You are here:

Jenis-Jenis Plastik – Definisi, Jenis dan Keuntungannya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
jenis-jenis-plastik

Plastik merupakan benda yang sangat sering digunakan dan dimanfaatkan untuk membantu meringankan suatu aktivitas. Dikarenakan bendanya yang sangat ekonomis dan ringan. Nah, tentunya benda ini sudah tidak asing lagi ditelinga dan tak bisa dipisahkan dari sistem kehidupan. Namun, tahukah Anda bahwa pada kenyataannya benda ini memiliki jenis-jenis plastik yang berbeda.

Dalam penggunaan plastik kemasan ini, terus meningkat seiring dengan bertambahnya berbagai kebutuhan manusia di bumi. Sayangnya, bahan ini memiliki kekurangan yakni berpotensi mencemari lingkungan dan termasuk benda yang sulit terurai. Semua hal tersebut tergantung dari jenis-jenis plastik yang digunakan. Simak pembahasan mengenai jenis-jenis plastik berikut ini.

Definisi Plastik 

Seperti yang diketahui bahwa plastik adalah sebuah makromolekul yang tercipta dari hasil polimerisasi. Dalam proses tersebut dilakukanlah sebuah penggabungan antara beberapa molekul. Mulai dari molekul ringan atau sederhana (monomer) yang diproses sedemikian rupa hingga menjadi molekul besar. Nah, hasil polimerisasi tersebut bernama polimer atau makromolekul. 

Ada beberapa ahli yang memberikan tafsiran mengenai material ini. Pada tahun 2013, Surono seorang ahli memaparkan sebuah arti. Bahwa plastik adalah salah satu senyawa polimer yang memiliki sebuah unsur penyusun berupa hidrogen dan karbon. 

Pemikiran tersebut sejalan dengan arti yang dikatakan oleh Ningsih pada sekitar tahun 2010. Menurutnya, plastik adalah salah satu jenis polimerisasi yang mana terbentuk dari kondensasi dasar dan campuran tertentu. 

Seperti yang diketahui bahwa bahan plastik ini terbentuk berdasarkan paparan oleh panas maupun suhu. Bahan ini memiliki bentuk yang sangat beragam, mulai dari balok, batang hingga silinder. Dari bentuk dasar tersebut dapat diubah dan dibentuk menjadi sebuah produk yang diinginkan, dengan melalui berbagai proses tahapan.

Bahan ini sangat mudah terbakar, sehingga sangat rawan untuk meningkatkan risiko kebakaran. Selain itu, asap dari plastik juga mengandung sebuah gas beracun. Yang mana seperti HCN (Hidrogen Sianida) dan CO (Karbon Monoksida), kedua kandungan tersebut sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia dan lingkungan sekitar dapat tercemar.

Sejarah Plastik dan Jenis Plastik

Awal mula adanya atau keberadaan plastik, pada sekitar tahun 1862. Saat itu Alexander Parkes menemukan untuk pertama kalinya sebuah produk dari selulosa. Ketika itu, produk temuannya diberi nama parkesine. Kemudian ada seorang ahli kimia asal New York bernama Baekeland. Ia berhasil menemukan sebuah bahan sintetis pertama tahun 1907. 

Bahan sintetis temuannya saat itu, diberikan sebuah sebutan bakelite yang mana berbentuk resin cair. Temuannya memiliki sifat yang tidak mudah mencair dan meleleh sekalipun telah dicelupkan ke dalam larutan asam cuka. Tak lupa, bakelite ini juga tidak mudah terbakar. Dengan karakteristiknya saat itu, membuatnya tidak dapat berubah-ubah lagi. 

Jenis-jenis plastik yang saat ini telah banyak digunakan, dahulu mulai dikenalkan pada tahun 1975. Pada tahun tersebut, dikenalkan oleh Montgomery Ward, J.C.Penny, Sears, Jodan Marsh dan masih banyak tokoh lainnya. Semenjak saat itu, perkembangan dalam pemakain plastik meningkat secara drastis. 

Ketika sekitar tahun 1930-an, dalam sebuah produksi plastik dalam setahun hanya dapat mencapai kisaran beberapa ratus ton. Namun, jumlah tersebut kian meningkat seiring bertambahnya tahun. Dapat dilihat perkembangannya pada tahun 1990-an, produksi plastik meningkat sebanyak 150 juta ton per tahunnya. Dan semakin terus naik, pada tahun 2005 menjadi 220 juta ton per tahun.

Jenis-Jenis Plastik

Plastik tentunya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Umumnya, manusia banyak menggunakan plastik untuk keperluan sehari-hari dan pada berbagai aktivitas. Ada berbagai jenis-jenis plastik yang mana digunakan untuk plastik kemasan. Berguna untuk melindungi sebuah produk dan tentunya juga tidak membahayakan kesehatan para konsumennya. 

