You are here:

Kandungan Plastik – Definisi, Sifat Hingga Dampaknya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
kandungan-plastik

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya sudah tidak asing lagi dengan sesuatu alat atau bahan yang terbuat dari plastik. Memang pada kenyataannya, manusia sering menggunakan material plastik untuk mempermudah kegiatan. Dikarenakan sifat plastik yang ditawarkan, memberikan berbagai keunggulan dalam pemakaiannya. Meskipun begitu kandungan plastik, umumnya mampu memberikan dampak yang berbahaya bagi lingkungan.

Material satu ini adalah sebuah salah satu jenis polimer yang dapat terbentuk karena suatu proses yang sangat panjang. Seiring bertambahnya kebutuhan manusia juga membuat semakin banyaknya penggunaan plastik. Namun, tahukah Anda apabila pada sebuah plastik memiliki kandungan yang cukup berbahaya? Simak pembahasan seputar sifat plastik dan kandungan plastik, berikut ini. 

Apa Itu Kandungan Plastik?

Telah terdapat banyak jenis barang, mulai dari botol bahkan hingga perabotan atau peralatan rumah tangga. Yang mana terbuat dari material plastik, dalam kebutuhan penggunaannya semakin bertambah seiring dengan kebutuhan masyarakat. Atau bahkan sebuah perusahaan yang kian lama mengembangkan produk berbahan dasar plastik. 

Nyatanya perlu diketahui bahwa kandungan plastik dapat memberikan sebuah dampak yang tidak baik bagi kehidupan di bumi. Pada penggunaan material satu ini sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan. Dikarenakan sulitnya plastik untuk diuraikan bersamaan dengan mikroorganisme. 

Dalam penjelasannya sendiri, plastik adalah sebuah jenis molekul berupa makromolekul. Yang mana dapat dihasilkan atau dibentuk melalui sebuah proses bernama polimerisasi. Pada proses tersebut merupakan sebuah penggabungan dari beberapa molekul berbeda. Sebagai contoh, seperti monomer yang diproses hingga dapat menjadi sebuah molekul besar bernama makromolekul.

Pada sebuah material plastik tentunya memiliki berbagai kandungan yang menyusunnya. Seperti yang diketahui bahwa, kandungan plastik adalah sebuah senyawa yang berada di dalam plastik, yang mana mampu memberikan dampak positif maupun negatif. Pada kenyataannya, kandungan plastik cenderung memberikan pengaruh buruk terhadap sebuah lingkungan.

Karakteristik Plastik

Menurut penjelasan dari Surono, plastik adalah sebuah senyawa atau polimer. Yang mana unsur penyusun utamanya ada sebuah hidrogen dan karbon. Umumnya, sebuah plastik yang terkena paparan panas atau tekanan. Maka bahan plastik ini mudah untuk dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Selain mudah dibentuk, material ini juga memiliki banyak sifat atau karakteristik lainnya, antara lain :

1. Mudah Dibentuk atau Dicetak

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa material ini sangat mudah dibentuk. Tak heran apabila banyak pihak yang menggunakan dan memanfaatkan bahan satu ini. Sifatnya yang sangat mudah dibentuk atau bahkan dicetak. Tentu membuat banyak orang tertarik untuk memakainya dalam berbagai kebutuhan.

2. Tidak Mudah Tembus Air

Plastik merupakan salah satu jenis benda yang kedap air. Terkenal dengan sifat yang seperti ini, kedap air atau tidak tembus air. Membuatnya banyak digemari oleh berbagai kalangan bahkan perusahaan. Memiliki sifat sedemikian rupa, menjadikannya sebagai sebuah bahan baku peralatan rumah tangga. 

3. Ringan dan Lentur

Dengan adanya berbagai kandungan plastik yang telah ada di dalamnya, membuat bahan ini terkenal dengan keringanannya dan kelenturannya. Memiliki sifat yang ringan, membuatnya banyak digunakan untuk bahan baku utama dalam berbagai peralatan. Dikarenakan dianggap mampu mengurangi beban untuk para pemakai atau penggunanya. 

Selain itu, terkenal dengan kelenturannya. Membuat bahan plastik ini memungkinkan untuk tidak mudah patah. Tak heran, banyak perusahaan yang menggunakan bahan ini untuk digunakan dan dipakai dalam dunia industri. Sifat lenturnya ini, membuat plastik banyak dimanfaatkan untuk sebuah mainan plastik. 

