Deprecated: Berkas Tema tanpa header.php tidak digunakan lagi sejak versi 3.0.0 dan tidak tersedia penggantinya. Harap sertakan templat header.php dalam tema Anda. in /home/wiracoid/public_html/wp-includes/functions.php on line 5653
Pompa Hidrolik - Pengertian, Jenis dan Prinsip Kerjanya

Pompa Hidrolik – Pengertian, Jenis dan Prinsip Kerjanya

Share

pompa-hidrolik

Ketika mendengar nama sistem hidrolik, tentunya tidak akan jauh-jauh dari sebuah alat yang bernama pompa hidrolik. Sering dipergunakan pada berbagai bidang yang mana ditujukan untuk membantu meringankan pekerjaan manusia. 

Pompa hidrolik adalah alat yang sering dijumpai untuk mengangkat barang-barang berat. Dengan memanfaatkan sebuah energi, yang mana mengubah energi mekanik menjadi sebuah energi hidrolik. 

Suatu sistem hidrolik tentu tidak akan berjalan apabila tidak adanya sebuah pompa hidrolik. Pompa ini merupakan komponen penting dalam sistem hidrolik. Sebuah sistem ini memanfaatkan fluida agar dapat menciptakan tenaga mekanis. Lantas seperti apa fungsi dan kegunaannya serta bagaimana cara kerjanya. Simak pembahasan mengenai pompa hidrolik berikut ini.

Pengertian Pompa Hidrolik

Sebelum mengulas tentang bagaimana suatu mesin hidrolik tersebut, alangkah baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu tentang sistem hidrolik. Lalu seperti apa sistem hidrolik tersebut? Pada umumnya, sistem hidrolik adalah sebuah rangkaian komponen yang mampu mengubah suatu energi.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa kata hidrolik berasal dari bahasa Greek. Tersusun dari kata hydro yang memiliki arti air dan aulos yang berarti sebuah pipa. Sistem ini lebih sering disebut sebagai sebuah penggerak. 

Seperti pada hukum pascal, yang mana berbunyi bila suatu zat cair diberikan sebuah tekanan. Maka tekanan tersebut dapat merambat ke berbagai arah dan tidak adanya tambahan maupun kurangan dari kekuatan tekanan yang diberikan. Dengan adanya hukum seperti itu, membuat alat ini banyak digunakan dalam berbagai kegiatan.

Dengan begitu, pompa hidrolik adalah sebuah komponen hidrolik yang telah menyediakan sebuah cairan dengan tekanan tertentu. Hal tersebut dimaksudkan guna untuk transmisi hidrolik. Dalam pompa tersebut berguna untuk mengubah sebuah energi mekanik menjadi sebuah energi dengan bertekanan cairan. 

Tentunya Anda sering menjumpai alat ini pada bidang proyek, properti bahkan otomotif. Atau bahkan alat ini sangat sering digunakan untuk dongkrak ataupun mesin pres. 

Kegunaan Pompa Hidrolik

Berguna untuk mengambil sebuah energi dari suatu sumber dan melakukan pemindahan energi, yang mana ditransfer dalam bentuk hidrolik. Dalam kata lain, fungsi sebuah pompa hidrolik ini mengubah energi mekanik menjadi sebuah tenaga hidrolik. Yang nantinya akan dipergunakan untuk menjalankan mesin hidrolik. 

Pada sebuah sistem ini, kegunaannya adalah untuk menimbulkan atau menciptakan suatu aliran fluida. Selain itu, juga memberikan gaya sesuai dengan jumlah kebutuhan yang diperlukan. Umumnya, alat ini akan menghasilkan dua kegunaan atau fungsi utama ketika sedang bekerja, yakni :

1. Flow

Pada alat ini, menghasilkan sebuah gerakan yang nantinya akan menghisap sebuah fluida. Kemudian cairan fluida tersebut akan dibawa ke dalam ruang tekan pompa atau yang biasa disebut chamber. Nantinya fluida tersebut akan dibawa dan didorong pada sistem hidrolik. 

