You are here:

Logam Berat – Pengertian, Contoh, Macam, Jenis [LENGKAP]

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
logam-berat

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya sudah tidak asing lagi dengan penggunaan dan pemanfaatan logam. Pada berbagai bidang industri, logam telah dipergunakan menjadi sebuah bahan baku untuk menciptakan suatu benda. Namun, tahukah Anda? Bahwa ada jenis logam yang termasuk zat beracun yakni logam yang berat. 

Secara umum, logam berat adalah suatu kelompok unsur dengan massa jenis tertentu. Bahkan bila telah mencapai pada titik atau tingkat tertentu, maka logam ini dapat menjadi sebuah bahan yang sangat berbahaya dan beracun. Lantas seperti apa saja macam-macam logam berat yang wajib diketahui? Simak pembahasannya, berikut ini.

Apa Itu Logam Berat ?

Dalam pengertian logam berat, biasanya diartikan sebagai suatu jenis atau unsur logam. Yang mana memiliki sebuah densitas, nomor atom atau berat atom dengan kriteria yang tinggi. Namun, tinggi rendahnya kriteria tersebut didasarkan oleh penggunaan yang bervariasi atau dicampurkan dengan metaloid. Hal ini juga yang memberikan pengaruh terhadap kandungan sebuah logam. 

Pada keilmuan logam atau metalurgi, logam berat adalah suatu kerapatan. Sedangkan pada fisika diartikan sebagai kriteria pembeda pada nomor atomnya. Sementara dalam bidang kimiawan, logam berat adalah sebuah jenis logam dengan sifat kimia khusus yang ada dalam zatnya. 

Menurut Harahap, adalah seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa logam ini memiliki sifat yang sangat mudah mengikat bahan organik. Jenis logam berat adalah material yang mengendap pada dasar perairan dan bersatu dengan berbagai sedimen yang ada. Sehingga mengakibatkan kadar dalam logam menjadi sangat tinggi. 

Sesuai dengan survei yang dilakukan oleh para ilmuwan, bahwa ada sekitar 118 unsur kimia yang telah diketahui. Namun, hanya ada sekitar 3 unsur yang telah memenuhi kriterianya. Hanya ada raksa, bismut, timbal yang dapat mencakup kriteria dalam jenis logam ini. 

Macam-macam logam berat adalah yang menjadi sebuah nutrisi esensial adalah besi, kobalt, dan seng. Ada juga jenis logam yang berbahaya antara lain perak, indium, dan ruthenium. Bahkan dalam jumlah besar atau tertentu dapat menjadi sebuah zat yang beracun yakni raksa, timbal, dan kadmium. 

Karakteristiknya sangat mudah dikenali, logam ini terlihat seperti tungsten dari sebuah logam yang ringan seperti natrium. Meskipun mudah dikenali, logam ini cenderung kurang efektif bila dibandingkan dengan logam ringan dan memiliki sulfida yang jauh lebih sedikit. Perlu diketahui bahwa, logam jenis ini relatif langka di kerak bumi. Namun, telah hadir dalam berbagai aspek kehidupan modern. 

Sifat dan Karakteristik Logam 

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, sudah diungkapkan bahwa terdapat berbagai ciri-ciri dan karakteristik khusus pada logam ini. Salah satunya adalah pendapat Palar pada tahun 2012, yang mengatakan beberapa ciri-ciri suatu material logam. 

Jenis logam ini mempunyai sebuah kemampuan yang baik untuk menjadi penghantar listrik atau konduktor. Selain itu, memiliki massa rapatan yang sangat tinggi. Umumnya, logam berat adalah suatu material yang dapat membentuk alloy dengan campuran logam lainnya. Serta logam jenis ini sangat mudah untuk dibentuk dan ditempa. 

Adapun pendapat lainnya, yakni Sutamihardja. Menurutnya jenis logam ini sangat sulit untuk didegradasi. Material ini juga dapat dengan mudah terakumulasi dalam sebuah organisme. Sebagai contohnya adalah kerang dan ikan, yang mana nantinya dapat membahayakan kesehatan pada manusia bila mengkonsumsi organisme tersebut. 

Ciri yang terakhir material logam ini adalah mudah terakumulasi dengan sedimen. Sehingga menciptakan sebuah konsentrasi yang sangat tinggi. Di samping itu, material logam berat adalah salah satu jenis yang mudah tersuspensi karena pelarutan yang terjadi pada massa air.

Jenis-Jenis Logam

Sesuai dengan tabel periodik, logam berat adalah suatu jenis logam yang memiliki berat jenis lebih dari 5 gr/cm³. Dengan bernomor atom antara 21 atau scandium hingga 92 atau uranium. Menurut seorang Vouk, mengatakan bahwa telah terdapat 80 jenis logam yang berat dari 109 unsur kimia yang telah ditemukan di bumi. Berdasarkan sebuah sudut pandang, macam-macam logam berat dibedakan menjadi dua jenis, diantaranya :

1. Esensial 

Untuk jenis yang pertama adalah kelompok esensial. Dalam jenis ini, bila telah mencapai jumlah yang dibutuhkan, maka menjadi sebuah bahan yang sangat dibutuhkan oleh sebuah organisme. Namun, berbeda cerita bila jumlah yang ditentukan telah melebihi batas. Maka dapat menimbulkan sebuah efek keracunan. Untuk jenis golongan ini antara lain Zn, Fe, Cu, Mn, Se, dan Co. 