4. Tidak Mudah Pecah

Tak sama halnya dengan kaca, kandungan plastik membuatnya menjadi material bahan yang tidak mudah pecah. Dianggap tidak mudah pecah, banyak perusahaan yang memanfaatkan bahan ini untuk perabotan. Sebagai contoh yang umum digunakan adalah gelas dan piring. 

5. Sangat Rawan Terbakar

Meskipun telah menawarkan berbagai keunggulan dalam sifat plastik. Nyatanya, plastik ini juga memiliki sedikit kekurangan. Plastik adalah bahan baku yang sangat mudah terbakar. Dan umumnya, bila sudah terbakar akan sulit untuk dipadamkan. 

6. Tembus Pandang

Sesuai dengan berbagai bahan dan kandungan yang ada di dalamnya. Semua hal yang telah menyusunnya, membuat bahan ini sangat tembus pandang. Meskipun begitu, masih banyak orang yang memanfaatkannya menjadi sebuah peralatan. Seperti dipakai untuk membuat sebuah atap atau bahkan gelas sekalipun. 

7. Isolator Listrik dan Panas

Berbeda dengan sebuah besi atau logam, yang mana bahan tersebut memiliki keahlian lebih. Yakni mampu menghantarkan sebuah panas ataupun listrik dengan baik. Namun, untuk bahan atau material plastik ini, dengan kandungan plastik yang ada pada penyusunnya. Membuat bahan ini menjadi isolator panas dan listrik yang baik. Umumnya, dipakai dan digunakan untuk pengaman atau pelindung luar dari sebuah kabel.

Sifat-Sifat Plastik dan Manfaatnya

Plastik terlihat sama semua dengan bentuk dan sifat yang tentunya tak jauh berbeda. Namun, tahukah Anda? Bahwa sebenarnya berbagai jenis plastik yang ada memiliki karakteristik yang pastinya berbeda-beda. Tak hanya itu, pada kandungan plastik juga memberikan sebuah manfaat yang berbeda pada setiap tipenya. 

Lantas seperti apa sifat plastik sesuai dengan tipe pembagiannya? Inilah 7 tipe atau kode yang ada pada jenis plastik di pasaran, diantaranya : 

1. PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate)

Untuk tipe kode yang pertama adalah PET atau PETE. Dengan sebuah nama lain yakni Polyethylene Terephthalate. Pada jenis plastik satu ini sangat umum dan sering digunakan untuk sebuah kemasan botol plastik yang tembus pandang. Sebagai contoh pada penggunaan wadah botol air mineral. Hampir di semua botol minuman seringan menggunakan jenis PET atau PETE ini.

2. HDPE (High Density Polyethylene)

Pada kode kedua adalah HDPE. Memiliki nama lain High Density Polyethylene, terkenal dengan sifatnya yang sangat kuat, tahan terhadap suhu tinggi dan bahkan sangat keras. Jenis plastik ini merupakan jenis kandungan plastik yang aman untuk digunakan. Dikarenakan memiliki kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara makanan dengan plastiknya. Umum digunakan untuk botol susu, galon bahkan sebuah merek tupperware.

3. PVC (Polivinilkhlorida)

Selanjutnya, untuk kode ketiga terdapat sebuah jenis PVC. Jenis kandungan plastik satu ini memiliki nama lain Polivinilkhlorida. Pada jenis satu ini, sangat sering digunakan dan dimanfaatkan pada botol-botol dan plastik pembungkus. Perlu diketahui, bahwa untuk jenis kode ketiga ini termasuk susah untuk didaur ulang.

4. LDPE (Low Density Polyethylene)

Kemudian pada urutan kode keempat ada LDPE. Untuk jenis kandungan plastik ini memiliki kepanjangan Low Density Polyethylene. Bahan pada kode ini termasuk mudah untuk didaur ulang dan memiliki fleksibilitas yang kuat. Biasanya sering digunakan untuk tempat botol air, kemasan makanan dan bahkan tempat makan. Cocok dipakai tempat makan, karena wadah plastik ini sulit untuk bereaksi dengan zat kimia.

5. PP (Polypropylen)

Pada kode kelima ini yakni PP. Terkenal dengan nama panjangnya yakni Polypropylen. Jenis kandungan plastik ini menjadi pilihan terbaik untuk dipakai menyimpan makanan atau bahkan minuman. Memiliki karakteristik yang kuat, ringan, ketahanan yang baik, stabil dengan suhu tinggi, transparan dan cukup mengkilap serta tidak terlalu jernih. Tak heran, banyak pihak yang memanfaatkan jenis kandungan plastik satu ini.

