You are here:

Bauksit – Definisi, Karakteristik, Klasifikasi, dan Manfaatnya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
bauksit

Sejak dahulu hingga saat ini telah ada banyak berbagai jenis unsur dan senyawa yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembahasan kali ini akan dijelaskan seputar bauksit. Material satu ini berbeda dengan jenis-jenis lainnya. Hal ini dikarenakan, bauksit adalah jenis batuan yang tercipta dari sebuah proses laterisasi. Batuan ini didominasi dengan tiga jenis mineral aluminium. 

Untuk tiga mineral penyusun bauksit adalah diaspora, gibsit, dan boehmite. Umumnya, material ini memiliki banyak manfaat bauksit yang sering digunakan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari perabotan peralatan di rumah, bahan bangunan, atau bahkan otomotif. Seperti apa manfaat bauksit secara rinci? Simak pembahasannya, disini!

Apa Itu Bauksit ?

Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya untuk dimulai mengulas tentang pengertian materialnya. Bauksit adalah bijih utama pada aluminium, yang mana terdiri dari beberapa jenis lainnya. Untuk jenis penyusun di dalam bauksit adalah aluminium hidroksida dan aluminium oksida. 

Umumnya, pada kedua jenis penyusun ini memberikan karakteristik yang berbeda. Seperti yang diketahui, bauksit adalah jenis batuan yang tercipta dari sebuah proses laterisasi batuan induk. Yang mana kaya akan beragam unsur aluminia dan bijih utama aluminium. 

Pada awal batuan satu ini diberikan nama yakni bauxite. Yang mana hal ini disebabkan karena bauksit adalah jenis mineral yang tersusun dari berbagai mineral anorganik. Dimana seluruh mineral dalam bauksit adalah senyawa kimia yang telah terbentuk dan tercipta secara alami. 

Penemuan dan Pembuatan Bauksit

Material satu ini untuk pertama kalinya ditemukan oleh seseorang geolog, yakni bernama Pierre Berthier. Saat itu, beliau menemukan sebuah material yang berbeda dengan jenis-jenis lainnya. Hal ini terjadi pada kisaran tahun 1821. 

Untuk penamaannya sendiri, bauksit adalah nama yang sama dengan nama desa di temukannya. Yakni Les Baux di Prancis Selatan. Hal ini dikarenakan daerahnya yang kaya akan bebatuan di paleokarst dan aluminium hidroksida. 

Sedangkan di negara kita sendiri, yakni Indonesia. Untuk pertama kalinya jenis material ini ditemukan pada sekitaran tahun 1924. Ditemukan oleh seorang peneliti geolog Indonesia di daerah Kijang, Pulau Bintan. 

Pada proses pembuatan material ini, terbagi menjadi dua cara yang berbeda. Yang mana ada cara dengan proses bayer dan proses hall heroult. Untuk kedua proses pembuatan tersebut umumnya berbeda dan digunakan untuk menghasilkan jenis penyusun material yang berbeda pula.

Dalam proses buyer itu sendiri merupakan suatu cara pemurnian bijih penyusunya untuk diperoleh atau mendapatkan sebuah alumina atau aluminium oksida. Sedangkan untuk proses hall heroult terjadilah proses peleburan aluminium oksida. Yang mana nantinya akan menghasilkan sebuah aluminium murni. 

Karakteristik Bauksit

Untuk karakteristik atau ciri fisik pada material bauksit adalah warnanya yang terlihat jelas yakni coklat orange dengan semburat kuning. Warna tersebutlah yang akan Anda lihat bila memandangnya hanya dengan menggunakan mata telanjang tanpa menggunakan bantuan alat sedikit pun. 

Namun, hasil warna yang dilihat akan berbeda dengan penggunaan bantuan alat. Jika dilihat dan diperhatikan menggunakan sebuah mikroskop, maka warna bauksit adalah kehitaman dan memiliki bentuk seperti kristal. 

Selain itu, material ini terkenal mempunyai sifat lunak. Yang mana hanya mempunyai angka kekerasan sekitar 1-3 skala mohs. Sedangkan untuk berat jenisnya relatif sangat ringan yakni 2,5 sampai 2,6 saja. Bahkan material ini termasuk bahan yang mudah patah dan tidak mudah untuk larut dalam air serta tidak akan terbakar. 

