You are here:

Alloy – Pengertian, Struktur, Contoh Hingga Kelebihannya

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
alloy

Umumnya ilmu yang mempelajari dan mendalami ilmu seputar logam disebut sebagai metalurgi. Dalam suatu ilmu kimia itu, yang mana membahas mengenai pengolahan metal atau logam pada dunia industri. Tentunya dalam dunia industri sudah sangat sering ditemukan material baru. Yang mana berbentuk sebuah zat, alloy adalah jenis unsur baru dalam logam yang mulai banyak digunakan.

Alloy adalah salah satu jenis material, yang mana berasal dari sebuah susunan atau penggabungan dari dua zat jenis metal lainnya. Tersusun dari beberapa jenis logam, tentunya sifat alloy akan timbul dengan mengambil kelebihan-kelebihan dari material penyusunnya. Tak hanya itu, ada beberapa contoh alloy yang sering digunakan dalam dunia industri. Simak pembahasan mengenai alloy, berikut ini.

Apakah Itu Alloy ?

Tahukah Anda, apakah alloy itu? Alloy adalah suatu benda atau produk yang tercipta atau terbuat dari dua macam atau lebih logam bahkan non logam. Dalam pembuatan material ini, bahan-bahan yang diperlukan dan telah disiapkan dilebur agar dapat bercampur menjadi satu kesatuan. Secara umum, nantinya campuran tersebut akan mendingin dan mengeras menjadi sebuah logam campuran. 

Sering disebut sebagai logam paduan, nyatanya alloy lebih memberikan banyak manfaat dibandingkan dengan jenis logam murni lainnya. Seperti yang diketahui bahwa logam murni dapat dengan mudah aus atau bahkan berkarat. Serta mereka juga termasuk bahan yang lunak sehingga mudah untuk dibentuk-bentuk sesuai dengan kebutuhan. 

Namun, apabila beberapa logam murni dicampurkan dan menghasilkan suatu logam paduan. Maka logam hasil pencampuran inilah yang dinamakan alloy. Dengan hasil campuran logam murni yang sedemikian rupa, dapat menghasilkan sifat alloy yang lebih kuat dan keras. 

Pertama kali orang belajar membuat paduan logam yakni sekitar 5000 tahun lalu. Zaman dahulu mereka mengkombinasikan beberapa logam, yang mana dapat menghasilkan sebuah peralatan. Dahulu ada beberapa contoh alloy seperti perunggu yang berasal dari penggabungan timah dan tembaga. 

Selain itu, ada kuningan yang berasal dari tembaga dan seng. Umumnya, digunakan sebagai alat musik, loceng atau bahkan patung. Itulah beberapa contoh alloy kuno yang sangat sering digunakan. Untuk saat ini contoh alloy modern adalah sebuah baja, yang merupakan campuran besi dan karbon. Baja ini sering digunakan untuk konstruksi sebuah bangunan. 

Alloy adalah sebuah zat yang terbuat dari suatu cara dengan melelehkan beberapa unsur secara bersamaan dan setidaknya membutuhkan satu jenis logam. Setelah dilelehkan cairan tersebut akan mengkristal setelah didinginkan. Biasanya didinginkan pada sebuah larutan padat atau bahkan senyawa intermetalik.

Perlu diketahui bahwa, alloy adalah zat yang bersifat homogen dan mampu mempertahankan sifat logam meskipun jenis ini bukan sepenuhnya material logam. Zat ini mampu memiliki sifat alloy yang sangat menguntungkan. Yakni mempunyai karakteristik keras dan kuat. 

Struktur Penyusun Alloy

Sesuai dengan definisinya, alloy adalah sebuah campuran logam. Namun, tak jarang juga alloy mengandung satu jenis logam dan dicampur dengan zat non logam lainnya. Apabila ingin mengetahui bagaimana struktur dari alloy, maka perlu menggunakan sebuah mikroskop. Nantinya akan terlihat sebuah atom-atom dengan struktur biasa yang disebut kisi kristal. 