2. Non Esensial

Sedangkan untuk kelompok yang kedua adalah non esensial. Jenis ini merupakan sebuah logam yang sangat beracun atau toxic metal. Untuk logam berat adalah jenis yang dapat menimbulkan sebuah efek buruk atau merugikan kesehatan manusia. Bahkan logam beracun ini tidak dapat dihancurkan dan dirusakkan oleh alam. Sebagai contohnya, antara lain Cd, Pb, Sn, Cr, As, dan Hg. 

Contoh Logam Berat Beracun dan Berbahaya 

Secara umum, logam beracun berasal dari lapisan kerak bumi. Yang mana merupakan hasil dari sebuah tambang, baik dalam bentuk logam bebas atau juga dalam suatu bentuk logam anorganik dan organik. Lantas apa saja contoh logam yang dapat membahayakan manusia dan sekitarnya? Berikut contoh logam, diantaranya :

1. Kadmium (Cd)

Logam ini berwarna putih perak dengan karakteristiknya yang lunak dan mengkilap. Biasanya kadmium ini tidak larut dalam basa dan sangat mudah untuk bereaksi. Contoh logam berat ini merupakan perpaduan dengan belerang dan klorida. Umumnya, kadmium ini dapat menyebabkan suatu pencemaran dan berbahaya bagi makhluk hidup. 

2. Timbal (Pb)

Timah hitam atau yang biasa disebut sebagai timbal ini, memiliki ciri berupa nomor atom 82 dengan beratnya sekitar 207,2 g/mol. Unsur ini kebanyakan digunakan sebagai konstituen pada sebuah cat, bensin, dan baterai. Contoh logam berat ini merupakan racun yang dapat masuk kedalam tubuh setiap harinya. Biasanya masuk melalui makanan, udara, dan air. Efek yang ditimbulkannya adalah kerusakan pada organ otak dan penyakit berat lainnya. 

3. Tembaga (Cu)

Mempunyai bentuk seperti kristal kubik dan berwarna kuning bila dilihat dari mikroskop. Namun, untuk bijih tembaga memiliki warna merah muda kecoklatan hingga keabu-abuan. Umumnya, memiliki ciri yang padat dan sangat mudah untuk larut di dalam air. 

4. Khromium (Cr)

Metal kelabu yang sangat keras adalah khromium, inilah salah satu contoh logam yang sering digunakan pada sebuah industri. Mulai dari jelas, metal, elektroplating, dan fotografi. Jenis unsur ini memiliki tingkat racun yang sangat tinggi. Tinggi rendahnya racun yang ada bergantung pada ikatan valensi dalam ionnya. 

5. Seng (Zn)

Contoh logam berat selanjutnya adalah seng. Unsur ini merupakan metal yang berkilau, umumnya terlihat mirip seperti perak. Kebanyakan digunakan untuk industri alloy, karet, keramik, pigmen, dan masih banyak lainnya. Apabila kadar seng sangat tinggi dapat berubah sifat menjadi lebih beracun. Unsur ini dapat menyebabkan air berubah warna dan bila dimasak dapat muncul endapan pasir.

6. Merkuri (Hg)

Merkuri adalah contoh logam berat yang berbentuk cair dan terlihat mirip seperti perak. Umumnya, jenis ini sangat mudah untuk menguap pada suhu ruangan. Merkuri dapat larut dalam suatu larutan asam namun tahan terhadap larutan basa. Kebanyakan unsur ini terdapat pada karang, udara, tanah, air, bahkan organisme hidup lainnya. 

Manfaat Logamnya

Meskipun terkenal sebagai zat yang berbahaya bahkan beracun, namun jenis logam ini juga memiliki beberapa manfaat. Yang mana telah banyak digunakan dalam berbagai industri, diantaranya : 

  1. Dijadikan sebagai bahan aditif dalam bahan bakar bensin. Umumnya ada dalam bentuk timbal tetra etil. Berguna untuk meningkatkan daya pelumasan dan efisien pada proses pembakaran. Sehingga dapat meningkatkan kinerja motor.
  2. Selain itu, juga dipakai pada sebuah industri pertanian. Biasanya dijadikan sebagai rodentisida, herbisida, dan insektisida. 
  3. Pada industri logam, biasanya dipakai untuk pelapis dan pengeras. Atau bahkan dijadikan sebagai bantalan logam, campuran logam, baterai, pembuat solder, hingga dipakai untuk ekstraksi logam mulia. 
  4. Untuk industri kimia dimanfaatkan sebagai bahan pembuat pigmen dan menstabilkan plastik. Selain itu, juga dipakai untuk membuat fungisida, keramik, cat, atau kertas dinding. 
  5. Dan yang terakhir adalah untuk kerja sistem enzim. Misalnya dipakai untuk unsur seng, tembaga, mangan, kobalt, besi, dan masih banyak lainnya. 

Itulah pembahasan seputar logam berat. Telah dikupas secara lengkap mulai dari pengertian, jenis, sifat, contohnya, hingga manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Jenis logam ini terkenal sebagai sebuah zat yang berbahaya. Namun, ada berbagai macam-macam logam berat yang sangat berguna dan bermanfaat dalam proses industri. 

Artikel Terkait