You are here:

Cara Kerja Fluid Bed Dryer, Kelebihan, dan Kekurangannya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
fluid bed dryer

Bagi Anda yang bekerja di dunia industri farmasi tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah fluid dryer atau fluid bed dryer. Namun bagi sebagian orang yang tidak berkecimpung dalam bidang tersebut mungkin saja masih belum terlalu familiar dengan alat satu ini.

Fluid bed dryer adalah alat yang biasa digunakan pada industri farmasi. Adapun kegunaannya yakni mengeringkan bahan-bahan setelah granulasi supaya didapatkan kandungan air atau kelembaban yang diinginkan. Supaya Anda lebih paham, langsung saja simak penjelasan berikut.

Apa itu fluid bed dryer dan fungsinya

Pengering bed fluid atau fluid bed dryer adalah salah satu alat yang dipakai dalam industri farmasi untuk mengeringkan bahan. Dengan menggunakan peralatan fluid dryer akan diperoleh kadar air yang pas dalam bubuk atau butiran.

Alat ini menggunakan prinsip fluidisasi, yakni metoda pengontakkan butiran padat dengan fluida, entah itu fluida berupa gas maupun cair.

Sementara itu, fluid dryer terdiri atas beberapa komponen, yakni:

    • Unit preparator udara
    • Wadah produk atau bowl
    • Filter knalpot
    • Blower knalpot
    • Panel kendali
    • Plat distribusi udara
    • Nozzle semprot
  • Solution deliver

Prinsip kerja fluid bed dryer

Fluid bed dryer adalah alat yang terbuat dari stainless steel. Komponennya meliputi bowl yang dasarnya berlubang dan dilengkapi roda. Ini merupakan tempat untuk meletakkan material yang akan dikeringkan.

Cara kerja fluid bed dryer adalah sebagai berikut. Pertama, udara panas dialirkan dari bawah bowl melewati suatu bed atau kolom berisi material solid, umumnya berbentuk serbuk. Udara panas ini berasal dari kipas atau blower yang berada di atas fluid dryer.

Tak hanya berfungsi mengalirkan udara panas, blower juga berguna untuk mengangkat serbuk obat sehingga proses fluidisasi bisa terjadi. Sementara itu, kecepatan udara dan temperatur operasi diatur dalam mesin panel kendali.

Seiring dengan peningkatan kecepatan udara, maka kantung fluid dryer akan mengembang sehingga partikel serbuk obat mulai bergerak secara turbulen. Karena kondisinya sedang panas, maka serbuk obat akan kering.

Jika dibandingkan dengan oven, tingkat efisiensi pengeringan fluid dryer tentunya lebih tinggi dan lebih cepat. Inilah mengapa industri farmasi membutuhkannya. Pengeringan ini merupakan tahap operasi di mana sejumlah zat cair dari bahan dipisahkan sehingga mengurangi kandungan cairan di dalam zat padat hingga mencapai suatu nilai yang dikehendaki.

Dalam proses pengeringan, biasanya akan dilakukan pengecekan kadar air atau kelembaban yang dinamakan dengan parameter LOD (loss of dying). Pengecekan LOD dilakukan menggunakan moisture halogen analyzer.

Apabila setelah dianalisis hasil pengecekan LOD sudah sesuai dengan standar, maka proses pengeringan akan dihentikan.

Kelebihan fluid dryer

Beberapa kelebihan menggunakan fluid bed dryer antara lain:

  • Proses pengeringan cepat, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20-40 menit
  • Penanganan untuk loading atau unloading material cepat
  • Kapasitas pengeringan 5-200 kg per jam
  • Tingkat efisiensi pemanasan lebih tinggi dibandingkan oven atau lemari pengeringan
  • Bisa digunakan untuk pemanasan dan pencampuran
  • Dapat dipakai untuk mengeringkan substansi termolabil
  • Perpindahan kalor membutuhkan area permukaan yang relatif kecil

Kekurangan fluid dryer

Sementara itu, kekurangan fluid dryer adalah:

  • Harga mesin relatif mahal
  • Pengoperasiannya membutuhkan pelatihan khusus
  • Selama pengeringan, beberapa serbuk organik dapat terjadi muatan elektrostatis
  • Tidak dapat mengolah bahan dengan kadar air tinggi atau lengket

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Dalam proses pengeringan unggun terfluidisasi, Anda harus mengetahui jenis produk yang digunakan. Dengan begitu, Anda bisa mengoptimalkan pengoperasian fluid bed dryer dengan baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengoperasikannya.

1. Perhatikan kelembaban bahan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kelembaban bahan. Pastikan kadar air di dalam bahan tidak terlalu tinggi, sebab kadar air tinggi akan membuat waktu pengeringan lebih lama.

2. Perhatikan sifat bahan

Berikutnya, Anda juga perlu mempertimbangkan ukuran partikel, bentuk, dan diameternya. Pilihlah bahan yang mudah di fluidisasi, seperti bubuk dan butiran.

3. Perhatikan ukuran batch

Supaya proses pengeringan bisa optimal, sebaiknya jumlahnya tidak melebihi kapasitas fluid bed dryer.

Itu dia pengertian sekaligus fungsi fluid bed dryer, prinsip kerja, hingga kelebihan dan kekurangannya. Pada dasarnya dalam industri, baik farmasi maupun bukan, keberadaan alat atau mesin yang baik dapat menunjang proses produksi berjalan lancar.

Untuk itu, apabila Anda membutuhkan berbagai macam alat industri dengan kualitas tinggi, Anda bisa mempercayakannya di PT Wira Griya. Cek katalognya di sini.

Artikel Terkait