunakan sebagai penopang dalam konstruksi rangka atap pada sebuah hunian. Sebenarnya tak hanya baja ringan, tetapi ada juga material lain seperti kayu dan baja konvensional. Namun, material ini kini lebih populer di kalangan masyarakat yang ingin membangun rumah. Mengapa demikian?

Seperti namanya, baja ringan terbentuk dari bahan baja yang lebih ringan dan ukuran yang lebih tipis dari baja normal umumnya. Hal ini tentu mempermudah pekerja Anda dalam proses pemasangan rangka atap bangunan. Meski bobotnya ringan, material ini kokoh untuk menunjang bermacam variasi atap yang akan Anda gunakan. Bagaimana dengan dari segi harga? Simak artikel berikut untuk mengetahuinya.

Harga Rangka Baja Ringan

Harga rangka baja ringan adalah Rp29.000 hingga Rp150.000, cukup beragam tergantung dari jenis dan ukurannya. Dibandingkan dengan material lain, harga baja ringan lebih terjangkau. Hal ini merupakan salah satu keunggulan tersendiri dari material ini. 

Tabel Harga Rangka Baja Ringan

No

Jenis

Panjang

Harga

1.

Reng Baja Ringan 0.40 mm 

6 meter

Rp35.000 – Rp55.000

2.

Reng Baja Ringan 0.45 mm

6 meter

Rp40.000 – Rp60.000

3. 

Kaso Baja Ringan 0.65 mm

6 meter

Rp70.000 – Rp95.000

4.

Kaso Baja Ringan 0.70 mm

6 meter

Rp75.000 – Rp98.000

5.

Kaso Baja Ringan 0.75 mm

6 meter

Rp80.000 – Rp100.000

6.

Kaso Baja Ringan 1.00 mm

6 meter

Rp105.000 – Rp150.000

 

Ukuran Rangka Baja Ringan

Ukuran rangka baja ringan memiliki ketebalan mulai dari 0.75 mm hingga 1.00 mm. Meski ketebalan material ini tidak terlalu tebal, baja ringan mempunyai ketahanan yang lebih lama dibandingkan dengan material lainnya. Tergantung jenis dan material bahannya, ukuran baja ringan bisa beragam. Pada umumnya, terdapat tiga jenis rangka baja ringan, yaitu:

  1. Baja ringan kaso, baja yang dilapisi seng, aluminium ataupun bahan Galvanis, memiliki ketebalan 0.60 mm, 0.65 mm, 0.70 mm, 0,75 mm dan 1.00 mm. 
  2. Baja ringan reng, baja dengan bentuk trapesium umumnya digunakan untuk meletakkan atap, memiliki ukuran ketebalan 0.45 mm dengan tinggi profil reng mulai dari 28 mm hingga 40 mm. 
  3. Baja ringan taso, dengan tebal 0.65 mm, 0.75 mm, 0.80 mm dan 1.00 mm. Taso ini adalah salah satu merk baja ringan yang ada.

Cara Pemasangan Rangka Baja Ringan

Pemasangan rangka baja sebagai penopang atap bangunan sebaiknya mengikuti persyaratan teknis dan langkah kerja yang sistematis. Sebagai langkah awal, buatlah struktur pendukung yang berupa kolom atau ring balk guna mempermudah pemasangan posisi rangka baja ringan dengan akurat sesuai letaknya. 

Sebelum proses pemasangan rangka atap, pastikan bahwa kuda-kuda terpasang kuat, stabil dan tegak lurus dengan ring balk. Langkah selanjutnya adalah pemasangan nok. Nok adalah struktur bangunan guna mengikat kuda-kuda satu dengan lainnya. Nok harus dipasang dengan ketinggian apex yang sama, begitu pula dengan sisi miring atap. Pastikan juga tidak ada bagian yang bergelombang, karena jika tidak, bisa mengakibatkan perubahan bentuk pada konstruksi bangunan. 

Setelah memastikan kuda-kuda terpasang dengan akurat, kencangkan kuda-kuda tersebut dengan mengencangkan plat L dengan ring balk menggunakan dynabolt. Dynabolt ini adalah baut tanam yang digunakan untuk menghubungkan dua elemen berbeda pada bangunan. Untuk memastikan kuda-kuda tidak berubah posisi, gunakan balok sebagai penopang sementara.

Langkah berikutnya adalah pemasangan bracing. Langkah ini berguna sebagai penguatan yang diikuti oleh baja ringan reng sesuai dengan peletakan penutup atap. Gunakan dua buah sekrup berukuran 10-16×16 untuk mengikat kuda-kuda dan reng.

Pasang outrigger, sebuah tambahan setelah kuda-kuda terakhir penumpu ring balk, sebagai langkah selanjutnya. Pada langkah terakhir, baja ringan reng langit-langit bisa dipasang pada permukaan bottom chord (bagian bawah) kuda-kuda dan sekrup berjarak 120 cm.

Cara Menghitung Rangka Baja Ringan

Sebagai langkah awal sebelum pemasangan adalah menghitung volume kebutuhan atap bangunan. Rumus ini tidaklah sulit dan juga masih menggunakan ukuran meter persegi (m2).

(Panjang bangunan + overstek genteng (kedua sisi) ) x (lebar bangunan + overstek genteng (kedua sisi))/derajat kemiringan atap genteng (cos derajat)

Sebagai contoh, rumah Anda mempunyai panjang 7 meter dan lebar 11 meter dengan overstek 2 meter pada setiap sisinya. Kemiringan atap adalah 30 derajat. Maka volumenya adalah (7+2+2) x (11+2+2) / (cos 30=0,866) = 190 m2. 

Untuk penghitungan total biaya, Anda hanya butuh mengalikan volume tersebut dengan harga baja ringan yang dipilih. Sebagai perandaian, Anda memilih jenis baja ringan kaso 0.70 mm seharga Rp98.000. Maka biayanya adalah 190m2 x Rp98.000 = Rp18.620.000.

Artikel Terkait