You are here:

Paper Mill – Pengertian, Sejarahnya Hingga Cara Kerja

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
paper-mill

Kertas merupakan sebuah benda dengan bentuk lembaran yang tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga. Tentunya semua orang pernah menggunakan dan memakai lembaran ini dalam hal tulisan. Seperti yang diketahui bahwa, sebuah lembaran kertas berasal dari bubur kertas yang terbuat dari pohon. Guna mempermudah dalam pembuatan terciptalah paper mill. 

Pada proses pembuatan sebuah kertas umumnya memiliki beberapa tahapan. Mulai dari penyediaan stok bahan hingga pembentukan lembaran-lembaran. Tentunya pada produk usaha penghasil kertas sudah tidak asing dengan alat berat bernama paper mill. Yang mana berguna untuk mengubah bahan baku utama menjadi sebuah lembaran kertas. Mari simak pembahasan lebih lanjut mengenai paper mill berikut ini.

Apa Itu Paper Mill?

Dalam bidang usaha pembuatan kertas, pasti memiliki sebuah alat berat yang berguna untuk menghasilkan lembaran kertas. Alat tersebut bernama paper mill, merupakan sebuah alat berat yang sangat besar dan lebar serta mampu menghasilkan kertas. Paper mill mampu mengubah sebuah kayu yang sangat keras dan besar menjadi sebuah kertas yang kecil dan lembut.

Dengan adanya sebuah alat ini, tentunya memberikan kemudahan bagi para pekerja pembuat kertas. Tak perlu lagi susah-susah menggunakan tenaga, yang dahulu kala menggunakan tangan sebagai alat pembuatnya. Kini, paper mill mampu membantu dan mempermudah dalam pembuatan lembaran kertas dengan sangat cepat, efektif dan diproduksi dalam jumlah yang banyak.

Mesin raksasa ini, awalnya menerima sebuah kayu-kayu yang telah ditebang dan telah melalui proses pemilahan yang disebut coupe. Selanjutnya di dalam mesin, kayu atau ranting-ranting dipotong dan dihancurkan sedemikian rupa hingga menjadi bubur kertas. Pulp atau bubur kertas yang dihasilkan ini kemudian dicetak menjadi sebuah lembaran kertas yang sangat panjang. 

Sejarah Paper Mill

Menurut sejarahnya, pada saat tahun 1799 ada seseorang yang bernama Nicholas Louis Robert. Ia berhasil menemukan suatu cara atau proses membuat lembaran-lembaran kertas dalam sebuah wire screen yang bergerak. Alat yang ditemukan ini diberikan sebuah nama yakni Fourdrinier. Saat itu, mesin ini masih terus-terusan mengalami berbagai perbaikan.

Selanjutnya, John Dickinson berhasil menemukan sebuah alat yang dapat dan mampu menunjang kinerja dari mesin pembuat kertas tersebut. Saat itu pada sekitar tahun 1809 dan beri nama mesin silinder. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1826, steam cylinder pertama kali digunakan sebagai pengering pada proses pembuatan kertas. 

Pada tahun 1927, Amerika Serikat juga menggunakan alat temuan dari Nicholas dalam pembuatan lembaran kertas. Saat itu mesin ini, menggunakan bahan baku berupa kain bekas. Sayangnya waktu itu, kain bekas mulai berkurang dan menipis. 

Friedrich Gottlob Keller menemukan sebuah mesin pembuat kertas yang menggunakan proses mekanik pembuatan pulp atau bubur kayu. Saat tahun 1814 hasil kertas dari sebuah mesin tersebut memiliki kualitas yang rendah. Kemudian sekitar tahun 1853-1854, ada seorang bernama Charles Watt dan Hugh Burgess mencoba menggembangkan sebuah pembuatan kertas menggunakan soda. 

Ada seorang kimiawan berasal dari Amerika, yakni Benjamin Chew Tilghman. Pada sekitar tahun 1857, beliau berhasil mendapatkan British Patent yang berguna untuk proses sulfit. Bubur kayu atau pulp yang dihasilkan dari sebuah proses tersebut memiliki kualitas yang bagus dan siap untuk diproduksi. 

Cara Kerja Paper Mill

Pada suatu proses pembuatan lembaran kertas, umumnya memiliki dua tahapan yakni stock preparation dan paper machine. Pada persiapan stok masih banyak tahap-tahap yang dilakukan. Sedangkan pada paper machine, masih terbagi lagi menjadi 2 tahap yakni wet dry dan dry end. 

