You are here:

Fabrikasi dalam Industri — Definisi, Jenis, Proses, dan Contoh Produknya

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Industri manufaktur sangat identik dengan istilah ‘fabrikasi’. Pada dasarnya, produk-produk yang dihasilkan oleh industri ini umumnya melewati proses fabrikasi. Namun sebenarnya, apa itu fabrikasi?

Fabrikasi adalah sebuah proses operasional di dalam industri manufaktur yang membuat barang dari bahan baku atau bahan setengah jadi. Contoh yang paling umum dan mudah adalah baja. Baja akan melalui proses fabrikasi terlebih dahulu sebelum menjadi alat dengan fungsi baru seperti menjadi rangka baja.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengecek artikel berikut ini untuk mengetahui definisi, jenis, proses dan contoh produk fabrikasi.

Apa itu Fabrikasi ?

Perusahaan manufaktur umumnya memiliki produk yang bermacam-macam dengan desain dan fungsi yang berbeda. Untuk mewujudkan tujuan pembentukan produk yang sesuai dengan standar desain tersebut itulah bahan baku akan terlebih dahulu melalui proses fabrikasi. 

Jadi secara sederhana, fabrikasi adalah proses pengolahan komponen material baku atau setengah jadi yang dirangkai, dibentuk, dan dimanipulasi untuk menghasilkan barang baru yang memiliki nilai tambah dan fungsi.

Bisa dikatakan juga bahwa fabrikasi adalah rangkaian pekerjaan membangun sesuatu dengan berbagai cara manual (tenaga manusia) maupun dengan bantuan otomatisasi seperti menggunakan alat-alat pabrik manufaktur.

Adapun material mentah yang umumnya menjadi bahan baku adalah pelat, pipa, baja, stainless steel, aluminium, dan logam lainnya. Nantinya, material mentah ini akan dibentuk oleh mesin fabrikasi sesuai dengan fungsi yang diinginkan pabrik manufaktur. 

Pada proses fabrikasi, mesin-mesin yang digunakan fabrikasi adalah mesin bending, roll, sharing, las, shotblast, hingga mesin pengecatan dan lainnya.

Jenis Jenis Fabrikasi

Proses fabrikasi dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan tempat dimana proses ini dilakukan. Jenis-jenis fabrikasi adalah sebagai berikut.

1. Workshop Fabrication

Workshop fabrication adalah jenis fabrikasi yang berlangsung di dalam sebuah bangunan atau gedung workshop yang di dalamnya dilengkapi alat dan mesin pemroses fabrikasi dan produksi seperti alat mesin potong plat, las, overhead crane, mesin bending, dan lainnya.

2. Site Fabrication

Berbeda dengan workshop fabrication yang dilakukan di dalam gedung, site fabrikasi adalah proses fabrikasi yang dilakukan diluar gedung seperti pada area terbuka seperti area konstruksi bangunan. Tujuan dari fabrikasi jenis ini memang ditujukan untuk menghasilkan rangkaian struktur konstruksi bangunan.

Pada site fabrication, proses-proses fabrikasi ini dilakukan mulai dari pengolahan bahan material seperti pemotongan, pengeboran, pengelasan, assemblingfinishing hingga pemasangan langsung pada konstruksi bangunan.

Selain itu, ada pula istilah offshore fabrication dan onshore fabrication. Jenis fabrikasi ini juga berdasarkan tempat dilakukannya proses tersebut. Onshore fabrication dilakukan di darat, sedangkan offshore fabrication dilakukan di tengah laut.

Rangkaian Kerja Fabrikasi

Secara umum, terdapat sembilan rangkaian kerja fabrikasi yang dilakukan. Sembilan rangkaian kerja fabrikasi adalah sebagai berikut ini.

1. Marking

Proses marking adalah tahap dimana pihak manufaktur akan mengukur dan membuat desain berbentuk sketsa langsung pada bahan material sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang diinginkan.

2. Cutting

Proses ini melibatkan pemotongan material bahan baku yang sudah ditandai sesuai dengan sketsa yang dibuat dengan menggunakan mesin potong atau cutting torch

3. Drilling

Selanjutnya, bahan yang sudah dipotong tersebut akan dibuat lubang-lubang untuk dipasangkan baut sesuai dengan ukuran yang digunakan pada tahap marking.

4. Assembling

Proses assembling adalah proses dimana manufaktur akan menyetel dan merakit material tersebut hingga menjadi bentuk jadi. Sebelum memasuki tahap kelima yaitu welding atau pengelasan, material akan melalui rangkaian proses fit-up pada proses ini. 

5. Welding

Welding adalah proses pengelasan yang berfungsi untuk menyambung dua bagian bahan dengan menggunakan energi panas dari alat las. Pengelasan merupakan proses yang penting untuk mengunci hasil rangkaian dari proses assembling tadi.

6. Checking

Setelah melalui proses welding, produk yang setengah jadi ini akan dicek kualitasnya terlebih dahulu oleh seorang Quality Control dimana ia akan meninjau produk secara keseluruhan agar sesuai dengan standar pabrik.

7. Finishing

Proses finishing adalah proses dimana produk yang lulus standar tersebut akan dibersihkan dan dipoles permukaannya dengan menggunakan mesin gerinda. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bekas-bekas dari proses cutting.

8. Blasting

Selanjutnya, produk yang sudah difinishing akan disemprot menggunakan pasir bertekanan udara ke semua permukaan produk fabrikasi tersebut guna menghilangkan kotoran-kotoran seperti kerak atau logam yang mengganggu.

9. Painting

Pada langkah akhir ini, produk jadi fabrikasi akan diberi pewarnaan sesuai dengan kebutuhan dan sketsa yang sudah dibuat oleh pihak manufaktur.

Contoh Produk Fabrikasi

Sejatinya, produk-produk yang diproduksi oleh manufaktur yang melalui proses pengolahan dan manipulasi material mentah dengan rangkaian kerja fabrikasi di atas dapat dikategorikan sebagai produk fabrikasi. Sebagai contoh, contoh produk fabrikasi adalah sebagai berikut.

  • Conveyor pabrik
  • Ducting
  • Dust cooler
  • Hopper
  • Tangki
  • Struktur konstruksi

Itulah penjelasan mengenai fabrikasi. Fabrikasi adalah proses yang terdapat di dalam industri manufaktur yang mampu menambah nilai fungsi dari material baku. Dengan adanya fabrikasi, pengerjaan beberapa bidang area pekerjaan dapat terbantu.

 
 

Artikel Terkait