You are here:

Berat Jenis Besi Beton & Ulir – Pengertian, Tabel, Jenis, Cara Menghitung

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
berat-jenis-besi

Dalam proyek konstruksi atau bahkan pembangunan, tentunya membutuhkan sebuah material yang dapat menopang dan membantu pekerjaan pekerjanya. Sudah ada berbagai material yang banyak digunakan, antara lain adalah besi. Material satu ini tentunya sudah tidak asing lagi untuk bahan bangunan. Namun, ketika akan menggunakannya perlu dilakukan perhitungan berat jenis besi beton dan ulir. 

Memperhitungkan berat jenis, merupakan suatu hal yang wajib untuk dilakukan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan saat mengaitkan dengan kebutuhan konstruksi bangunan. Selain itu, juga berguna untuk meminimalisir pembelian besi. Lantas bagaimana cara menghitung berat jenisnya? Simak pembahasannya, berikut ini.

Pengertian Berat Jenis Besi

Besi adalah salah satu jenis material bangunan yang sangat sering digunakan. Terkenal dengan kekuatan dan ketahanan fisiknya, tak heran apabila banyak orang yang memanfaatkan dan menggunakannya untuk keperluan pembangunan dan konstruksi. Selain memiliki fungsi yang multiguna, ada berat jenis yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pemakaian.

Berat jenis besi ulir dan beton itu sendiri diperoleh dari sebuah perhitungan antara diameter dan ukuran yang dimiliki oleh besi. Secara keseluruhan, berat jenisnya adalah 7850 kg/m³. Hal itu bermaksud bahwa dalam setiap 1 m³ besi memiliki berat 7850 kg atau sekitar 7,85 ton. Berat yang ada tersebut menunjukkan 7 kali lebih besar dibandingkan dengan berat jenis air, yakni 1 kubik air beratnya 1 ton. 

Perlu diketahui bahwa, berat jenis material ini sangatlah bervariasi. Diantaranya 7,7 g/cm³ atau 7700 kg/m³ bahkan hingga 8,0 g/cm³ atau 8000 kg/m³. Bila dilihat pada standar internasional, yakni AISI atau American Iron and Steel Institute beratnya sekitar 7,780 g/cm³. Namun, bila dilihat berdasarkan unsur logam Fe maka berat jenisnya adalah 7,874 g/cm³ atau 7874 kg/m³.

Dalam penggunaannya, perlu diketahui terlebih dahulu berat jenisnya yang ada. Hal ini bertujuan untuk merencanakan suatu konstruksi tanpa adanya sebuah kesalahan. Dengan adanya perhitungan ini, maka Anda dapat mengetahui kebutuhan konstruksi yang sesuai dan tidak berlebihan. 

Bahkan dengan mengetahui berat jenisnya, dapat meminimalisir kelebihan suatu material besi. Yang mana nantinya berujung sebuah material tidak akan terpakai dan terbuang sia-sia. Tentunya hal ini sangat membuang-buang materi dalam proses konstruksi atau pembangunan. 

Jenis Besi 

Seperti yang diketahui bahwa jenis besi sangatlah beragam. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dalam sebuah proyek. Umumnya jenis yang paling sering digunakan untuk tujuan konstruksi bangunan adalah besi beton. Namun, perlu diingat bahwa sebelum menggunakannya perlu diketahui terlebih dahulu berat jenis besi beton. 

Hal tersebut dilakukan guna menjadi sebuah langkah awal untuk mengetahui seberapa banyak besi yang diperlukan dalam proses konstruksi pembangunan. Lantas apa saja jenis besi lainnya yang juga banyak digunakan dalam proses konstruksi? Berikut adalah macam-macam besi, diantaranya :

1. Besi Beton Polos

Untuk jenis yang pertama adalah besi beton polos. Jenis besi ini memiliki sebuah kemampuan untuk mendukung dalam penulangan beton. Selain itu, juga mampu menahan atau membendung suatu gaya tekanan dari beton. Umumnya, besi ini memiliki karakteristik yang sangat khas. Yakni area penampangnya bunar dan memiliki permukaan licin. 

Dalam penggunaannya wajib diketahui terlebih dahulu mengenai berat jenis besi beton. Umumnya, hal ini bergantung pada diameter dan ukurannya. Dengan mengetahui berat jenis besi beton maka dapat membantu suatu bangunan dan mengetahui estimasi budget secara akurat. Yang mana dapat menekan biaya pengeluaran proyek konstruksi bangunan.

Tabel Berat Jenis Besi Beton

Diameter 

Berat Jenis Besi Beton (kg)

4

0,09

6

0,22

8

0,32

9

0,50

10

0,62

11

0,75

12

0,89

13

1,04

15

1,21

16

1,58

19

2,22

22

2,98

23

3,26

24

3,55

25

3,85

28

4,83

31

5,93

32

6,31

2. Besi Ulir

Selanjutnya ada besi ulir, jenis ini memiliki bentuk tulangan dengan permukaan yang bersirip. Besi ulir memiliki sebuah keunggulan yakni gaya tariknya sangat baik untuk menopang beton. Secara umum bentuknya mirip dengan besi beton polos. Hanya saja pada bagiannya terdapat sebuah pola yang berbentuk menyirip dan melintang. 

