You are here:

Airless Spray – Pengertian, Cara Kerja, Tehnik

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apa itu Airless Spray?

Pada tahun 1892, Francis Davis Millet menciptakan alat pengecatan dengan sistem cat yang di semprotkan ke objek, kemudian Edward Seymour mengembangkan teknik ini dan membuatnya menjadi sistem penyemprotan dengan sistem aerosol atau dengan bantuan tekanan udara.

Saat ini ada beberapa sistem yang berbeda untuk teknik pengecatan dengan metode cat semprot diantaranya adalah sistem penyemprot udara (air spray) dan sistem penyemprot tanpa udara (airless spray).

Penyemprot udara mendorong udara bertekanan tinggi ke dalam cat cair untuk memecahnya menjadi tetesan kecil saat cat mulai keluar melalui ujung nozzle atau alat penyemprot. Teknik ini dikenal sebagai atomisasi yang juga dapat dilakukan dengan cara memompa fluida dengan tekanan tinggi lalu melewatkan fluida atau cairan tersebut melalui nozzle kecil.

Metode inilah yang disebut dengan nama metode Airless Spray. Airless spray adalah  tehnik atau metode yang memberikan hasil lapisan cat yang halus pada permukaan objek yang tidak mungkin dapat dihasilkan dengan mengecat menggunakan alat kuas atau roller.

Cara Kerja Airless Spray

Dalam sistem airless spray, energi yang dihasilkan oleh tekanan tinggi yang disuntikkan ke dalam cat cukup kuat untuk mencapai atomisasi. Cat didorong melalui selang kemudian keluar dari lubang nozzle di ujung pistol semprot di mana cat akan keluar secara terus menerus di bawah tekanan yang sangat tinggi. Namun ketika bersentuhan dengan udara, cat akan pecah menjadi percikan tetesan yang sangat kecil.

Ukuran lubang nozzle semprotan-lah yang menentukan jumlah cairan yang keluar dari pistol serta pola semprotan. Ada berbagai tips untuk mengontrol atomisasi yang menghasilkan pola dan ukuran semprotan yang berbeda.

Kelebihan Airless Spray

  1. Unit airless spray ideal untuk penyemprotan cat di lapangan karena dapat diangkut dengan mudah dan ringan.
  2. Teknik ini sangat fleksibel karena dapat digunakan untuk interior dan eksterior pada berbagai jenis proyek yang berbeda.
  3. Jika anda ingin menyelesaikan proyek pelapisan ulang dengan cepat, maka airless spary adalah metode yang harus dipilih. Cat bisa diaplikasikan hingga empat kali lebih cepat dari kuas dan dua kali lebih cepat dari roller.
  4. Karena teknik airless spray dapat mencakup area permukaan yang luas dengan sangat cepat, maka para pekerja proyek tidak perlu menunggu cuaca cerah untuk menjadwalkan proyek eksterior seperti mengecat atap.
  5. Cairan cat tak hanya mengalir keluar dari nozzle dengan cepat dan mudah, tetapi juga menyemprotkan cat pada permukaan secara merata tidak seperti sikat atau roller yang meninggalkan bekas tekstur di di lapisan permukaan.
  6. Lapisan cat tebal, sehingga tidak diperlukan banyak lapisan seperti metode lainnya.
  7. Memberikan hasil akhir yang sempurna.
  8. Semua jenis cairan cat dapat diaplikasikan dengan mudah.
  9. Menghasilkan daya rekat yang baik dan cenderung akan bertahan untuk waktu yang lama.

Kerugian Menggunakan Airless Spray

Tidak semua tetesan cat menempel di permukaan saat mengecat. Sebagian besar akan menguap di udara sehingga sekitar 20-40 persen dari tetesan cat tidak sampai ke permukaan yang ditujukan.

Cat dapat mendarat di sekitar permukaan objek terdekat dan tentu harus dilindungi. Hal ini memerlukan waktu dan upaya ekstra untuk menutupi benda dan permukaan yang berdekatan untuk mencegah jatuhnya partikel cat di tempat yang tidak diinginkan.

Membutuhkan waktu untuk membersihkan mesin airless spray karena sisa cat harus dikeluarkan dari pompa, selang dan filter. Selanjutnya, pistol semprot dan nozzle harus dibersihkan. Jika cat yang digunakan berbahan dasar minyak maka diperlukan pelarut untuk membersihkan keseluruhan alat airless spray dari sisa cat.