Umumnya pada sebuah struktur penyusun alloy memiliki 2 jenis paduan. Yakni paduan pengantara dan paduan substitusi, lantas seperti apa perbedaannya? 

1. Paduan Pengantara

Untuk jenis paduan atau campuran pengantara, merupakan sebuah zat terbentuk dari atom yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan logam utamanya. Hal ini, suatu atom yang ada biasanya hanya menyelip diantara logam penyusunnya. Oleh sebab itu disebutlah perpaduan interstitial. 

Sebagai contohnya untuk paduan interstitial adalah baja. Yang mana dalam material tersebut memiliki jumlah atom karbon yang jauh lebih kecil. Biasanya berada pada celah-celah atom besar dalam besi kristal.

2. Paduan Substitusi

Berbeda dengan paduan substitusi, bila atom zat paduan yang ada berguna untuk menggantikan logam utama yang menjadi penyusunnya. Kebanyakan terbentuk dari atom non logam dan merupakan zat penyusun paduan dengan ukuran yang hampir sama. Dalam contoh alloy ini, unsur penyusunnya memiliki jarak yang hampir dekat. 

Contohnya ada kuningan, merupakan perpaduan yang tersusun dari tembaga dan mampu menggantikan sekitar 10% hingga 35% atom logam. Seperti yang diketahui bahwa kuningan memiliki jarak yang berdekatan satu sama lain. Dan umumnya memiliki atom dengan ukuran yang hampir sama.

Penggunaan Alloy Dalam Kehidupan

Dalam penggunaan atau pemanfaatan alloy, umumnya sangat populer dipakai adalah baja. Material tersebut merupakan campuran dari dua buah unsur yakni besi dan karbon. Baja ini sering digunakan pada berbagai bidang industri dikarenakan sifatnya yang kuat. 

Selain itu ada material perunggu, yang tersusun dari tembaga dan timah. Untuk perunggu sendiri memiliki sifat yang lebih unggul dibandingkan dengan dua unsur penyusunnya. Mempunyai karakter yang lebih kuat dan tentunya tahan terhadap adanya korosi.

Tak hanya itu, ada emas yang sering digunakan dalam kehidupan sebagai perhiasan. Emas tersebut bukanlah emas murni, melainkan pencampuran dari beberapa jenis logam mulia. Umumnya emas memiliki material yang lembek dan sangat mudah bengkok. Oleh sebab itu, dilakukan campuran agar memiliki sifat yang lebih kuat.

Seperti yang diketahui, bahwa alloy adalah bahan yang memiliki manfaat penting dalam perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, penggunaan alloy pada mesin pendorong jet yang mampu membuat jet dapat berjalan lancar dan lebih aman. 

Alloy juga dipakai dalam badan pesawat terbang, yang mana dapat memberikan berat badan pesawat sehingga mampu memberikan kemampuan untuk bertahan. Dengan adanya teknologi yang memanfaatkan alloy, dapat memberikan manfaat dan kenyamanan yang luar biasa. 

Hingga saat ini penggunaan alloy sudah jauh sangat meluas. Bahkan telah banyak digunakan untuk body sepedah. Bahan ini digunakan karena memiliki sifat ringan dan tentunya sangat kuat. Sepeda akan jauh lebih tahan terhadap korosi dan kuat pada berbagai medan yang dilaluinya.

Kelebihan dan Kekurangan Alloy

Dalam penggunaannya tentu material atau bahan alloy ini memiliki beberapa kelebihan dan keunggulannya masing-masing. Seperti yang diketahui bahwa alloy adalah campuran logam, sehingga nantinya memiliki keunggulan pada sifatnya. Hal tersebut dikarenakan mengambil beberapa sifat dasar dari penyusunnya.

Umumnya, material atau bahan yang berbahan dasar berupa alloy pastinya memiliki sifat yang jauh lebih kuat dan kokoh. Hal tersebut dikarenakan biasanya sifat dasar yang lemah kemudian digabungkan dengan logam lain mampu menghasilkan sifat yang unggul. 