Hal tersebut tercipta karena saat proses produksinya, besi ulir ini dipilin agar tercipta sebuah pola yang menyirip. Sedangkan untuk berat jenis besi ulir tercipta dari sebuah perhitungan. Yang mana dapat diketahui berdasarkan perhitungan antara ukuran dan diameter yang dimiliki oleh besi ulir. Seperti yang diketahui bahwa berat jenis besi ulir sangat membantu dalam sebuah proses konstruksi pembangunan. 

Berat jenis besi ulir dapat membantu Anda untuk memperkirakan seberapa banyak besi ulir yang diperlukan. Hal ini tentunya dapat memperingan dan meminimalisir kebutuhan dan pengeluaran dalam proses konstruksi.

Tabel Berat Jenis Besi Ulir 

Diameter

Berat Jenis Besi Ulir (kg)

10

0,62

13

1,04

19

2,23

22

2,98

25

3,85

29

5,04

32

6,31

35

7,51

38

8,89

41

10,50

3. Besi Beton Banci

Dan yang terakhir ada besi beton banci, umumnya jenis besi ini memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan ulir dan beton. Seperti yang diketahui bahwa besi beton dan ulir telah ditetapkan oleh SNI. Hal ini didasarkan atas ukuran dan diameternya. Dapat dikatakan bahwa besi banci ini merupakan jenis besi yang tidak masuk dalam standar Indonesia. 

Bahkan kualitasnya dianggap jauh lebih rendah dan harganya dibandrol dengan sangat miring. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakjelasan dan ketidakpastian pada ukuran dan diameternya. Dengan begitu hasil bangunannya memiliki risiko yang sangat berbahaya, yakni mudah roboh di kemudian hari.

Tabel Berat Jenis Pada Besi

Sebelum menggunakan sebuah besi, maka wajib untuk mengetahui berat jenisnya terlebih dahulu. Yakni dengan melakukan sebuah perhitungan, yang mana dapat mempermudah dan mengetahui kebutuhan besi dalam konstruksi secara keseluruhan. 

Namun, bila tidak bisa melakukan perhitungan secara manual maka dapat dilihat pada sebuah tabel. Untuk tabel berat jenisnya ini, dikhususkan pada jenis besi tulangan cor yang berbentuk padat dan bulat. 

Tabel Berat Jenis Pada Besi

Diameter

Berat Jenis (kg)

1

0,0062

2

0,0247

3

0,0555

4

0,0986

5

0,15413

6

0,2219

7

0,3021

8

0,3946

9

0,4994

10

0,6165

11

0,7460

12

0,8878

13

1,0419

14

1,2083

15

1,3871

16

1,5782

17

1,7817

18

1,9975

19

2,2256

20

2,4660

21

2,7188

22

2,9839

23

3,2613

24

3,5510

Menghitung Berat Jenis Pada Besi 

Untuk mengetahui berat jenis sebuah besi maka diperlukan sebuah perhitungan. Umumnya terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menemukan sebuah hasil berat jenisnya. Berikut beberapa cara atau rumus untuk menghitung berat jenisnya pada berbagai jenisnya. 

1. Rumus Umum Vb x Bjb

Rumus yang pertama adalah Vb x Bjb. Perhitungan ini dilakukan dengan menghitung volume besi dikalikan dengan berat jenis yang telah ditetapkan dalam angka 7850 kg/m³. Cara ini telah diterapkan oleh banyak orang untuk untuk memperoleh hasil yang sesuai.

2. Rumus Berat Besi Tulangan 

Pada cara yang kedua ini dapat dilakukan untuk menghitung berat jenis besi beton dalam bentuk tulangan. Dengan rumus 0,006165 x d2 x L, diketahui bahwa d adalah diameter pada besi dalam satuan mm. Sedangkan L dimaksudkan sebuah panjang batang tulangan dalam satuan m.

3. Tebal Besi x 87,44

Selanjutnya ada rumus untuk mengukur sebuah ketebalan besi. Umumnya dalam perhitungan internasional menggunakan satuan kaki. Untuk rumus ini dilakukan perhitungan dalam satuan mm, dikarenakan bila menggunakan satuan kg maka hasilnya akan jauh lebih besar.

4. Lebar Besi x Tebal Besi x 7850 x 6

Kemudian ada rumus untuk menghitung besi dalam bentuk strik. Seperti yang sudah tertera pada rumus, bahwa dilakukan perhitungan dari tebal dan lebar besi kemudian dikalikan dengan berat jenis. Setelah itu dikalikan dengan 6 meter. Angka 6 meter tersebut didapatkan dari standar panjang dari besi yang berbentuk pipih.

5. Tebal Besi x Lebar Besi x 0,001512

Dan yang terakhir yakni menghitung sebuah besi siku. Sesuai dengan rumusnya, dilakukan perhitungan dengan lebar dan tebal dari besi itu sendiri. Selanjutnya dikalikan dengan 6 meter dan 0,001512. Dengan begitu akan diperoleh hasil yang sesuai dengan bentuk besinya.

Itulah pembahasan lengkap seputar berat jenis besi. Mulai dari pengertiannya, jenis besi, tabel berat jenis hingga cara menghitungnya. Pada kenyataannya, dengan mengetahui berat jenisnya akan mempermudah dan meminimalisir sebuah kebutuhan besi dalam proses konstruksi. Umumnya, penggunaan besi disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya masing-masing.

Artikel Terkait