You are here:

Concrete Pump – Jenis dan Cara Kerja

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Artikel ini memuat informasi umum mengenai topik yang dibahas dan PT Wira tidak menjual produk terkait. Harga yang tercantum dapat berbeda dengan harga asli di pasaran.

Concrete pump adalah alat pompa yang digunakan untuk membantu proses pengecoran dan penyaluran beton yang telah melalui proses pencampuran pada mixer truck. Alat ini menjadi perantara dari truk molen ke titik pengecoran. Pompa beton memiliki beberapa bagian dengan fungsi masing-masing. Kali ini kami akan membahas lengkap seputar concrete pump atau pompa beton, cara kerja dan jenis concrete pump. 

Seperti namanya, cara kerja concrete pump yaitu dengan proses pemompaan beton melalui saluran yang berakhir pada lubang pengecoran. Keunggulan dari pompa beton yaitu dapat menjangkau titik pengecoran yang tidak bisa dijangkau oleh truk pengaduk. Dengan lengan yang cukup panjang bisa meraih titik pada konstruksi untuk bangunan gedung bertingkat atau bahkan tempat yang tidak dapat dilalui oleh mixer truck.

Cara Kerja Concrete Pump

Proses pengecoran terdiri dari proses pengadukan hingga penyaluran ke titik pengecoran. Berikut penjelasan cara kerja concrete pump yang perlu anda ketahui.

  1. Bahan dasar adukan beton seperti semen, kerikil, pasir dan air, diproses di dalam mobil molen atau mixing truck.
  2. Hasil pencampuran dialirkan ke dalam concrete pump hopper.
  3. Cairan beton dipompa oleh mesin hingga naik ke saluran pipa pompa beton.
  4. Bagian ujung pipa dikendalikan oleh operator yang akan mengarahkan ujung pipa concrete pump untuk mengontrol titik pengecoran agar lebih merata.
  5. Di sisi lain pengoperasionalan pompa beton dikendalikan oleh operator menggunakan remote control.

Cairan adukan beton perlu diratakan kembali agar tidak menumpuk pada satu titik saja. Hal ini dilakukan oleh tenaga manusia. 

Dalam prosesnya, banyak hal yang penting untuk diperhatikan saat melakukan pemindahan campuran beton ke dalam pengecoran. Hal ini juga berhubungan dengan proses pemakaian concrete pump. Hal hal yang perlu diperhitungkan saat menggunakan alat concrete pump yaitu :

Nilai slump

Nilai slump adalah ukuran dari kekentalan atau kandungan air di dalam campuran beton. Jika nilai slump terlalu besar maka akan menghasilkan honey comb pada campuran beton

Sedangkan jika kadar air pada beton terlalu sedikit (nilai slump terlalu kecil) maka akan menjadi masalah saat proses pemompaan pada pompa beton. Campuran beton dengan kadar air yang kurang dapat membuat pompa beton bekerja terlalu berat dengan tekanan maksimum. Hal ini sangat tidak baik untuk alat concrete pump.

Tahap Penggunaan

Pada proses penyaluran, petugas di lapangan perlu teliti dan berhati-hati dalam mengoperasikan concrete pump. Akan berakibat fatal jika pemasangan dan pengoperasian tidak sesuai standarnya. 

Selain itu penting juga untuk mengutamakan Keselamatan kerja dengan pemakaian atribut dan mengurangi berbagai kemungkinan resiko kecelakaan. 

Jenis-jenis Concrete Pump

Pemilihan jenis concrete pump bisa disesuaikan dengan jenis bangunan serta kebutuhan konstruksi. Namun ada beberapa jenis concrete pump yang paling banyak digunakan, diantaranya: 

  • Concrete Pump Long Boom

Pompa beton long boom adalah jenis concrete pump yang memiliki daya jangkau sampai 33 meter dengan bar beton hingga 40 mpa. Ciri khas concrete pump long boom yaitu ukuran panjang boom yang bisa mencapai 25 meter. Alat ini cocok untuk konstruksi gedung hingga 7 lantai, lantai rumah, pembangunan kolam renang, perkantoran dan ruko. 

  • Concrete Pump Mini

Concrete pump mini merupakan tipe pompa beton yang berukuran efisien serta pemasangannya yang mudah. Pompa beton ini dapat menjangkau panjang hingga 23 meter. Penggunaan concrete pump mini cocok untuk konstruksi dengan skala kecil seperti rumah 2 lantai dan pembangunan skala sedang. 

  • Concrete Pump Kodok

Jenis pompa beton ini merupakan jenis portable namun seringkali disebut dengan concrete pump kodok. Concrete pump kodok lebih banyak digunakan untuk konstruksi pelabuhan, penanaman menara BTS, bendungan dan konstruksi dengan kebutuhan di area yang hanya dapat dijangkau kendaraan selebar mobil pribadi.

Artikel Terkait