You are here:

Panduan Konstruksi Bangunan Lengkap – Pengertian, Jenis dan Syarat

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Suatu bangunan seperti rumah, gedung, apartemen, dan sejenis properti lainnya memiliki sebuah struktur bangunan atau biasa dikenal dengan konstruksi bangunan. Nah untuk lebih mengetahui tentang konstruksi bangunan, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini dimulai dengan membahas pengertian.

 

Pengertian Konstruksi Bangunan

Konstruksi Bangunan terdiri dari dua suku kata yaitu konstruksi (construction) yang berarti membangun, sedangkan bangunan berarti suatu benda yang dibangun atau didirikan dengan tujuan tertentu. 

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa konstruksi bangunan adalah suatu teknik atau cara membuat dan mendirikan bangunan agar bangunan yang didirikan dapat kuat, awet, indah, fungsional dan ekonomis.

Jenis-Jenis Bangunan 

Sebelum membahas lebih jauh mengenai konstruksi bangunan, perlu diketahui bahwa bangunan terdiri dari 4 kelompok antara lain:

 

  • Bangunan Gedung = kantor, rumah sakit, hotel, rumah dan lain-lain.
  • Bangunan Transportasi = jalan, jembatan, rel kereta api, terminal, pelabuhan, lapangan terbang dan sebagainya.
  • Bangunan Air = bendungan, saluran irigasi, saluran drainase, bangunan bagi, gorong-gorong dan sebagainya.
  • Bangunan khusus = anjungan lepas pantai, menara jaringan listrik tegangan tinggi, menara pemancar radio, TV dan sebagainya.

Syarat Konstruksi Bangunan 

Secara umum konstruksi bangunan harus memenuhi 5 syarat agar bangunan dapat dikatakan layak bangun dan huni. Berikut ini syarat-syaratnya yaitu:

 

  1. Kuat dan awet = tidak mudah rusak dan tahan lama, sehingga biaya pemeliharaan relatif menjadi murah.
  2. Fungsional = bentuk, ukuran dan organisasi ruangan dapat memnuhi kebutuhan sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.
  3. Indah = bentuk dan model bangunan nyaman dipandang mata.
  4. Higienis = memiliki ruang udara atau sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup sehingga penghuni dapat merasa nyaman dan sehat.
  5. Ekonomis = biaya yang dikeluarkan relatif efisien dan efektif sehingga meminimalisir terjadinya pemborosan.

 

Bagian-Bagian Konstruksi Bangunan

Konstruksi bangunan dibagi menjadi dua macam, yaitu konstruksi bagian atas dan bawah. Masing-masingnya terdiri dari bagian-bagian penting yang harus ada dalam sebuah konstruksi. Berikut ini penjelasan masing-masing bagian:

 

Konstruksi Bangunan Bagian Bawah

Walaupun tak terlihat, konstruksi bangunan bagian bawah memiliki peranan yang tidak kalah penting fungsinya sebagai penopang bangunan yang kuat atau bagian dari bangunan yang paling mendukung kokoh atau tidaknya suatu bangunan. Konstruksi bagian bawah ini meliputi:

1. Pondasi

Bagian paling bawah dari bangunan disebut sebagai pondasi. Bagian ini merupakan bagian dari bangunan yang langsung berhubungan dengan tanah yang keras. Karena terhubung langsung dengan tanah yang keras, maka pondasi sangat berguna untuk menahan seluruh beban bangunan agar dapat berdiri kokoh dan meneruskan beban tersebut ke tanah keras di sekitarnya.

 

Fungsi utama pondasi adalah untuk menopang seluruh beban bangunan. Jenis pondasi perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan bangunan agar dapat menjadi pondasi yang kuat dan kokoh. Beberapa jenis pondasi rumah yang sering digunakan di Indonesia seperti pondasi tapak, pondasi pelat beton lajur, dan pondasi tikar.

 

Pembuatan pondasi terbagi menjadi dua yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Dalam pembuatan pondasi harus memenuhi 3 kriteria yaitu fondasi yang dibuat harus ditempatkan dengan tepat, aman dari ancaman longsor, dan aman dari penurunan berlebihan.

 

2. Balok Sloof

Di dekat pondasi biasanya akan terlihat bentuk berupa balok yang mendatar dan bertumpu pada pondasi steal bagian atas. Balok tersebut dinamakan Balok Sloof. Struktur bangunan ini memiliki dua fungsi utama. Fungsi pertamanya adalah mendistribusikan beban dari bangunan bagian atas fondasi secara merata pada setiap titik pondasi. 