2. Kevakuman

Dalam sistem ini terdapat sebuah saluran yang bernama inlet. Di saluran inilah yang nantinya akan menciptakan kevakuman. Hal ini ditujukan agar mendorong cairan fluida agar masuk kedalam sistem pompa.

Mesin hidrolik sering dianggap sebagai alat pembangkit tekanan, padahal mesin ini hanya dipergunakan untuk memproduksi aliran fluida. Lain halnya dengan tekanan fluida, hal tersebut akan muncul dikarenakan adanya gaya persatuan luas dan hambatan. 

Dengan begitu, pompa hidrolik harus dan mampu berjalan dengan baik. Hal tersebut akan bergantung dalam kinerja sebuah sistem hidrolik. Dikarenakan saling kebergantungan satu sama lain. 

Jenis-Jenis Pompa Hidrolik

Dalam pompa hidrolik umumnya menimbulkan sebuah aliran atau flow. Pada prinsip operasinya lebih sering disebut displacement. Hal tersebut dikarenakan zat cair atau cairan fluida diambil kemudian dipindahkan pada tempat lain. 

Perlu Anda ketahui bahwa secara umum, pompa ini mengubah tenaga mekanik menjadi sebuah tenaga hidrolik. Sedangkan untuk displacement, merupakan sebuah volume zat cair yang dipindahkan pada putaran pompa. 

Mesin ini juga memiliki beberapa tipe dan kegunaannya masing-masing. Pompa hidrolik telah diklasifikasikan menjadi beberapa kelas, mulai positive displacement dan non-positive displacement. Berikut pembagian kelasnya, antara lain : 

1. Positive Displacement

Untuk jenis atau tipe satu ini, memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang khas dan berbeda dari jenis lainnya. Mulai dari memiliki sebuah internal leakage kecil. Selain itu positive displacement mempunyai perubahan tekanan yang berpengaruh kecil terhadap suatu kapasitasnya. Hal tersebut mampu menahan kebocoran apabila tekanan sedang naik. 

Pada jenis ini sendiri sebenarnya juga masih dibagi menjadi beberapa klasifikasi. Yakni fixed displacement pumps dan variable displacement pumps. Untuk fixed biasanya menghasilkan volume oli yang sama dan tidak pernah berubah-ubah. Sedangkan variable menghasilkan volume yang berbeda setiap putaran pompanya. 

a. Gear Pump

Pada jenis ini yakni gear pump atau yang biasa disebut dengan pompa roda gigi. Sering dipergunakan pada berbagai sistem karena jenis ini sangat sederhana dan ekonomis. Jenis ini tergolong fixed displacement. Selain itu, gear pump juga masih terbagi menjadi 2 golongan, yakni internal gear pump dan eksternal gear pump.

b. Vane Pump

Untuk vane pump memiliki 2 output, yakni fixed dan variable. Vane ini akan bergerak masuk dan keluar pada sebuah slot yang ada di dalam rotor. Pada jenis sistem hidrolik satu ini, terdapat komponen yang bernama housing. Disini komponennya berguna untuk membantu jalan kerjanya komponen lain dan mengarahkan flow masuk. 

c. Piston Pump

Piston pump terbagi menjadi 2 tipe, yakni axial piston pump dan radial piston pump. Untuk axial piston pump yang termasuk dalam fixed displacement, bergerak dengan model lurus maju dan mundur paralel. Berbeda halnya dengan axial yang termasuk dalam variable displacement. Umumnya bergerak secara maju mundur dengan merubah sudutnya sendiri. Perubahan sudut inilah yang mampu membuat pump flow bekerja secara maksimal. 

2. Non Positive Displacement

Sedangkan untuk jenis lainnya, yakni non positive displacement. Juga memiliki ciri khas dan karakteristiknya sendiri, sangat berkebalikan dengan ciri dari positive displacement. Yakni internal leakage besar dan perubahan tekanan sangat berpengaruh besar terhadap kapasitasnya. 

Non positive displacement ini, memiliki efisiensi yang cukup rendah dibandingkan dengan jenis positive displacement. Hal tersebut disebabkan oleh output pada flownya turun secara sangat drastis. Pompa jenis ini lebih banyak dan sering digunakan pada sebuah aplikasi dengan tekanan yang rendah. 