Selain itu, penggunaan alloy dianggap jauh lebih murah dibandingkan dengan material lainnya. Terkenal sebagai bahan yang sangat tahan terhadap karat, sehingga mudah dilakukan perawatan dan penyimpanan. Memiliki bentuk yang bagus dan simpel ketika diaplikasikan dalam sebuah produk. 

Tak hanya kelebihan yang diunggulkan, ada beberapa kelemahan yang juga ada dalam material alloy. Umumnya, alloy adalah material campuran logam yang tidak dapat menahan getaran layaknya material lain. Apabila terjadi suatu kerusakan, untuk perbaikannya sendiri tidaklah mudah dan membutuhkan suatu alat yang rumit.

Biasanya sifat alloy memiliki umur yang jauh lebih pendek dibandingkan dengan material lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu kualitas dari material ini akan mengalami sebuah penurunan kekuatan. 

Contoh Alloy

Unsur yang ada di dunia kebanyakan berbentuk logam. Sekitar lebih dari 90% logam yang banyak digunakan merupakan dalam bentuk alloy. Digunakan karena sifat kimia bahkan sifatnya yang lebih unggul dan sangat bahkan cocok digunakan untuk aplikasi pada sebuah produk. Lantas apa saja contoh alloy yang banyak digunakan? Inilah jenis alloy, antara lain :

1. Stainless Steel

Untuk contoh alloy yang pertama adalah stainless steel. Umumnya mengandung kromium, nikel dan beberapa unsur lainnya. Jenis ini biasanya memiliki ketahanan terhadap karat atau korosi.

2. Baja

Baja merupakan jenis alloy yang berasal dari pencampuran besi dengan karbon. Selain itu, ada unsur berupa nikel dan kobalt. Yang mana unsur tambahan tersebut berguna untuk menambah kekerasan dan kekuatan pada baja. 

3. Pewter

Pewter adalah contoh alloy timah, dengan unsur penyusunnya berupa timah, tembaga dan antimon. Jenis ini sangat mudah untuk ditempa namun lebih kuat bila dibandingkan dengan timah. Berbeda dengan timah, pewter mampu bertahan pada suhu yang rendah sekalipun.

4. Emas

Emas merupakan jenis alloy yang mana 75% nya berasal dari emas murni. Unsur lain yang dapat dicampurkan adalah nikel, seng atau bahkan tembaga. Sifat alloy mempertahankan warna dan kilauan emas murni. Selain itu, sifatnya akan jauh lebih keras dan kuat. 

5. Perak 

Perpaduan antara tembaga dan logam lainnya mampu menghasilkan sebuah alloy berupa perak. Sifatnya cenderung lebih sulit untuk diolah dan tahan lebih lama. Selain itu, meskipun tersusun dari tembaga material ini cenderung mengarah ke oksidasi noda. 

6. Kuningan 

Kuningan adalah campuran dari tembaga dan seng serta beberapa unsur logam lainnya. Sifat alloy ini jauh lebih keras dan tahan lama, sehingga sangat cocok digunakan untuk perlengkapan pipa atau mesin. 

7. Amalgam

Selanjutnya ada alloy merkuri, dengan adanya kandungan tersebut membuat alloy bertekstur seperti pasta. Dapat digunakan sebagai tambalan gigi. Selain itu untuk menyebarkan amalgam dan memanaskannya mampu menguapkan merkuri dan meninggalkan lapisan logam.

8. Besi Meteorit

Umumnya meteorit tersusun dari berbagai jenis atau jumlah bahan yang sangat beragam. Beberapa diantaranya merupakan campuran bahan nikel dan besi alami. Pada budaya kuno kebanyakan digunakan untuk membuat senjata dan berbagai peralatan.

Itulah pembahasan seputar alloy atau campuran logam. Mulai dari pengertian, struktur, kelebihan dan kekurangan serta contoh alloy. Dengan adanya material berupa alloy, yang mana alloy adalah campuran dua atau lebih jenis logam bahkan non logam sekalipun. Mempunyai sifat yang khas dan sesuai dengan pengaplikasiannya. Untuk  penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan industri, hal ini mengacu pada kekerasan dan kekuatan bahannya.

Artikel Terkait