Klasifikasi Jenis Bauksit

Seperti yang diketahui bahwa manfaat bauksit sangatlah beragam. Tak heran apabila banyak orang yang menggunakan dan memanfaatkan material ini untuk kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi jenis batuan ini memiliki dua tipe yang berbeda. Sehingga dapat digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan. 

Inilah dua tipenya yang telah dipaparkan oleh Retallack pada sekitar tahun 2010, diantaranya : 

1. Laterit

Untuk jenis atau tipe material yang pertama adalah laterit. Pada produk ini merupakan bentuk sekunder dalam bentuk endapan dari berbagai batuan asal. Yang mana pada batuan tersebut kaya akan kandungannya. Antara lain mineral feldspar yang terdiri dari gabbro, diorite, andesit, granit, dan granodiorit. 

Seluruh jenis tersebutlah yang mengalami proses laterisasi atau dengan kata lain pelapukan dan pengayaan sekunder. Pada cara ini menghasilkan sebuah produk yang bernama Lateritic Bauxite. 

2. Karst

Pada jenis yang kedua untuk material ini adalah karst. Proses ini merupakan salah satu cara untuk menghasilkan produk dari cara pelarutan. Yang mana berasal dari batu gamping dan di dalamnya sangat kaya akan mineral aluminium silikat. 

Selanjutnya akan membentuk sebuah endapan yakni Carbonate Bauxite. Kebanyakan jenis atau hasil pengolahannya ditemukan dalam bentuk kaolinite, nontronite, halloysite, oksida besi, dan octahedrite. 

Manfaat Bauksit 

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang menggap dan menggunakan bahwa manfaat bauksit adalah sebagai bahan baku pembuatan alat dapur, atap rumah, peralatan otomotif mulai dari sepeda hingga pesawat terbang. Bahkan masih banyak lagi sejuta manfaat bauksit lainnya. 

Pada dasarnya, fungsi tersebut merupakan manfaat dari aluminium. Namun, aluminium sendiri merupakan sebuah material bahan yang dihasilkan dari bauksit. Tahukah Anda? Bahwa manfaat bauksit lainnya adalah untuk bahan pembuat mesin tinta fotokopi, pembuat pita kaset rekaman, dan bahan baku besi. 

1. Memproduksi Aluminium

Manfaat bauksit adalah jenis atau bijih utama dari aluminium. Untuk langkah pertama dalam pembuatan aluminium ini adalah dilakukan sebuah pemurnian dengan menggunakan proses bayer terlebih dahulu. Pada prosesnya material ini dicuci dalam sebuah larutan yang sangat panas. 

Hal tersebut dimaksudkan dan ditujukan agar aluminium larut yang ada dapat terlepas dengan sendirinya. Untuk aluminium yang dihasilkan dari proses ini adalah aluminium hidroksida. Kemudian dilakukan kalsinasi untuk membentuk alumina.

2. Sebagai Proppant

Manfaat bauksit selanjutnya adalah digunakan sebagai proppant, yang mana berbahan dasar berupa sintered bauxite. Proppant ini kebanyakan digunakan dalam proses pengeboran minyak. Dalam pengeboran minyak atau gas alam, pada batuan reservoir mengakibatkan retakan akibat tekanan pompa cairan. 

Tekanan yang sangat ini menyebabkan banyak terjadinya percetakan. Sehingga dibutuhkan sebuah partikel tersuspensi untuk menutupi retakan tersebut. Partikel inilah yang dinamakan sebagai proppant. 

3. Sebagai Bahan Abrasive

Dan yang terakhir manfaat bauksit, digunakan sebagai bahan abrasive. Sebagai contohnya adalah calcined alumina yang mana merupakan salah satu bahan yang sangat keras. Dalam pembuatannya ini membutuhkan sebuah bahan berupa bauxite. Calcined ini sering dipakai untuk bahan abrasif. Layaknya amplas aluminium oksida, polishing suspensions dan bubuk. 

Itulah pembahasan lengkap seputar bauxite. Yang mana telah dijelaskan secara rinci mulai dari pengertian, sejarah, prosesnya, karakteristik material, dan manfaat bauksit yang sangat beragam. Terkenal sebagai salah satu bahan yang tidak mudah larut dan terbakar dalam air, membuat material ini banyak digunakan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Artikel Terkait