You are here:

Jenis-jenis Pompa — Klasifikasi, Fungsi, dan Penggunaan Terlengkap

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Anda pasti sudah sering melihat pompa yang digunakan dalam rumah untuk memenuhi kebutuhan pasokan air. Sebenarnya, terdapat jenis jenis pompa yang digunakan dalam berbagai industri seperti perkapalan, perikanan, perminyakan, gas dan sebagainya.

Pompa memang pada dasarnya adalah sebuah alat yang dapat memindahkan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat bertekanan tinggi. Fluida itu wujudnya tidak hanya berupa cairan seperti air, tetapi juga berwujud seperti gas, minyak, lumpur, atau bahan kimia. Karena itulah, para ilmuwan menciptakan berbagai jenis pompa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagaimana cara pompa memindahkan fluida? Pompa memanfaatkan tekanan. Jadi untuk memindahkan fluida, pompa akan menaikkan tekanan dari satu tempat ke tempat lainnya baik itu secara horizontal maupun vertikal. Selain fungsi memindahkan, pompa juga mampu untuk mensirkulasikan fluida di area sekitar.

Apa saja jenis jenis pompa yang ada di sekitar kita? Berikut adalah serangkaian jenisnya.

Klasifikasi Jenis Jenis Pompa

Terdapat dua klasifikasi pompa berdasarkan cara kerjanya, antara lain:

1. Pompa Perpindahan Positif (Positive Displacement Pump)

Pompa perpindahan positif adalah jenis pompa yang memiliki cara kerja dengan menggunakan gaya tertentu sehingga volume fluida tidak berubah ketika masuk dari katup buka (inlet valve) hingga ke katup keluar (outlet valve). 

Karena cara kerja tersebut, kapasitas pompa ini dapat dipastikan berbanding lurus dengan jumlah putaran yang dilakukan setiap penggerak. Jenis pompa ini memiliki kelebihan untuk menghasilkan power density yang besar namun tetap menjaga kestabilan perpindahan fluida. 

Adapun jenis-jenis pompa yang termasuk dalam pompa ini adalah sebagai berikut.

  • Reciprocating Pump

Pompa ini juga dikenal dengan sebutan pompa torak. Gerakan fluida akan diatur oleh katup masuk dan katup keluar yang bekerja secara otomatis. Banyaknya volume fluida yang dihasilkan akan dipengaruhi oleh derajat buka katup tersebut. Jenis pompa ini bekerja dengan prinsip gerakan bolak-balik linear.

Pada umumnya, reciprocating pump mampu menghasilkan tekanan lebih dari 10 atm dengan kecepatan putar 250-500 rpm. Dimensi tersebut cukup tergolong besar dan berat, sehingga pompa ini biasa digunakan untuk memompa fluida seperti lumpur, minyak, bahan kimia, dan juga uap.

Salah satu contoh jenis pompa reciprocating adalah metering pump, yaitu pompa yang kegunaannya mampu disesuaikan berapa volume fluida yang ingin dihasilkan. 

  • Rotary Pump

Pompa rotary adalah pompa yang bekerja dengan prinsip rotasi. Jadi vakum akan dibentuk oleh rotasi dari pompa yang nantinya mampu menghisap fluida. Jenis pompa ini cukup efisien untuk dipakai karena mampu mengatur keluarnya udara dari pipa sesuai kebutuhan.

Namun demikian, pompa ini harus digunakan pada kecepatan yang rendah dan stabil. Jika tidak, maka fluida yang terhisap secara cepat dapat menyebabkan erosi pada sudut-sudut pompa. 

Rotary pump sendiri memiliki jenis jenis pompa, yaitu:

– Gear pump, jenis rotary pump yang menggunakan dua roda gigi untuk menekan fluida.

– Screw pump, jenis pompa rotari yang menggerakkan aliran fluida dengan dua ulir yang saling bertemu dan berputar.

– Rotary vane pump, jenis rotary pump yang menggunakan prinsip kompresor scroll yaitu menggunakan rotor silindris yang berputar untuk menekan fluida. 

2. Pompa Dinamik (Dynamic Pump)

Berbeda dengan pompa perpindahan positif, pompa dinamik mampu menaikkan tekanan tanpa harus menambah volume fluida. Hal ini dikarenakan ruang kerja pompa dinamik yang tidak berubah selama proses itu terjadi. Selain itu, perubahan tekanan dapat dilakukan dengan merubah penampang aliran fluida.

Pompa dinamik memiliki elemen utama yaitu rotor impeller yang mampu berputar dengan sangat cepat. Jenis pompa dinamik memang memiliki efisiensi yang rendah dibanding positive displacement pump, namun biaya perawatan pompa dinamik tidaklah mahal. 

Pada umumnya, terdapat tiga jenis jenis pompa dinamik yang ada. Berikut adalah penjabarannya.

  • Pompa Sentrifugal 

Pompa sentrifugal memiliki desain yang tersusun dari rotor impeller dan saluran inlet di bagian tengahnya. Ketika rotor impeller ini berputar, fluida akan mengalir ke bagian casing karena adanya gaya sentrifugal.

Casing berperan untuk mengontrol kecepatan fluida. Jadi kecepatan aliran fluida akan tetap rendah dan stabil sementara impeller berputar dengan cepat. Kecepatan aliran fluida juga akan dikonversi menjadi tekanan sehingga aliran mampu menuju ke titik katup keluar.

Jenis pompa sentrifugal banyak digunakan karena cocok digunakan untuk tujuan hasil fluida yang besar. Selain itu, aliran fluida dan tekanan yang dihasilkan halus. Biaya untuk merawatnya pun tidak mahal.

  • Pompa Aksial

Disebut juga dengan pompa propeller, pompa aksial menggunakan propeller dan memanfaatkan gaya lifting antara sudut pompa dan fluida untuk menghasilkan sebagian besar tekanan. 

Pompa aksial memiliki banyak jenis pula seperti pompa aksial vertikal single-stage, pompa aksial two-stage, hingga pompa aksial horizontal. Penggunaan pompa aksial banyak digunakan pada sistem drainase dan irigasi serta proyek-proyek yang memiliki debit aliran fluida yang besar dengan tekanan kecil. 

  • Special-Effect Pump

Seperti namanya, pompa ini digunakan pada industri dengan kondisi yang spesial. Berikut adalah contoh jenis jenis pompa pada kategori ini.

– Pompa jet-eductor (injector), yaitu pompa yang mengkonversi energi tekanan fluida menjadi energi gerak untuk menciptakan area tekanan rendah sehingga mampu menghisap fluida dengan menggunakan efek venturi dari nozzle konvergen-divergen.

– Gas lift pump, yaitu pompa yang menggunakan cara pengangkatan fluida dengan menginjeksikan gas tertentu untuk menurunkan berat hidrostatik fluida sehingga reservoir mampu terangkat ke permukaan.

– Hydraulic ram pump, yaitu pompa air yang menggunakan tenaga hydro.

– Pompa elektromagnetik, yaitu pompa yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menggerakkan fluida yang mengandung logam.

Itulah penjabaran jenis jenis pompa yang ada di sekitar kita. Jenis pompa yang bervariasi ini mampu membantu dan mempermudah pekerjaan manusia dalam berbagai bidang area.

 

Artikel Terkait