Pertama yang dilakukan adalah persiapan bahan atau stok dalam pembuatan lembaran kertas. Dimana bahan utamanya berupa serat-serat diproses dalam mesin sehingga menjadi bubur pulp. Hasil tersebut yang menjadi sebuah bahan penyusun kertas. Saat proses ini, meliputi penguraian pulp, pembersihan, penggilingan dan pencampuran serta mengkondisikan kertas sebelum dikirim ke headbox. 

Bila dibahas lebih detail, awal mula bahan utamanya dimasukkan ke dalam bejana besi besar yang telah diisi dengan air. Kemudian dipukul sehingga dapat menjadi sebuah bubur kertas. Setelah menjadi sebuah pulp, hasil ini dikirimkan ke dump chest. Hasil tersebut langsung diantarkan ke HDC atau yang biasa disebut hight density cleaner. Disini berguna untuk memisahkan segala kotoran dari serat yang mungkin ikut tercampur. 

Setelah dilakukan pemisahan, dialirkan ke sebuah alat bernama HDC chest yang berguna untuk tempat menampung. Ada sebuah alat bernama refining, di tempat ini ada sebuah proses mekanikal terhadap fiber. Yang mana dapat menimbulkan efek fiber antar serat pada kertas. Pada proses refining ini diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kualitas serta kekuatan pada kertas. 

Sudah melalui proses penggilingan dan pengurusan serat, bubur kayu tersebut dicampur dengan bahan lainnya pada mixing chest. Bertugas untuk menjamin keseragam stok dan meningkatkan kualitas pada buburan sehingga menghasilkan kekuatan kertas serta memperbaiki formasi. Kemudian stok dialirkan pada silo. Yang mana berguna untuk menampung dan mendistribusikan air dan memperkecil fariasi dalam waktu singkat serta membantu mengencerkan thick stock. 

Pada fan pump, berfungsi untuk mendorong atau memompa stok pulp yang akan dijadikan sebuah lembaran kertas. Kemudian dilakukan pengecekan kedua kalinya pada centri cleaner. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada campuran bahan atau sesuatu tercampur pada bahan utama pembuat kertas. Sebelum memasuki step terakhirnya, bahannya harus masuk ke dalam primary screen. 

Di alat ini, terjadi pengecekan selama 3 kali berturut-turut. Setelah lolos dalam screen ini, bubur kertas akan langsung dialirkan ke headbox. Bagian alat ini berguna untuk mendistribusikan fiber dengan merata dan mengarahkan agar fiber mengikuti orientasi yang diinginkan. Setelah semua itu dilakukan baru masuk ke dalam paper machine. 

Saat wet end, buburan diubah menjadi sebuah kertas basah. Selanjutnya pada press section, berfungsi untuk menghilangkan air melalui sistem press roll. Barulah masuk pada sesi dry end. Disinilah proses perubahan kertas basah menjadi kertas kering. Kertas basah akan masuk ke dalam dryer section, yang berguna untuk mengeringkan kertas dengan dilakukan penekanan. 

Setelah itu, pada size press berguna untuk melapisi lembaran kertas dengan chemical atau sebuah liquid. Pelapisan ini ditujukan untuk menghasilkan kertas dengan tingkat kehalusan yang tinggi. Untuk memastikan kertas sudah kering, dialirkan lembaran tersebut ke after dryer. Setelah menjadi kertas, masuk pada mesin calender yang berguna untuk meratakan permukaan dan merapikan formasi kertas.

Akhirnya, setelah kertas sudah selesai ditata dan dirapikan. Masuklah kertas pada mesin pope reel, agar menjadi sebuah gulungan kertas yang besar. Jumbo roll inilah yang nantinya dikirim ke bagian winder. Saat proses finishing, dilakukan untuk diproses menjadi potongan-potongan dan dikemas.

Itulah pembahasan lebih lanjut mengenai apa itu paper mill. Mulai dari pengertian, sejarah terciptanya paper mill hingga bagaimana cara kerja atau pengoperasiannya. Dengan adanya sebuah mesin ini tentunya sangat membantu manusia dalam menunjang kehidupannya. Semoga pembahasan seputar paper mill dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda. 

Artikel Terkait