6. PS (Polystyrene)

Untuk urutan kode keenam ada PS. Memiliki nama lain berupa Polystyrene. Jenis ini banyak digunakan pada penggunaan styrofoam. Namun, pada kenyataannya kandungan plastik ini dapat mengeluarkan bahan styrene. Yang mana dapat membahayakan kesehatan otak bahkan sistem saraf manusia. 

7. O (Other)

Dan di urutan kode terakhir atau kode ketujuh terdapat O. Pada jenis other ini, mengacu pada 4 jenis bahan dan kandungan plastik yang berbeda. Yaitu ada SAN (Styrene Acrylonitrile), PC (Polycarbonate) dan ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene). Umumnya, dipakai dan digunakan pada tempat minuman olahraga, alat rumah tangga, alat otomotif atau bahkan bahan alat elektronik.

Menentukan Kandungan Plastik yang Berbahaya

Seperti yang diketahui bahwa, bumi saat ini telah banyak dipenuhi atau sebagian besarnya berisi plastik. Banyak yang mengambang dan mengendap di lautan atau bahkan mengalir di sepanjang sebuah aliran air. Tentunya tak mudah untuk melakukan sebuah isolasi bahan plastik ini. 

Banyak pihak bahkan peneliti yang menyadari bahwa, plastik semakin sulit untuk dikendalikan dan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Sesuai dengan data yang telah diterbitkan oleh Ilmu dan Teknologi Lingkungan. Bahwa telah ditemukan sebesar 1400 jenis plastik. Dari semua jenis itu, telah diteliti bahwa dapat memberikan dampak dan pengaruh yang buruk terhadap kesehatan. 

Pada jenis PUR atau Poliuretan merupakan jenis kandungan plastik yang berbahaya dan sangat beracun. Dan perlu diketahui bahwa, kandungan plastik yang berbahaya umumnya diberi tanda dengan tulisan 3s. 

Sebagai tambahan informasi, apabila ditandai dengan 1s yang mana disebut dengan polietilen tereftalat atau 2s yang disebut polietilen densitas tinggi. Umumnya untuk tanda 1s dan 2s merupakan peringatan bahwa plastik kurang beracun atau bahkan tidak beracun.

Dampak Plastik 

Adanya sebuah dampak plastik terhadap lingkungan, adalah sebuah bentuk akibat negatif dari penggunaan sebuah benda dengan berbahan polimer ini. Dampak yang ditimbulkan sangatlah terlihat dan signifikan. Seperti yang telah diketahui dan dirasakan, bahwa plastik telah menjadi bagian dari kehidupan di bumi. 

Dalam pemakaian bahan plastik yang berlebihan dapat menghasilkan penumpukan sampah yang sangat besar. Termasuk kedalam jenis bahan yang sangat sulit untuk diuraikan. Plastik memerlukan waktu sekitar 100 tahun bahkan hingga 500 tahun, agar dapat terurai secara sempurna bersamaan dengan tanah. 

Plastik yang telah digunakan tentunya akan menjadi sebuah sampah yang menumpuk. Hal ini mampu menyebabkan pencemaran pada tanah, laut, air atau bahkan udara. Racun-racun yang ada pada kandungan plastik mampu membunuh hewan pengurai di tanah. Untuk jenis plastik PCB, sangat sulit untuk diuraikan meskipun telah dimakan oleh hewan sekalipun. 

Kantong plastik yang sering digunakan dapat mengakibatkan penyumbatan pada aliran air yang ada. Atau bahkan plastik yang ada di lautan, biasanya juga dimakan oleh hewan laut dan nantinya mereka tidak bisa mencernanya sehingga menimbulkan kematian. Kemudian apabila hewan tersebut mati, maka bangkainya mampu menyebabkan sebuah racun bagi hewan lainnya. 

Itulah pembahasan seputar kandungan plastik. Telah dibahas dan dikupas mulai dari definisi, karakteristik, sifat plastik berdasarkan kode dan bahkan dampak dari kandungan plastik yang berbahaya. Umumnya, dengan adanya sebuah plastik ini sangat membantu dan mempermudah aktivitas para manusia di bumi. Namun, perlu diingat juga bahwa penggunaan yang berlebihan mampu memberikan dampak yang tidak baik terhadap lingkungan.

Artikel Terkait