You are here:

Metalurgi – Definisi, Sejarah Hingga Tekniknya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
metalurgi

Dalam dunia industri, umumnya banyak cabang ilmu yang telah mempelajari dan memperdalam berbagai materi atau ilmu. Yang mana berguna dalam dunia konstruksi atau bidang pekerjaan lainnya. Tentunya sudah tidak asing lagi dengan sebuah keilmuan logam atau yang lebih sering disebut metalurgi. 

Bagi orang awam tentunya sangat asing ketika mendengar nama bidang ilmu satu ini. Dikarenakan sangat jarang dibahas ataupun diperbincangkan. Keilmuan logam ini, atau metalurgi adalah sebuah ilmu yang mempelajari berbagai perilaku dalam kimia, fisika bahkan mekanika dari sebuah logam. Lantas seperti apa dan bagaimana teknik dalam keilmuan logam ini. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan mengenai metalurgi berikut ini.

Apa Itu Metalurgi?

Ilmu logam ini merupakan kata yang berasal dari Bahasa Yunani Kuno, Metallourgos. Yang mana berarti pekerja logam. Metalurgi adalah sebuah gabungan kata dari metallon yang berarti logam dan kata ergon yang berarti kerja. Sesuai dengan asal usul namanya, bidang ilmu ini sebuah keilmuan yang mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan logam.

Secara definisinya, metalurgi adalah bidang keilmuan yang mendalami tentang perilaku fisika, kimia dan mekanika dari sebuah logam. Menurut, para orang yang ahli kimia nama tersebut mengacu pada sebuah proses untuk ekstraksi logam dari mineral. Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu ini tak hanya berkaitan tentang ekstraksi logam. Melainkan juga tentang produksi logam, yang meliputi pengolahan dan pengerjaan untuk menghasilkan sebuah logam. 

Sedangkan, untuk teknik metalurgi adalah bidang ilmu rekayasa atau teknik yang mendalami tentang proses pengolahan mineral. Tak hanya itu saja, ilmu ini juga mempelajari mengenai sebuah proses ekstraksi, pembuatan logam, proses penguatan logam bahkan hubungan sifat mekanik antar logam. Yang mana pada intinya, ilmu ini mempelajari dan mendalami berbagai hal atau sifat-sifat kimia yang ada pada logam. 

Sejarah Dari Metalurgi

Dalam sejarah ilmu logam, awalnya bermula dari sebuah teknologi pengolahan sebuah hasil pertambangan. Logam yang paling sering digunakan manusia saat itu adalah emas. Dikarenakan sangat mudah ditemui dan dijumpai, bahkan pada gua-gua di Spanyol saat sekitar 40.000 SM. 

Kemudian mulai ditemukan logam lainnya berupa perak, tembaga dan besi serta timah. Hal inilah yang memungkinkan dan menyebabkan mulai adanya sebuah pengerjaan logam, namun dalam jumlah yang terbatas. Saat itu, banyak peralatan besi atau senjata kerajaan yang diproduksi dari hasil logam. 

Pada zaman itu, ekstraksi besi dari sebuah biji kemudian dimasukkan ke dalam logam. Dan tampaknya menjadi sebuah pengolahan yang sulit untuk diolah. Proses ini ditemukan oleh orang-orang Hittit pada sekitar 1200 SM. Seperti yang diketahui, bahwa proses ekstraksi dan pengolahan besi menjadi sebuah kunci keberhasilannya. 

Dalam perkembangannya, teknik metalurgi dapat ditemukan dalam berbagai budaya dan peradaban. Banyak sebuah penerapan yang mungkin telah digunakan oleh Cina Kuno, bahkan sebelum orang Eropa mulai menguasai ilmu logam ini. Berdasarkan dengan keterkaitannya dengan pertambangan, inilah awal mula adanya pendidikan mengenai keilmuan logam. 

Pengolahan Mineral Dalam Metalurgi

Pada keilmuan logam, hal pertama yang sangat umum dan pasti untuk dipelajari adalah pengolahan mineral. Dibidang pengolahan mineral ini berguna untuk menentukan teknologi atau metode apa yang paling pas atau efisien dan efektif. Yang mana mampu memisahkan mineral yang mengandung logam dengan mineral pengotor. 