Prinsip dan Komponen Pompa Hidrolik

Sesuai dengan pembahasan sebelumnya bahwa, sebuah pompa hidrolik mampu menghasilkan energi mekanis hanya dengan memanfaatkan suatu cairan. Cairan atau fluida tersebut diolah sedemikian rupa dengan perangkat yang ada pada mesin ini. Dalam sebuah sistem hidrolik tentunya telah tersusun oleh beberapa komponen penting, antara lain :

1. Tangki Hidrolik

Komponen penyusun pertama yang sangat penting adalah tangki hidrolik. Dalam tangki ini berguna untuk menampung seluruh cairan yang nantinya akan menjadi penggerak. Selain itu, komponen ini juga berguna sebagai pendingin untuk cairan yang ada di dalamnya.

2. Pompa Hidrolik

Selanjutnya, bagian ini tak kalah penting dalam sebuah proses sistem hidrolik. Pompa hidrolik inilah yang sangat berpengaruh pada sistem mesin ini. Dapat menghasilkan aliran hidrolik yang berasal dari sebuah zat cair. 

3. Katup Kontrol

Katup kontrol atau yang memiliki sebutan lain, yakni control valve. Untuk bagian ini berguna sebagai pengarah cairan fluida agar dapat menuju di berbagai komponen yang membutuhkan cairan tersebut.

4. Katup Tekanan

Kemudian ada katup pengatur tekanan atau yang biasa disebut dengan nama main relief valve. Komponen ini memiliki fungsi sebagai pengontrol. Sangat berperan penting dalam mengontrol tekanan yang masuk dalam sistem hidrolik. Dikarenakan tekanan yang tinggi mampu menyebabkan kerusakan pada sistem.

5. Filter dan Aktuator

Dalam sistem ini terdapat filter, yang berguna untuk melakukan penyaringan. Dilakukan penyaringan guna menghindari gangguan pada sirkulasi sistem. Dengan menggunakan filter ini diharap mampu meningkatkan kebersihan pada cairan. Sedangkan untuk aktuator, berguna untuk mengontrol sistem hidrolik. Komponen inilah yang mampu mengubah energi hidrolik menjadi mekanis.

Cara Kerja Pompa Hidrolik

Untuk cara kerjanya sendiri, dimulai ketika piston ditarik. Dengan tertariknya piston maka ruang yang berada di dalam pompa akan semakin luas. Ruangan yang semakin membesar mampu menciptakan tekanan yang sangat kecil atau rendah. Hal tersebut dikarenakan tekanan udara yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan yang ada pada ruang pompa. 

Perbedaan tekanan inilah, yang nantinya mampu membuat fluida secara otomatis masuk dalam ruang pompa. Kemudian akan masuk melalui check valve yang berada di saluran inlet. Setelah piston dilepas atau didorong masuk, maka piston menekan fluida dan nantinya akan keluar dengan sendirinya. 

Dengan adanya tekanan yang besar, nantinya saat fluida atau cairan tersebut berusaha keluar. Inilah yang kemudian mampu mengeluarkan sebuah energi potensial. Kemudian cairan tersebut akan melalui berbagai hambatan yang ada pada rangkaian komponen. Dan nantinya mampu keluar dan menghasilkan sebuah tekanan. 

Inilah pembahasan seputar pompa hidrolik. Mulai dari definisi, kegunaan, tipe-tipenya dan komponen penyusun serta cara kerja pada sistemnya. Dari ulasan tersebut diketahui bahwa sistem ini memang cukup krusial. Meskipun begitu, pompa hidrolik telah mampu dan berhasil menghasilkan sebuah energi gerak atau potensial. Dengan begitu, tanpa adanya aliran atau tekanan ini tidak akan memunculkan sebuah energi. 

Artikel Terkait


Deprecated: Berkas Tema tanpa footer.php tidak digunakan lagi sejak versi 3.0.0 dan tidak tersedia penggantinya. Harap sertakan templat footer.php dalam tema Anda. in /home/wiracoid/public_html/wp-includes/functions.php on line 5653