Cara Menyemprot Cat Menggunakan Sistem Airless Spray

Sebelum menggunakan sistem airless spray, anda perlu memastikan alat yang akan digunakan bersih. Setiap sistem harus dalam kondisi bersih meliputi selang, pistol semprot, nozzle, wadah cat, dan filter Filter dapat dengan mudah tersumbat karena lapisan menggumpal, sebaiknya aduk cat dengan baik dan benar atau jika perlu anda dapat menyaring menggunakan kantong filter nilon sebelum digunakan.

Pompa harus disiapkan terlebih dahulu sebelum penyemprotan dimulai. Masukkan tabung priming yang lebih kecil ke dalam wadah limbah dan tabung hisap ke dalam pot/wadah cat. Alihkan katup semprot ke ‘prime’ kemudian hidupkan pompa. Tingkatkan tekanan pompa hingga cat mulai mengalir keluar dari ujung prime tube kemudian masukkan tube tersebut ke dalam wadah cat. Pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap di dalam tabung, jadi biarkan cat mengalir kurang lebih dalam waktu sekitar tiga puluh detik.

Selang tersebut kemudian bisa diisi dengan cat. Lepas pelindung dari ujung semprotan dan pistol lalu pegang pistol cat dan arahkan ke wadah limbah sebelum menarik pelatuknya. Putar katup ke ‘spray’ lalu segera setelah cat mengalir merata, lepaskan pelatuknya dan kunci kembali agar pistol semprot aman dan tidak terjadi insiden yang tidak disengaja.

Setelah selesai, tekanan dalam mesin perlu dilepaskan. Alihkan daya ke “off” dan putar tuas semprot ke ‘prime’. Pegang pistol di atas wadah limbah sebelum menarik pelatuknya, tekan pelatuk nya hingga tekanan berkurang lalu kunci.

Teknik Pengecatan Airless Spray

Hasil cat dari semprotan airless spray memang tetap menghasilkan semprotan cat dengan area berlebih, sehingga anda harus melapisi permukaan yang tidak ingin terkena cat dengan terpal plastik, kertas dan selotip.

Saat menyemprot, arahkan pistol ke permukaan dan jangan miringkan saat Anda mengecat. Jaga agar pistol tetap berada sekitar 30 cm dari permukaan kecuali jika Anda menggunakan nozzle yang sangat besar sehingga anda harus bergerak mundur lebih jauh. Pastikan posisi pistol tegak lurus dengan benda yang disemprotkan dan jaga agar pistol tetap bergerak dengan gerakan yang stabil dan hanya berhenti bergerak ketika anda melepaskan pelatuk.

Elemen yang berbeda membutuhkan teknik yang berbeda pula. Saat menyemprot hamparan permukaan yang luas seperti plafon, mulailah menyemprot dari salah satu tepi luar lalu bergerak ke bagian tengah. Ketika mengecat furnitures, teknik yang digunakan tidak jauh berbeda. Mulailah menyemprot dari bagian atas terlebih dahulu kemudian pindah ke tengah. Untuk pintu yang lebih kecil, mulailah dengan menyemprot ujung-ujungnya lalu semprotkan ke atas dan ke bawah.

Anjuran dan Larangan Penyemprotan Menggunakan Airless Spray

  • Tutupi semua permukaan yang tidak ingin dicat untuk melindunginya dari droplets berlebih.
  • Pastikan anda memiliki APD yang sesuai karena anda akan dikelilingi kabut dari penyemprotan cat.
  • Jika menyemprot dilakukan di dalam ruangan, pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik.
  • Selalu baca manual yang disertakan pada alat penyemprot.
  • Masukkan minyak pelumas ke dalam pompa sebelum menggunakan mesin pengecatan.
  • Aduk cat dengan baik sebelum menyemprot dan singkirkan partikel padat dengan saringan agar tidak tersumbat.
  • Jangan menutupi pompa dengan apapun karena harus mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
  • Patuhi protokol kesehatan dan keselamatan dan berhati-hatilah saat mengoperasikan mesin penyemprot
  • Jangan memiringkan senapan ke arah yang berbeda saat cat disemprotkan karena hal ini akan menyebabkan lapisan cat yang tidak merata pada permukaan objek.
  • Saat Anda tidak menyemprot, pastikan pelatuknya terkunci.
  • Bersihkan peralatan dan mesin penyemprot secara berkala untuk menghindari masalah saat penyemprotan.

Artikel Terkait