Terdapat berbagai jenis-jenis plastik sesuai dengan bahannya yang cocok digunakan untuk plastik kemasan. Berikut jenis-jenis plastik yang banyak digunakan, diantaranya :

1. PE (Polyethylene)

Untuk jenis plastik ini banyak dipergunakan di pasaran karena memiliki berbagai keunggulan dari segi sifatnya. Antara lain mudah dibentuk, termasuk plastik tahan lama terhadap kimia, dapat digunakan pada suhu yang dingin, sangat halus dan fleksibel, tidak mudah robek, tidak berbau, memiliki resisten yang baik dan transmisi gas yang ada cukup tinggi sehingga tidak cocok untuk mengemas bahan beraroma.

Umumnya, sering digunakan sebagai pembungkus atau pengemas berbagai aneka olahan berbahan makanan. Sesuai dengan karakteristiknya dan sifatnya, membuat PE banyak digunakan dalam bungkus makanan atau minuman. Bahan yang digunakan untuk plastik PE termasuk jenis termoplastik

2. PP (Polypropylen)

Untuk jenis-jenis plastik berikutnya ada PP, yang mana berbahan dasar Polypropylene. Pada bahan ini termasuk jenis yang tahan lemak atau minyak, tahan terhadap temperatur tinggi, tahan terhadap alkali dan asam dan memiliki bentuk yang lebih kaku dibandingkan jenis PE. Terkenal dengan keunggulannya dalam impact strength dan permukaan yang mengkilap. Sebagai contoh penggunaannya adalah kemasan rokok, keripik, roti dan masih banyak lainnya. 

3. PVC (Polivinilkhlorida)

Jenis plastik selanjutnya adalah PVC. Umumnya dipakai untuk kemasan yang kaku dengan sifatnya memiliki permukaan yang keruh sampai transparan. Tak hanya itu, bahan ini juga tahan terhadap asam dan alkali. Namun, akan berwarna kuning apabila terkena panas dan tentunya tidak mudah sobek. 

Sangat cocok dipakai untuk produk yang mengandung sebuah senyawa volatil atau zat yang mudah menguap. Dikarenakan jenis ini memiliki kekuatan terhadap gas dan air yang rendah. Umumnya dimanfaatkan untuk mengemas barang-barang yang masih segar. Sebagai tambahan informasi bahwa, PVC termasuk jenis polimer yang sangat hemat minyak bumi.

4. HDPE (High Density Polyethylene)

Jenis-jenis plastik selanjutnya adalah HDPE, untuk jenis ini masih tergolong ke dalam keluarga PE. Hanya saja untuk mendapatkan hasil High Density Polyethylene diperlukan suatu proses yang sangat berbeda, sehingga mampu menghasilkan jenis yang berat dengan kualitas tinggi. Terkenal dengan sifatnya yang dapat dipakai untuk suhu sekitar 1200 C. 

Tak hanya itu, bahan plastik ini sedikit kurang transparan dan umumnya dipakai untuk kemasan kaku atau bahkan sebagai bahan baku tutup wadah. Sangat cocok digunakan untuk mengemas makanan, dikarenakan mampu melindungi produk agar tidak terjadi gesekan atau tekanan. Serta mampu menjaga produk dari air dan stabil terhadap panas. Tak heran banyak pihak yang menggunakan jenis ini untuk dijadikan plastik kemasan.

5. PET (Polyester)

Ada PET atau Polyester, yang termasuk ke dalam polimer ester dari sebuah asam dan alkohol. Termasuk jenis milar yang sangat populer, karena memiliki kristal dan sifat tembus istimewa. Tak hanya itu, PET mempunyai permeabilitas yang rendah terhadap air, dapat digunakan untuk kemasan beku, tahan terhadap pelarut organik, transmisi rendah terhadap CO2. Sering digunakan untuk mengemas kopi, roti, kecap, selai, mentega bahkan keju. Umumnya, polyester tidak tahan panas bila tidak dilapisi dengan PE.

6. LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE termasuk ke dalam jenis-jenis plastik makanan yang aman. Umumnya seringkali digunakan untuk membungkus sayuran, makanan atau bahkan buah-buahan. Terkenal dengan sifatnya yang berwarna jernih dan tidak tembus pandang. Membuatnya memiliki ciri khusu dan tak heran banyak orang yang menggunakannya untuk plastik makanan. 

Jenis-Jenis Plastik Kemasan

Plastik kemasan atau plastik makanan, merupakan jenis produk yang sangat banyak beredar di pasaran. Termasuk dalam bahan sintetis atau semi ini, mampu dibuat dan dibentuk dengan berbagai jenis dan pola. Yang mana dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Dengan adanya jenis-jenis plastik kemasan ini, mampu meningkatkan nilai jual suatu produk. 