Umumnya, pada proses ini hal atau produk utama yang dihasilkan berupa konsentrat. Dan nantinya akan ditindaklanjuti dengan masuk ke dalam industri ekstraksi logam. Industri ini sering disebut dengan nama industri smelter.

Ekstraksi Logam Pada Metalurgi

Ekstraksi logam atau yang lebih dikenal dengan proses pengolahan dan pemurnian logam. Dalam ilmu ini, membahas seputar jalur-jalur ekstraksi logam. Biasanya, terdapat jalur pirometalurgi dan hidrometalurgi. Jalur yang ada ini didasarkan pada perbedaan suhu operasinya. 

Untuk jalur pirometalurgi umumnya memiliki suhu operasi minimal 500 C. Sedangkan pada jalur hidrometalurgi mempunyai suhu minimal 300 C saja. Dengan jalur yang berbeda, tentunya proses dan teknologi yang digunakan juga berbeda. 

Namun, umumnya dalam dunia industri biasa menggunakan kombinasi antara kedua jalur tersebut. Hal tersebut biasanya dipertimbangkan berdasarkan tekno ekonominya atau beberapa faktor-faktor lainnya. Dengan menggabungkannya diharap mampu menghasilkan sebuah logam dengan kualitas yang tinggi dan maksimal.

Teknik Metalurgi Fisik

Pada teknik metalurgi fisik, biasanya mempelajari tentang ciri atau sifat fisik dari logam. Yang meliputi mulai dari sifat mekanik bahkan sifat-sifat lainnya. Keilmuan logam ini membahas tentang teknik atau metode yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah logam. Dan nantinya dapat menjadi sebuah produk yang dapat memenuhi atau mempermudah kebutuhan manusia. 

Dalam teknik ini, mencakup sebuah proses pembuatan logam, pemanasan logam bahkan hingga proses pengerjaan logam atau yang biasa disebut metal working. Menjelaskan secara detail mengenai kejadian dan berbagai analisa yang berhubungan dengan sifat logam dalam strukturnya. Saat prosesnya berlangsung, umum terjadi sebuah proses penguatan dan pemanasan logam. Namun, tak jarang terjadi sebuah failure progress dan degradasi logam. 

Keuntungan Mempelajari Metalurgi

Penggunaan ilmu atau teknik metalurgi ini, mencakup berbagai hal yang sangat luas. Selain untuk dipelajari pada bidang pendidikan, ilmu ini dapat dipergunakan pada bidang teknik, engineering, pengolahan mineral hasil galian, ekstraksi logam, pemurnian logam, pemanasan dalam pembentukan logam dan mempelajari tentang teknologi pengoperasiannya serta berbagai perancangan dalam sistemnya. 

Keuntungan dalam mempelajari metalurgi atau keilmuan logam, diantaranya :

  1. Mampu memisahkan mineral berharga dengan mineral kotor dalam bijih hasil sebuah pertambangan, yang nantiya siap untuk diekstraksi.
  2. Mengetahui hubungan antar struktur mikro dan berbagai sifat logam serta panduannya. 
  3. Mampu membentuk logam dan memperbaikinya secara struktur sesuai dengan panduan logam.
  4. Dapat memadukan berbagai logam dengan unsur-unsur lainnya.

Dalam skala besar, keilmuan logam ini dapat diaplikasikan pada industri berupa pertambangan, otomotif, elektrik, pertahanan hingga aircraft. Oleh sebab itu, metalurgi membutuhkan pendalam ilmu yang spesifik. Bahkan di Indonesia sendiri, tak semua fakultas memiliki jurusan ini. Hanya ada di ITB, UI, ITS, Unjani, Untirta dan ITSB. 

Itulah pembahasan lengkap seputar keilmuan logam. Mulai dari definisi, sejarah, teknik metalurgi hingga keuntungan dari ilmu ini. Dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sangat bermanfaat pada dunia industri. Yang mana mampu mempelajari dan mendalami berbagai sifat dan karakteristik dari logam. Semoga pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda seputar metalurgi. 

Artikel Terkait