 

Sehingga beban bangunan dapat disokong secara seimbang oleh semua bagian pondasi dan tidak menitikberatkan pada 1 bagian pondasi saja. Untuk fungsi kedua, sloof sebagai pengunci dinding dan kolom agar tidak roboh jika terjadi pergerakan tanah.

 

Konstruksi Bangunan Bagian Bawah

Bagian atas adalah bagian bangunan yang berada di atas permukaan tanah atau lantai. Bangunan bagian atas ini lebih menonjolkan fungsi dari tujuan bangunan tersebut didirikan. 

 

Sebagai bagian yang terlihat oleh mata manusia, maka desain konstruksi bangunan atas dirancang berdasarkan fungsi dan tujuannya. Seperti rancangan untuk gedung sekolah, kantor, mall, atau perumahan. Berikut bagian-bagian atas bangunan yang wajib ada.

1. Dinding

Dinding atau tembok adalah bangunan bagian atas yang terletak setelah balok sloof. Fungsi dinding berguna sebagai penutup bagian interior suatu bangunan, sebagai partisi ruangan dalam bangunan, dan sebagai pendukung estetika bangunan. Terdapat pula dinding yang berada di tengah bangunan, biasanya berfungsi untuk menahan beban bangunan bagian atas.

 

Berdasarkan bahan bakunya, dinding terbagi 3 jenis yaitu dinding tradisional, semi-permanen, dan modern. Dinding tradisional terbuat dari bahan murni alam seperti kayu dan bambu. Dinding semi-permanen terbuat dari bahan kombinasi tradisional dan modern. Sementara dinding modern terbuat dari bahan beton.

 

2. Balok Ring

Tiang yang terletak antar setiap dinding yang berbeda disebut dengan ring balok atau kolom. Ring balok berfungsi sebagai tumpuan dari konstruksi bagian atap bangunan dan  mengikat pasangan dinding yang berbeda agar bangunan tidak runtuh. Komponen Ring balok terdiri seperti beton, besi baja tulangan, dan bekisting balok ring (cetakan beton). 

 

Ring Balok atau Kolom terletak tepat di atas balok sloof. Di setiap bangunan selalu memiliki ring balok. Secara umum, ring balok utama berukuran 20/20 dengan jarak antar setiap ring balok mencapai 3,5 meter. Jika jarak antara ring balok lebih kecil dari 3,5 meter maka disebut ring balok praktis dengan ukuran hanya 15/15.

3. Ventilasi

Ventilasi adalah lubang tempat keluar masuknya udara dari eksterior rumah. Bentuk ventilasi ini berupa pintu, jendela, atau lubang udara yang terdapat pada dinding bangunan. Fungsinya agar penghuni di dalam tetap mampu menghirup udara dari luar.

4. Balok Latei

Balok latei atau balok lintel berguna sebagai penahan beban bagian atap bangunan agar beban bangunan terhadap kusen dapat dikurangi. Biasanya terletak pada bagian atas pintu maupun jendela. 

 

Dengan adanya balok latei, diharapkan kusen dapat berdiri kokoh dan tidak berpotensi melengkung atau patah. Fungsi utama balok latei untuk menjaga agar kusen tetap berdiri kokoh meskipun sewaktu-waktu terjadi gempa.

5. Kuda-kuda atau Rangka Atap

Kuda-kuda atau rangka atap berfungsi untuk menahan struktur atap mulai dari genteng hingga reng agar tetap stabil di tempatnya. Secara umum rangka atap terbuat dari bahan kayu. Namun seiring berkembangnya zaman, tersedia rangka atap yang terbuat dari baja ringan yang memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

6. Atap

Atap adalah bagian yang berada paling atas bangunan dan mudah dikenali orang yang melihatnya. Kegunaan dasar atap untuk melindungi seluruh bagian dalam (interior) bangunan dari cuaca seperti panas, hujan, salju, angin badai, dan lain sebagainya. 

 

Namun atap juga mampu berfungsi sebagai pelindung bagian privasi dari suatu bangunan. Kini tersedia berbagai jenis desain atap suatu bangunan yang mampu mempengaruhi tampilan suatu bangunan.

 

Nah sudah tahu kan bagian-bagian konstruksi bangunan yang wajib ada? Jangan sampai tidak ada pada hunian atau bangunan yang sedang anda bangun ya. Selain berperan penting dalam proyek pembangunan, penting juga dilakukan peninjauan secara berkala pada setiap bagian struktur bangunan untuk menjaga kualitas bangunan secara menyeluruh. 

Artikel Terkait