Lantas apa saja jenisnya? Berikut jenis-jenis plastik kemasan, antara lain :

1. Standup Pouch

Plastik makanan satu ini sangatlah terkenal di kalangan pebisnis makanan, yakni Standup Pouch. Plastik kemasan inilah yang sering digunakan untuk membungkus makanan-makanan ringan. Hal tersebut dikarenakan jenis ini memiliki penutup atau perekat sendiri. Bentuknya yang sangat menarik, tak heran banyak orang suka untuk memakai plastik makanan jenis ini. Meskipun, mampu membuka dan menutup sendiri namun hal ini tidak mempengaruhi tekstur bahkan rasa dari produk yang ada di dalamnya. 

2. Side Gusset Pouch

Selanjutnya ada Side Gusset Pouch, terkenal dengan bentuknya yang menarik. Tak heran bila banyak orang memilihnya untuk dijadikan plastik kemasan. Selain itu, bentuknya yang ramping, tidak membuat jenis-jenis plastik kemasan ini memakan banyak tempat. Pada plastik makanan ini, dikemas dan didesain mampu untuk berdiri sendiri. Meskipun tak memiliki penutupnya sendiri, jenis ini tak kalah keren untuk dijadikan sebuah kemasan. Jenis ini sangat cocok untuk makanan ringan yang dalam sekali makan habis. 

3. Flat Bottom Pouch

Dan untuk jenis terakhir ada Flat Bottom Pouch. Jenis ini sangat jarang digunakan oleh banyak orang, dikarenakan harganya yang lumayan mahal. Umumnya, sering dipakai untuk menjual kue ataupun cookies. Biasanya lebih sering digunakan untuk sebuah produk yang mahal atau bisa dibilang cocok untuk produk kelas atas atau premium.

Kegunaan dan Peran Penting Plastik 

Dalam penggunaannya, tentu tidak mungkin bila tidak memberikan keuntungan atau manfaat bagi pemakainya. Berbagai jenis-jenis plastik yang ada pastinya memiliki satu tujuan yang sama, yakni untuk melindungi sebuah produk atau benda. Tak hanya itu, lantas apa saja kegunaan plastik makanan ini? Berikut beberapa peran dan fungsinya, antara lain :

1. Menambah Daya Tarik

Dengan menggunakan kemasan, pasti akan menambah daya tarik konsumen untuk memiliki atau membelinya. Bahkan bila plastik makanan yang ditawarkan sangat unik, nantinya akan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Oleh sebab itu, memanfaatkan plastik kemasan dengan menggunakan desain yang cantik dan unik akan menambah nilai dari produk yang ditawarkan.

2. Membangun Sebuah Kepercayaan Konsumen

Umumnya, dengan kemasan yang menarik dan tertata maka akan memberikan kesan yang dapat dipercayai oleh konsumen. Terlebih lagi, apabila kemasan yang ditawarkan mampu melindungi seluruh bagian dari produk yang ada di dalamnya. Dengan kepuasan yang tercipta maka kepercayaan konsumen akan meningkat. 

3. Melindungi Berbagai Jenis Produk

Kegunaan terpenting dari berbagai jenis-jenis plastik adalah untuk melindungi produk. Mampu memberikan perlindungan dari berbagai gesekan dan tekanan yang berpotensi memberikan kerusakan. Dengan penggunaan plastik kemasan tentunya akan memberikan perlindungan yang sangat aman untuk konsumen hingga barang sampai di tangannya. 

4. Menjadi Bahan Promosi Produk

Tentunya dalam tampilan kemasan pasti memperlihatkan dan mempromosikan nama produk dan jualan Anda. Mulai dari brand, logo, harga, tagline dan masih banyak lainnya. Informasi yang ada perlihatkan merupakan salah satu bentuk promosi untuk memperkenalkan produk jualan dan keunggulannya. 

5. Menjadikan Ciri Khas Atau Pembeda 

Plastik makanan yang digunakan tentu dapat menjadi suatu ciri khas untuk brand Anda dan dapat menjadi sebuah pembeda dengan merek lainnya. Dengan kemasan yang menarik pasti juga akan membuat orang lain tertarik serta hal ini dapat menjadi strategi marketing yang bagus. 

Itulah pembahasan seputar jenis-jenis plastik. Yang mana telah dibahas mulai dari pengertian plastik, sejarahnya, jenis-jenis plastik kemasan dan kegunaan plastik makanan. Dengan adanya plastik ini sudah tentu memberikan banyak pengaruh dan keunggulan dalam suatu produk. Namun, perlu disadari bahwa penggunaan yang berlebihan juga dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi lingkungan dan kesehatan.

Artikel Terkait